Social Items

(Foto:ist)

SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh SA kepada anak kandungnya yang ia lakukan dengan memasukannya kedalam frezzer terus bergulir. Paska penangkapan SA baru-baru ini diketahui akun facebook miliknya aktif kembali bahkan didalam akun tersebut juga mengunggah rasa kecewanya atas apa yang terjadi pada dirinya. 

Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone Supit melalui Kaur Subbag Humas Polres Tarakan, Denny Mardiyanto menerangkan, hingga kini masih dilakukan penyelidikan siapa dalang dibalik aktifnya kembali akun lama SA.

"Pihak kepolisian Polres Tarakan, masih menelusuri akun tersebut SA yang membuat yang atau bukan," terang Deny.

Hingga kini diketahui hanya ada 1 akun facebook milik SA, namun jika ada orang usil yang ternyata membuat akun tersebut bisa dilakukan penangkapan dan dikenakan UU ITE atas perbuatannya tersebut. 

"Bisa saja dikenakan UU ITE dan akan kami panggil," tambahnya lagi.

Saat ini masih diperiksa 2 saksi yaitu suami dan ibu kandung SA, untuk memperdalam kasus yang terjadi. 
Pihak polres Tarakan sendiri saat ini telah bekerja sama dengan pihak Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) kota Tarakan, untuk mencari tau siapakah pemilik akun tersebut.

SA sendiri saat ini sedang berada dalam tahanan polres Tarakan, sementara kasusnya masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut. Diketahui SA telah membunuh darah dagingnya sendiri dengan cara menaruhnya kedalam frezzer lantaran tidak ingin repot dan tidak ingin nasib anak keduanya bernasib sama seperti anak pertamanya. (KIA)

Loh?! Akun SA Kok Aktif Lagi?!

SUARA KALTARA
(Foto:ist)

SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh SA kepada anak kandungnya yang ia lakukan dengan memasukannya kedalam frezzer terus bergulir. Paska penangkapan SA baru-baru ini diketahui akun facebook miliknya aktif kembali bahkan didalam akun tersebut juga mengunggah rasa kecewanya atas apa yang terjadi pada dirinya. 

Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone Supit melalui Kaur Subbag Humas Polres Tarakan, Denny Mardiyanto menerangkan, hingga kini masih dilakukan penyelidikan siapa dalang dibalik aktifnya kembali akun lama SA.

"Pihak kepolisian Polres Tarakan, masih menelusuri akun tersebut SA yang membuat yang atau bukan," terang Deny.

Hingga kini diketahui hanya ada 1 akun facebook milik SA, namun jika ada orang usil yang ternyata membuat akun tersebut bisa dilakukan penangkapan dan dikenakan UU ITE atas perbuatannya tersebut. 

"Bisa saja dikenakan UU ITE dan akan kami panggil," tambahnya lagi.

Saat ini masih diperiksa 2 saksi yaitu suami dan ibu kandung SA, untuk memperdalam kasus yang terjadi. 
Pihak polres Tarakan sendiri saat ini telah bekerja sama dengan pihak Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) kota Tarakan, untuk mencari tau siapakah pemilik akun tersebut.

SA sendiri saat ini sedang berada dalam tahanan polres Tarakan, sementara kasusnya masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut. Diketahui SA telah membunuh darah dagingnya sendiri dengan cara menaruhnya kedalam frezzer lantaran tidak ingin repot dan tidak ingin nasib anak keduanya bernasib sama seperti anak pertamanya. (KIA)

No comments