Social Items

(Foto:INT)




SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Dalam beberapa pekan ini,  kasus narkoba diwilayah Kaltara sangat tinggi, khusunya diwilayah Kota Tarakan yang saat ini terbilang sangat pesat dengan kasus tersebut. Hal tersebut diungkapkan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara, Norhayati Andris.

Menurut Norhayati, daerah Kaltara merupakan daerah perbatasan yang sangat rawan dengan pemasok narkoba dari negeri tetangga. Sehingga, hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan DPRD untuk bekerjasama dengan instansi terkait dalam melakukan pemberantasan narkoba. 

"Narkoba ini bisa mengancam rusaknya generasi bangsa. Kalau kita lihat, hampir setiap hari ada penangkapan narkoba. Berarti ini menjadi pertanda kita darurat narkoba," tuturnya, Kamis (7/9).
Lebih jauh anggota Komisi III DPRD Provinsi Kaltara ini, semua unsur harus bersinergi dalam mengatasi persoalan ini. Agar, daerah Kaltara tidak menjadi suatu ladang untuk dijadikan bisnis empuk dalam bisnis narkoba ini. Pihaknya juga terus mendukung dan mendorong aparat keamanan untuk dapat terus memantau maupun gerakan dari pemasok atau pengedar narkoba. 

Kepolisian bisa melakukan penangkapan sampai ke akar-akarnya. Karena bisa saja yang ditangkap itu masih punya jaringan di daerah Kaltara yang belum terungkap, ujar mantan Ketua Komisi I DPRD Kaltara ini.
Selain itu, kata dia, dirinya juga mengharapkan petugas yang berjaga di perbatasan untuk terus melakukan pengawasan terkait pemasok barang haram ini. Sebab, para pemasok narkoba biasanya menggunakan jalur tikus agar terhindar dari petugas. 

Banyak jalur tikus yang digunakan. Jadi, petugas di perbatasan setidaknya dapat meningkatkan patroli agar para pemasok ini dapat tertangkap dan tidak berani masuk ke Indonesia, kata Norhayati.
Untuk menjaga generasi bangsa tidak terjerumus untuk memakai narkoba, dirinya juga mengimbau kepada pihak sekolah ataupun Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk dapat melakukan sosialisasi maupun bimbingan kepada siswa-siswi yang ada.

"Sehingga, para pelajar tidak mudah untuk terpengaruh dengan barang haram ini. Bisa ditanamkan nilai moral. Baik dari segi iman, pendidikan dan lainnya. Agar para pelajar kita tidak gampang terpengaruh. Itu harapan kami," tutupnya. (lly/kia)

Awas, Narkoba Menghantui Tarakan!

SUARA KALTARA
(Foto:INT)




SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Dalam beberapa pekan ini,  kasus narkoba diwilayah Kaltara sangat tinggi, khusunya diwilayah Kota Tarakan yang saat ini terbilang sangat pesat dengan kasus tersebut. Hal tersebut diungkapkan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara, Norhayati Andris.

Menurut Norhayati, daerah Kaltara merupakan daerah perbatasan yang sangat rawan dengan pemasok narkoba dari negeri tetangga. Sehingga, hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan DPRD untuk bekerjasama dengan instansi terkait dalam melakukan pemberantasan narkoba. 

"Narkoba ini bisa mengancam rusaknya generasi bangsa. Kalau kita lihat, hampir setiap hari ada penangkapan narkoba. Berarti ini menjadi pertanda kita darurat narkoba," tuturnya, Kamis (7/9).
Lebih jauh anggota Komisi III DPRD Provinsi Kaltara ini, semua unsur harus bersinergi dalam mengatasi persoalan ini. Agar, daerah Kaltara tidak menjadi suatu ladang untuk dijadikan bisnis empuk dalam bisnis narkoba ini. Pihaknya juga terus mendukung dan mendorong aparat keamanan untuk dapat terus memantau maupun gerakan dari pemasok atau pengedar narkoba. 

Kepolisian bisa melakukan penangkapan sampai ke akar-akarnya. Karena bisa saja yang ditangkap itu masih punya jaringan di daerah Kaltara yang belum terungkap, ujar mantan Ketua Komisi I DPRD Kaltara ini.
Selain itu, kata dia, dirinya juga mengharapkan petugas yang berjaga di perbatasan untuk terus melakukan pengawasan terkait pemasok barang haram ini. Sebab, para pemasok narkoba biasanya menggunakan jalur tikus agar terhindar dari petugas. 

Banyak jalur tikus yang digunakan. Jadi, petugas di perbatasan setidaknya dapat meningkatkan patroli agar para pemasok ini dapat tertangkap dan tidak berani masuk ke Indonesia, kata Norhayati.
Untuk menjaga generasi bangsa tidak terjerumus untuk memakai narkoba, dirinya juga mengimbau kepada pihak sekolah ataupun Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk dapat melakukan sosialisasi maupun bimbingan kepada siswa-siswi yang ada.

"Sehingga, para pelajar tidak mudah untuk terpengaruh dengan barang haram ini. Bisa ditanamkan nilai moral. Baik dari segi iman, pendidikan dan lainnya. Agar para pelajar kita tidak gampang terpengaruh. Itu harapan kami," tutupnya. (lly/kia)

No comments