Social Items

(Foto : cuk/SuaraKaltara.com) 



SUARAKALTARA.com,TANJUNG SELOR - Kelangkaan gas elpiji 3 Kg (si melon) kembali terjadi di Bulungan. Terutama di Tanjung Selor dan sekitarnya. Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Bulungan Hamri Efendi mengakui adanya kekosongan stok si melon belakangan ini.

Menurut Hamri, kekosongan bukan hanya terjadi di wilayah Kabupaten Bulungan saja, namun juga di sejumlah wilayah lain. Seperti di Samarinda dan Berau (Kaltim) yang juga mengalami kelangkaan tabung gas lpg 3 kg.

“Kita dapat laporan dari agen yang ada di sini (Tanjung Selor), kalau di Pertamina Samarinda memang terjadi kekosongan. Tapi sekarang sudah mulai kembali normal,” jelasnya.

Jika terjadi kekosongan, kata dia, ada dua hal penyebabnya, kalau bukan karena di agen Pertamina yang kosong, bisa jadi karena jalan atau akses untuk pengantaran gas dari Samarinda ke Tanjung Selor terjadi longsor atau rusak. Sehingga menghambat akses transportasi untuk bisa sampai tepat waktu.

“Kelangkaan kali ini memang terjadi di Samarinda yang berimbas di tempat kita. Sebab selama ini kita memasok gas itu dari Samarinda. Bukan hanya itu, di Balikpapan juga sempat terjadi kekosongan,” lanjut Hamri.

Sementara itu, salah satu pedagang gas yang ada di kawasan Jl Katamso, ditemui dikios miliknya mengatakan, beberapa waktu lalu pasokan tabung gas 3 kg memang sempat kosong, bahkan ada beberapa warga yang sampai menitipkan tabung gasnya ke toko miliknya.

“Sempat tiga hari gas yang saya jual kosong. Tapi sekarang sudah ada. Ya mudahan normal saja pasokan yang dikirim ke kita. Agar bisa dijual untuk kebutuhan bersama,” ujar Wandi, pedagang tersebut saat dijumpai di kios miliknya.

Meski sempat mengalami kekosongan tabung, kata dia untuk harga jual tidak mengalami kenaikan. Dia menjual dengan harga Rp 25 ribu per tabung. Dirinya mengaku, dalam sehari bisa menjual tabung gas hingga 5 sampai 7 tabung.

“Kita itu kadang dijatah paling 20 tabung saja yang kita jual. Nanti dua minggu kemudian ada lagi tabung gas datang untuk ditukar sama yang sudah berisi. Kalau tabung gas kosong itu juga bisa dilihat. Kita balik tabungnya meski kita pajang di luar agar atau kita tulisi bahwa gas kosong,” imbuh dia. (cuk/kia)

Lagi-lagi, Si Melon Susah di Temukan

SUARA KALTARA
(Foto : cuk/SuaraKaltara.com) 



SUARAKALTARA.com,TANJUNG SELOR - Kelangkaan gas elpiji 3 Kg (si melon) kembali terjadi di Bulungan. Terutama di Tanjung Selor dan sekitarnya. Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Bulungan Hamri Efendi mengakui adanya kekosongan stok si melon belakangan ini.

Menurut Hamri, kekosongan bukan hanya terjadi di wilayah Kabupaten Bulungan saja, namun juga di sejumlah wilayah lain. Seperti di Samarinda dan Berau (Kaltim) yang juga mengalami kelangkaan tabung gas lpg 3 kg.

“Kita dapat laporan dari agen yang ada di sini (Tanjung Selor), kalau di Pertamina Samarinda memang terjadi kekosongan. Tapi sekarang sudah mulai kembali normal,” jelasnya.

Jika terjadi kekosongan, kata dia, ada dua hal penyebabnya, kalau bukan karena di agen Pertamina yang kosong, bisa jadi karena jalan atau akses untuk pengantaran gas dari Samarinda ke Tanjung Selor terjadi longsor atau rusak. Sehingga menghambat akses transportasi untuk bisa sampai tepat waktu.

“Kelangkaan kali ini memang terjadi di Samarinda yang berimbas di tempat kita. Sebab selama ini kita memasok gas itu dari Samarinda. Bukan hanya itu, di Balikpapan juga sempat terjadi kekosongan,” lanjut Hamri.

Sementara itu, salah satu pedagang gas yang ada di kawasan Jl Katamso, ditemui dikios miliknya mengatakan, beberapa waktu lalu pasokan tabung gas 3 kg memang sempat kosong, bahkan ada beberapa warga yang sampai menitipkan tabung gasnya ke toko miliknya.

“Sempat tiga hari gas yang saya jual kosong. Tapi sekarang sudah ada. Ya mudahan normal saja pasokan yang dikirim ke kita. Agar bisa dijual untuk kebutuhan bersama,” ujar Wandi, pedagang tersebut saat dijumpai di kios miliknya.

Meski sempat mengalami kekosongan tabung, kata dia untuk harga jual tidak mengalami kenaikan. Dia menjual dengan harga Rp 25 ribu per tabung. Dirinya mengaku, dalam sehari bisa menjual tabung gas hingga 5 sampai 7 tabung.

“Kita itu kadang dijatah paling 20 tabung saja yang kita jual. Nanti dua minggu kemudian ada lagi tabung gas datang untuk ditukar sama yang sudah berisi. Kalau tabung gas kosong itu juga bisa dilihat. Kita balik tabungnya meski kita pajang di luar agar atau kita tulisi bahwa gas kosong,” imbuh dia. (cuk/kia)

No comments