Social Items

( Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
CURANMOR : BO yang diamanakan oleh Polsek Tarakan Timur.




SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Entah apa yang ada di fikirkan BO (27) pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pasalnya dirinya buron sejak 2016 lalu dan bukan hanya itu, BO juga merupakan resedifis pencurian dan baru saja keluar dibalik jeruji besi 2015 lalu.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, Pencurian yang dilakukan BO terjadi di jalan Wijaya Kusuma RT 66 Kelurahan Karang anyar 6 September 2016 tahun lalu.

“Jadi BO mencuri motor seorang mahasiswa yang bernomor polisi KT 4326 FV, 2016 tahun lalu sekira pukul 16.00 wita yang saat itu sedang terparkir didepan kantor BKSDA," jelasnya, sabtu (23/9).

Lanjut Denny, genap setahun lamanya, akhirnya Unit Satuan Reskrim Polsek Tarakan Timur berhasil mengungkap siapa di balik ranmor tersebut. Saat diamankan, BO saat itu sedang asyik nongkrong di dekat rumahnya yang berada di Jalan Sei Sesayap, Kelurahan Kampung Empat pada Selasa (19/9) sekira pukul 23.00 Wita.

"BO itu ditangkap saat dia nongkrong dan BO juga tidak melakukan perlawanan sama sekali," bebernya.

Dijelaskannya, BO yang merupakan resedivis pencurian ini tidak berkutik saat dibawa ke Polsek Tarakan Timur. Menurut pengakuan BO, dia keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan pada bulan Juli 2016 lalu. Selang tiga bulan kemudian, atau tepatnya pada September 2016 dia nekat kembali melakukan aksi kejahatan tersebut. "Awalnya motor yang dicuri BO itu di rubah warnanya yang dulunya warna merah kini menjadi warna hitam," tuturnya.

Demi mempertanggungjawabkan hasil perbuatannya, BO akan dikenakan pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). “BO saat ini sudah diamankan di Polsek Timur dan akibat ulahnya itu, ia diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara," tutupnya. (lly/kia)

Duh, Ternyata Mantan Napi Ini Gk Tobat Juga

SUARA KALTARA
( Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
CURANMOR : BO yang diamanakan oleh Polsek Tarakan Timur.




SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Entah apa yang ada di fikirkan BO (27) pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pasalnya dirinya buron sejak 2016 lalu dan bukan hanya itu, BO juga merupakan resedifis pencurian dan baru saja keluar dibalik jeruji besi 2015 lalu.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, Pencurian yang dilakukan BO terjadi di jalan Wijaya Kusuma RT 66 Kelurahan Karang anyar 6 September 2016 tahun lalu.

“Jadi BO mencuri motor seorang mahasiswa yang bernomor polisi KT 4326 FV, 2016 tahun lalu sekira pukul 16.00 wita yang saat itu sedang terparkir didepan kantor BKSDA," jelasnya, sabtu (23/9).

Lanjut Denny, genap setahun lamanya, akhirnya Unit Satuan Reskrim Polsek Tarakan Timur berhasil mengungkap siapa di balik ranmor tersebut. Saat diamankan, BO saat itu sedang asyik nongkrong di dekat rumahnya yang berada di Jalan Sei Sesayap, Kelurahan Kampung Empat pada Selasa (19/9) sekira pukul 23.00 Wita.

"BO itu ditangkap saat dia nongkrong dan BO juga tidak melakukan perlawanan sama sekali," bebernya.

Dijelaskannya, BO yang merupakan resedivis pencurian ini tidak berkutik saat dibawa ke Polsek Tarakan Timur. Menurut pengakuan BO, dia keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan pada bulan Juli 2016 lalu. Selang tiga bulan kemudian, atau tepatnya pada September 2016 dia nekat kembali melakukan aksi kejahatan tersebut. "Awalnya motor yang dicuri BO itu di rubah warnanya yang dulunya warna merah kini menjadi warna hitam," tuturnya.

Demi mempertanggungjawabkan hasil perbuatannya, BO akan dikenakan pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). “BO saat ini sudah diamankan di Polsek Timur dan akibat ulahnya itu, ia diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara," tutupnya. (lly/kia)

No comments