Social Items

Foto : Cuplikan Video Pungli Yang di Lakukan Oleh Oknum Security kepada penumpang yang menginap di Pelabuhan Tengkayu II (SDF).


SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Dengan adanya video oknum security yang beredar di media sosial (medsos) dengan memungut biaya dari para penumpang yang menginap di terminal Pelabuhan Tengkayu I Tarakan sebanyak Rp. 10.000 perorangnya, kini sudah ditangani Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP).

Ketika dikonfirmasi, Wakapolres Tarakan Kompol Riski Fara Shandy menjelaskan, security itu yang berinisialkan WR saat ini sudah di periksa di KSKP, menurut keterangan WR, dirinya meminta sejumlah biaya sekaligus memberikan tikar bagi penumpang yang ingin tidur di sekitar loket. “Jadi WR itu meminta pungutan biaya penumpang yang tidur dipelabuhan dan ketika ada penumpang yang tanya security mana dan dia mengaku security yang berjaga di Pos," jelasnya.

Lanjutnya, pos yang di jaga security tersebut merupakan Pos gabungan Kepolisian dan Dinas Perhubungan dan Kantor Kesyahnandaran dan Otoritas Pelabuhan.

"Kita mau proses security itu sulit sekali, karena tidak adanya masyarakat yang melapor mengenai pemungutan biaya itu. Jadi kita tidak bisa lanjutkan penyidikan kepada security itu," terangnya.

Ditambahkannya, saat ini pihak Kepolisian sudah melakukan pengecekan kepada akun facebook yang meng upload video tersebut. Dirinya juga mengatakan saat ini pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk membuat surat rekomendasi yang menyatakan adanya proses administrasi di internal Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD).

"Jadi anggota kami sudah mengecek akun itu, tetapi kayaknya akun itu tidak bisa kita pastikan pemiliknya karena banyak akun palsu dan juga kami berharap pemilik akun tersebut bisa datang ke Polres Tarakan untuk membuat laporan agar bisa diselidiki atau diproses, untuk saat ini oknum tersebut tidak bisa kami tahan," tutupnya. (lly/kia)

Berdalih Tawarkan Tikar, WR Memeras Penumpang Speed

SUARA KALTARA
Foto : Cuplikan Video Pungli Yang di Lakukan Oleh Oknum Security kepada penumpang yang menginap di Pelabuhan Tengkayu II (SDF).


SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Dengan adanya video oknum security yang beredar di media sosial (medsos) dengan memungut biaya dari para penumpang yang menginap di terminal Pelabuhan Tengkayu I Tarakan sebanyak Rp. 10.000 perorangnya, kini sudah ditangani Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP).

Ketika dikonfirmasi, Wakapolres Tarakan Kompol Riski Fara Shandy menjelaskan, security itu yang berinisialkan WR saat ini sudah di periksa di KSKP, menurut keterangan WR, dirinya meminta sejumlah biaya sekaligus memberikan tikar bagi penumpang yang ingin tidur di sekitar loket. “Jadi WR itu meminta pungutan biaya penumpang yang tidur dipelabuhan dan ketika ada penumpang yang tanya security mana dan dia mengaku security yang berjaga di Pos," jelasnya.

Lanjutnya, pos yang di jaga security tersebut merupakan Pos gabungan Kepolisian dan Dinas Perhubungan dan Kantor Kesyahnandaran dan Otoritas Pelabuhan.

"Kita mau proses security itu sulit sekali, karena tidak adanya masyarakat yang melapor mengenai pemungutan biaya itu. Jadi kita tidak bisa lanjutkan penyidikan kepada security itu," terangnya.

Ditambahkannya, saat ini pihak Kepolisian sudah melakukan pengecekan kepada akun facebook yang meng upload video tersebut. Dirinya juga mengatakan saat ini pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk membuat surat rekomendasi yang menyatakan adanya proses administrasi di internal Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD).

"Jadi anggota kami sudah mengecek akun itu, tetapi kayaknya akun itu tidak bisa kita pastikan pemiliknya karena banyak akun palsu dan juga kami berharap pemilik akun tersebut bisa datang ke Polres Tarakan untuk membuat laporan agar bisa diselidiki atau diproses, untuk saat ini oknum tersebut tidak bisa kami tahan," tutupnya. (lly/kia)

No comments