Social Items

Gubernur Kaltara Dr H Irianto lambrie bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT RI Ke-72. (Foto:Ist).



SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR - Ditemui usai upacara, Gubernur menyebutkan, di momen HUT RI kali ini, dirinya menaruh harapan agar kerja sama makin ditingkatkan. Baik antara masyarakat dengan pemerintah, maupun diantara masyarakat sendiri.

Salah satunya adalah dampak pembangunan yang dilakukan Pemprov Kaltara, Pemerintah Daerah (Pemda) dengan ditopang dukungan dan perhatian kuat dari Pemerintah Pusat, mendorong pencapaian perbaikan atas sejumlah persoalan pendidikan dan kesehatan di wilayah ini. “Secara umum, aspek pendidikan dan kesehatan terus meningkat pencapaiannya, utamanya insfrastruktur yang dibangun oleh Pemprov, Pemda maupun pusat,” kata Irianto.

Gubernur pun berharap kunjungan kerja sejumlah menteri ke Kaltara, utamanya di wilayah perbatasan dan pinggiran akan berdampak langsung kepada peningkatan kebijakan politik alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan. “Insya Allah, Kaltara akan memperoleh anggaran Rp 15 miliar (dari Kementerian Kesehatan) untuk pengembangan RS (Rumah Sakit) di perbatasan, khususnya RS Pratama Long Bawan, “urai Gubernur.

Dana Rp 15 miliar tersebut, akan digunakan untuk pengadaan alat kesehatan serta meubelair bagi RS di perbatasan. “Tak hanya bagi RS Pratama Long Bawan, tapi juga RS Pratama Long Ampung yang kita bangun. Namun, yang agak tertinggal, hanya RS di Sebuku. Dari itu, sangat diharapkan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Nunukan pro aktif dan berkoordinasi baik dengan Pemprov untuk mengusulkan kegiatan ke pusat. Sebab, Kaltara sebagai provinsi baru, APBD-nya terbatas,” jelasnya.

Meski saat ini APBD Kaltara terbatas, sedianya secara peringkat dan nominal, APBD Kaltara terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan APBD itu, sebut Gubernur, sekaligus membuktikan bahwa Pemprov Kaltara telah bekerja keras. APBD Perubahan Kaltara 2017 diperkirakan mencapai Rp 3 triliun. “Kontribusi APBD itu tidak hanya mengandalkan dana transfer dan dana perimbangan dari pusat. Tapi juga, saya selaku Gubernur dan Pemprov terus melakukan upaya intensifikasi untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita hingga mampu memberikan kontribusi lebih baik kepada APBD secara keseluruhan, “ beber Gubernur.(Humas) 

Persoalan Kesehatan dan Pendidikan Tersolusikan

SUARA KALTARA
Gubernur Kaltara Dr H Irianto lambrie bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT RI Ke-72. (Foto:Ist).



SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR - Ditemui usai upacara, Gubernur menyebutkan, di momen HUT RI kali ini, dirinya menaruh harapan agar kerja sama makin ditingkatkan. Baik antara masyarakat dengan pemerintah, maupun diantara masyarakat sendiri.

Salah satunya adalah dampak pembangunan yang dilakukan Pemprov Kaltara, Pemerintah Daerah (Pemda) dengan ditopang dukungan dan perhatian kuat dari Pemerintah Pusat, mendorong pencapaian perbaikan atas sejumlah persoalan pendidikan dan kesehatan di wilayah ini. “Secara umum, aspek pendidikan dan kesehatan terus meningkat pencapaiannya, utamanya insfrastruktur yang dibangun oleh Pemprov, Pemda maupun pusat,” kata Irianto.

Gubernur pun berharap kunjungan kerja sejumlah menteri ke Kaltara, utamanya di wilayah perbatasan dan pinggiran akan berdampak langsung kepada peningkatan kebijakan politik alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan. “Insya Allah, Kaltara akan memperoleh anggaran Rp 15 miliar (dari Kementerian Kesehatan) untuk pengembangan RS (Rumah Sakit) di perbatasan, khususnya RS Pratama Long Bawan, “urai Gubernur.

Dana Rp 15 miliar tersebut, akan digunakan untuk pengadaan alat kesehatan serta meubelair bagi RS di perbatasan. “Tak hanya bagi RS Pratama Long Bawan, tapi juga RS Pratama Long Ampung yang kita bangun. Namun, yang agak tertinggal, hanya RS di Sebuku. Dari itu, sangat diharapkan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Nunukan pro aktif dan berkoordinasi baik dengan Pemprov untuk mengusulkan kegiatan ke pusat. Sebab, Kaltara sebagai provinsi baru, APBD-nya terbatas,” jelasnya.

Meski saat ini APBD Kaltara terbatas, sedianya secara peringkat dan nominal, APBD Kaltara terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan APBD itu, sebut Gubernur, sekaligus membuktikan bahwa Pemprov Kaltara telah bekerja keras. APBD Perubahan Kaltara 2017 diperkirakan mencapai Rp 3 triliun. “Kontribusi APBD itu tidak hanya mengandalkan dana transfer dan dana perimbangan dari pusat. Tapi juga, saya selaku Gubernur dan Pemprov terus melakukan upaya intensifikasi untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita hingga mampu memberikan kontribusi lebih baik kepada APBD secara keseluruhan, “ beber Gubernur.(Humas) 

No comments