Social Items

(Foto/Int)



SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Lampu Rambu Lalu Lintas di perempatan Markoni yang menghubungkan beberapa arah terlihat tidak berfungsi lagi atau mati total. Setiap hari warga masyarakat melewati perempatan tersebut, fasilitas yang seharusnya bisa mengatasi kemacetan serta mengatur jalan ini hanya menjadi pajangan. Minggu (17/9).

Akibatnya, sejumlah pengendara baik roda dua maupun roda empat mulai tidak beraturan saat melewati jalan tersebut, jumlah pengendara pun banyak. Terkadang mereka berhenti di perempatan jalan karena macet sambil menoleh ke arah lampu lalu lintas yang tidak beroperasi.

Bahkan di lokasi yang sama sekitar pukul 16.00 kepadatan kendaraan terjadi, ditambah lagi dengan jam pulang kerja. Sejumlah pengendara saling serobot dengan kendaraan lain dan tidak ada yang mau mengalah sehingga hal ini membuat suara bising klakson terus terdengar.

"Lo tuh gimana sih. Sini yang jalan duluan," teriak pengendara motor dari arah Taman Oval (TO) Markoni menuju Stadiun. "Mana tahu ini lampunya mati semua," jawab pengendara lain.

Seorang pegawai swasta salah satu yayasan sekolah yakni Don Bosco Tarakan, Miano mengaku dirinya dengan menggunakan sepeda motor kerap terjebak macet akibat lampu lalu lintas yang tidak menyala. Miano berharap Dishub bekerja sama dengan kepolisian terus mengawasi lampu lalu lintas tersebut.

"Ini memang sudah kerap terjadi kalau melewati perempatan Markoni, tidak ada yang mau mengalah," kata Miano kepada Suarakaltara.com.

Miano mempertanyakan kerja pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Tarakan yang seharusnya sudah paham akan kondisi lapangan. Namun, kata dia, di kawasan itu tidak ada perubahan, sehingga banyak pengendara memilih egois dan tidak memberi jalan kepada pengendara lain.
Ada juga lampu lalu lintas yang menyala bergantian. Maksudnya, lampu merah yang menandakan berhenti menyala di sisi kanan, sedangkan saat lampu hijau yang berarti jalan justru menyala di sisi kiri dan lampu sisi kanannya mati.
"Daripada salah menggunakan anggaran kan mending perbaiki rambu lalu lintas, kita sama-sama pengguna jalan tahulah butuhnya traffic light," ujar Miano.(Rico/RisK)

Lampu Merah Markoni Tidak Berfungsi

SUARA KALTARA
(Foto/Int)



SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Lampu Rambu Lalu Lintas di perempatan Markoni yang menghubungkan beberapa arah terlihat tidak berfungsi lagi atau mati total. Setiap hari warga masyarakat melewati perempatan tersebut, fasilitas yang seharusnya bisa mengatasi kemacetan serta mengatur jalan ini hanya menjadi pajangan. Minggu (17/9).

Akibatnya, sejumlah pengendara baik roda dua maupun roda empat mulai tidak beraturan saat melewati jalan tersebut, jumlah pengendara pun banyak. Terkadang mereka berhenti di perempatan jalan karena macet sambil menoleh ke arah lampu lalu lintas yang tidak beroperasi.

Bahkan di lokasi yang sama sekitar pukul 16.00 kepadatan kendaraan terjadi, ditambah lagi dengan jam pulang kerja. Sejumlah pengendara saling serobot dengan kendaraan lain dan tidak ada yang mau mengalah sehingga hal ini membuat suara bising klakson terus terdengar.

"Lo tuh gimana sih. Sini yang jalan duluan," teriak pengendara motor dari arah Taman Oval (TO) Markoni menuju Stadiun. "Mana tahu ini lampunya mati semua," jawab pengendara lain.

Seorang pegawai swasta salah satu yayasan sekolah yakni Don Bosco Tarakan, Miano mengaku dirinya dengan menggunakan sepeda motor kerap terjebak macet akibat lampu lalu lintas yang tidak menyala. Miano berharap Dishub bekerja sama dengan kepolisian terus mengawasi lampu lalu lintas tersebut.

"Ini memang sudah kerap terjadi kalau melewati perempatan Markoni, tidak ada yang mau mengalah," kata Miano kepada Suarakaltara.com.

Miano mempertanyakan kerja pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Tarakan yang seharusnya sudah paham akan kondisi lapangan. Namun, kata dia, di kawasan itu tidak ada perubahan, sehingga banyak pengendara memilih egois dan tidak memberi jalan kepada pengendara lain.
Ada juga lampu lalu lintas yang menyala bergantian. Maksudnya, lampu merah yang menandakan berhenti menyala di sisi kanan, sedangkan saat lampu hijau yang berarti jalan justru menyala di sisi kiri dan lampu sisi kanannya mati.
"Daripada salah menggunakan anggaran kan mending perbaiki rambu lalu lintas, kita sama-sama pengguna jalan tahulah butuhnya traffic light," ujar Miano.(Rico/RisK)

No comments