Social Items

( Foto : IST)




SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Kasus bayi freezer beberapa pekan lalu menghebohkan warga Tarakan, kini bergulir kembali.  Pihak penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kembali melakukan pemeriksaan tambahan terhadap SFH. Pemeriksaan tambahan yang dilakukan unit PPA tersebut juga melakukan pemeriksaan terhadap suami siri dan Ibu kandung SFH.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Denny Mardyanto menjelaskan, Pemeriksaan tambahan ini juga dilakukan diruangan terpisah dan pemeriksaan SFH ini dilakukan untuk melengkapi berkas SFH yang akan dikirim ke tahap 1 Kejaksaan Negeri.
“Jadi SFH ini sudah masuk dalam tahap 1. Jadi kita tinggal menunggu aja dari pihak ke Kejaksaan Negeri,” jelasnya, jumat (15/9).

Lanjut Denny, Pemeriksaan SFH dan dua orang terdekatnya ini dilakukan terpisah untuk menyamakan keterangan ketiganya dalam pemeriksaan sebelumnya. “Jadi pemeriksaan kita pisah dan kita juga sekaligus melakukan pemeriksaan agar mengetahui keterangan mereka apakah ada yang berbeda atau tidak,” bebernya.

Ditambahkan Denny, hasil pemeriksaan lanjutan ini, dirinya enggan menjelaskan lebih rinci. Ia mengaku saat ini penyidik masih membandingkan keterangan ketiganya dengan berita acara sebelumnya. “Kan bisa jadi masih ada kejanggalan dalam keterangan mereka, makanya perlu dilakukan pemeriksaan tambahan lagi,” tambah Denny.

Sememtara itu, pemeriksaan SFH ini merupakan yang kelima kalinya sepanjang kasusnya berjalan. Namun, Ipda Denny memastikan kondisi SFH secara garis besar tidak mengalami depresi dan bisa memberikan keterangan dengan baik.
Kemudian terkait rencana rekontruksi kejadian Ipda Denny mengaku belum ada informasi dari penyidik Satreskrim. Namun, jika pelaksanaan harus dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama di rumah SFH, di Jalan Lestari RT 3, Kelurahan Karang Harapan, pengamanan akan diperketat.

“Kasus SFH ini kan, cukup menyita perhatian masyarakat. Kita takutnya kan banyak masyarakat yang menonton makanya kalau ternyata dilakukan di TKP pertama tempat SFH melahirkan tergantung penyidik, kita akan tetap tingkatkan keamanan,” tegasnya.SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Kasus bayi freezer beberapa pekan lalu menghebohkan warga Tarakan, kini bergulir kembali.  Pihak penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kembali melakukan pemeriksaan tambahan terhadap SFH. Pemeriksaan tambahan yang dilakukan unit PPA tersebut juga melakukan pemeriksaan terhadap suami siri dan Ibu kandung SFH.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Denny Mardyanto menjelaskan, Pemeriksaan tambahan ini juga dilakukan diruangan terpisah dan pemeriksaan SFH ini dilakukan untuk melengkapi berkas SFH yang akan dikirim ke tahap 1 Kejaksaan Negeri.
“Jadi SFH ini sudah masuk dalam tahap 1. Jadi kita tinggal menunggu aja dari pihak ke Kejaksaan Negeri,” jelasnya, jumat (15/9).

Lanjut Denny, Pemeriksaan SFH dan dua orang terdekatnya ini dilakukan terpisah untuk menyamakan keterangan ketiganya dalam pemeriksaan sebelumnya. “Jadi pemeriksaan kita pisah dan kita juga sekaligus melakukan pemeriksaan agar mengetahui keterangan mereka apakah ada yang berbeda atau tidak,” bebernya.

Ditambahkan Denny, hasil pemeriksaan lanjutan ini, dirinya enggan menjelaskan lebih rinci. Ia mengaku saat ini penyidik masih membandingkan keterangan ketiganya dengan berita acara sebelumnya. “Kan bisa jadi masih ada kejanggalan dalam keterangan mereka, makanya perlu dilakukan pemeriksaan tambahan lagi,” tambah Denny.

Sememtara itu, pemeriksaan SFH ini merupakan yang kelima kalinya sepanjang kasusnya berjalan. Namun, Ipda Denny memastikan kondisi SFH secara garis besar tidak mengalami depresi dan bisa memberikan keterangan dengan baik.
Kemudian terkait rencana rekontruksi kejadian Ipda Denny mengaku belum ada informasi dari penyidik Satreskrim. Namun, jika pelaksanaan harus dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama di rumah SFH, di Jalan Lestari RT 3, Kelurahan Karang Harapan, pengamanan akan diperketat.

“Kasus SFH ini kan, cukup menyita perhatian masyarakat. Kita takutnya kan banyak masyarakat yang menonton makanya kalau ternyata dilakukan di TKP pertama tempat SFH melahirkan tergantung penyidik, kita akan tetap tingkatkan keamanan,” tegasnya. (lly/kia)

Kembali Bergulir, Suami Siri Dan Ibu SFH di Periksa Polisi

SUARA KALTARA
( Foto : IST)




SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Kasus bayi freezer beberapa pekan lalu menghebohkan warga Tarakan, kini bergulir kembali.  Pihak penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kembali melakukan pemeriksaan tambahan terhadap SFH. Pemeriksaan tambahan yang dilakukan unit PPA tersebut juga melakukan pemeriksaan terhadap suami siri dan Ibu kandung SFH.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Denny Mardyanto menjelaskan, Pemeriksaan tambahan ini juga dilakukan diruangan terpisah dan pemeriksaan SFH ini dilakukan untuk melengkapi berkas SFH yang akan dikirim ke tahap 1 Kejaksaan Negeri.
“Jadi SFH ini sudah masuk dalam tahap 1. Jadi kita tinggal menunggu aja dari pihak ke Kejaksaan Negeri,” jelasnya, jumat (15/9).

Lanjut Denny, Pemeriksaan SFH dan dua orang terdekatnya ini dilakukan terpisah untuk menyamakan keterangan ketiganya dalam pemeriksaan sebelumnya. “Jadi pemeriksaan kita pisah dan kita juga sekaligus melakukan pemeriksaan agar mengetahui keterangan mereka apakah ada yang berbeda atau tidak,” bebernya.

Ditambahkan Denny, hasil pemeriksaan lanjutan ini, dirinya enggan menjelaskan lebih rinci. Ia mengaku saat ini penyidik masih membandingkan keterangan ketiganya dengan berita acara sebelumnya. “Kan bisa jadi masih ada kejanggalan dalam keterangan mereka, makanya perlu dilakukan pemeriksaan tambahan lagi,” tambah Denny.

Sememtara itu, pemeriksaan SFH ini merupakan yang kelima kalinya sepanjang kasusnya berjalan. Namun, Ipda Denny memastikan kondisi SFH secara garis besar tidak mengalami depresi dan bisa memberikan keterangan dengan baik.
Kemudian terkait rencana rekontruksi kejadian Ipda Denny mengaku belum ada informasi dari penyidik Satreskrim. Namun, jika pelaksanaan harus dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama di rumah SFH, di Jalan Lestari RT 3, Kelurahan Karang Harapan, pengamanan akan diperketat.

“Kasus SFH ini kan, cukup menyita perhatian masyarakat. Kita takutnya kan banyak masyarakat yang menonton makanya kalau ternyata dilakukan di TKP pertama tempat SFH melahirkan tergantung penyidik, kita akan tetap tingkatkan keamanan,” tegasnya.SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Kasus bayi freezer beberapa pekan lalu menghebohkan warga Tarakan, kini bergulir kembali.  Pihak penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kembali melakukan pemeriksaan tambahan terhadap SFH. Pemeriksaan tambahan yang dilakukan unit PPA tersebut juga melakukan pemeriksaan terhadap suami siri dan Ibu kandung SFH.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Denny Mardyanto menjelaskan, Pemeriksaan tambahan ini juga dilakukan diruangan terpisah dan pemeriksaan SFH ini dilakukan untuk melengkapi berkas SFH yang akan dikirim ke tahap 1 Kejaksaan Negeri.
“Jadi SFH ini sudah masuk dalam tahap 1. Jadi kita tinggal menunggu aja dari pihak ke Kejaksaan Negeri,” jelasnya, jumat (15/9).

Lanjut Denny, Pemeriksaan SFH dan dua orang terdekatnya ini dilakukan terpisah untuk menyamakan keterangan ketiganya dalam pemeriksaan sebelumnya. “Jadi pemeriksaan kita pisah dan kita juga sekaligus melakukan pemeriksaan agar mengetahui keterangan mereka apakah ada yang berbeda atau tidak,” bebernya.

Ditambahkan Denny, hasil pemeriksaan lanjutan ini, dirinya enggan menjelaskan lebih rinci. Ia mengaku saat ini penyidik masih membandingkan keterangan ketiganya dengan berita acara sebelumnya. “Kan bisa jadi masih ada kejanggalan dalam keterangan mereka, makanya perlu dilakukan pemeriksaan tambahan lagi,” tambah Denny.

Sememtara itu, pemeriksaan SFH ini merupakan yang kelima kalinya sepanjang kasusnya berjalan. Namun, Ipda Denny memastikan kondisi SFH secara garis besar tidak mengalami depresi dan bisa memberikan keterangan dengan baik.
Kemudian terkait rencana rekontruksi kejadian Ipda Denny mengaku belum ada informasi dari penyidik Satreskrim. Namun, jika pelaksanaan harus dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama di rumah SFH, di Jalan Lestari RT 3, Kelurahan Karang Harapan, pengamanan akan diperketat.

“Kasus SFH ini kan, cukup menyita perhatian masyarakat. Kita takutnya kan banyak masyarakat yang menonton makanya kalau ternyata dilakukan di TKP pertama tempat SFH melahirkan tergantung penyidik, kita akan tetap tingkatkan keamanan,” tegasnya. (lly/kia)

No comments