Social Items


Suarakaltara.com, TARAKAN -Terungkap  sudah motif  S  wanita yang tega membunuh bayi anak kandungnya sendiri dengan cara memasukan kedalam frezeer di tempat pencucian mobil yang berada di jalan Pulau Bunyu Kampung 1 RT. 11 Tarakan Tengah.

Kamis kemarin polisi telah melakukan visum terhadap bayi dan hasilnya tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh bayi malang tersebut.S yang sudah diamankan Kepolisian Resort Tarakan mengaku dihadapan polisi bahwa ia memang tak menginginkan anaknya tersebut lahir lantaran dianggap akan menambah beban hidupnya.

“Anak saya itu sudah meninggal sebelum saya lahirkan pak, saya tidak mau anak kedua saya lahir dan menambah beban hidup saya,” Ujar S kepada penyidik.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tarakan Choirul Jusuf juga mengungkapkan alasan mengapa S sampai tega membunuh bayi malang tersebut karena S tidak mampu mengurus anak pertamanya sehingga ia tak mau anaknya yang kedua bernasib sama.

"Dikontrakannya dia mengaku dengan pemilik kontrakan bahwa dia tak pernah tinggal dengan suaminya karena dia hanya istri siri alias simpanan," ungkap Choirul.


Dari beberapa saksi yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, tak satupun mengetahui kalau tersangka S sedang hamil dan melahirkan, hingga akhirnya jenazah bayi ditemukan oleh tukang cuci mobil dalam keadaan beku terbungkus plastik hitam didalam freezer. Polisi pun sudah menetapkan S sebagai tersangka utama dan  dijerat  pasal berlapis 340 KUHP, 341 KUHP, 342 KUHP dan pasal 80 ayat 3 , pasal 76c tentang perlindungan anak dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.(conggeng/mei)

Wanita Ini Bunuh Anaknya Karena Tak Ingin Beban Hidupnya Bertambah

SUARA KALTARA

Suarakaltara.com, TARAKAN -Terungkap  sudah motif  S  wanita yang tega membunuh bayi anak kandungnya sendiri dengan cara memasukan kedalam frezeer di tempat pencucian mobil yang berada di jalan Pulau Bunyu Kampung 1 RT. 11 Tarakan Tengah.

Kamis kemarin polisi telah melakukan visum terhadap bayi dan hasilnya tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh bayi malang tersebut.S yang sudah diamankan Kepolisian Resort Tarakan mengaku dihadapan polisi bahwa ia memang tak menginginkan anaknya tersebut lahir lantaran dianggap akan menambah beban hidupnya.

“Anak saya itu sudah meninggal sebelum saya lahirkan pak, saya tidak mau anak kedua saya lahir dan menambah beban hidup saya,” Ujar S kepada penyidik.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tarakan Choirul Jusuf juga mengungkapkan alasan mengapa S sampai tega membunuh bayi malang tersebut karena S tidak mampu mengurus anak pertamanya sehingga ia tak mau anaknya yang kedua bernasib sama.

"Dikontrakannya dia mengaku dengan pemilik kontrakan bahwa dia tak pernah tinggal dengan suaminya karena dia hanya istri siri alias simpanan," ungkap Choirul.


Dari beberapa saksi yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, tak satupun mengetahui kalau tersangka S sedang hamil dan melahirkan, hingga akhirnya jenazah bayi ditemukan oleh tukang cuci mobil dalam keadaan beku terbungkus plastik hitam didalam freezer. Polisi pun sudah menetapkan S sebagai tersangka utama dan  dijerat  pasal berlapis 340 KUHP, 341 KUHP, 342 KUHP dan pasal 80 ayat 3 , pasal 76c tentang perlindungan anak dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.(conggeng/mei)

No comments