Social Items

(Foto : Rizkia/SuaraKaltara.com) Kepala Bandara Intenasional Juwata Tarakan, Hemi Pamuraharjo.





SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Kecelakaan pesawat yang sering terjadi di Indonesia belakangan ini membuat pihak Bandara Juwata Tarakan mengambil langkah antisipasi yaitu dengan mengadakan simulasi kecelakaan pesawat. Simulasi ini sendiri bertujuan untuk mengasah kecakapan para petugas penyelamat. Sebanyak 146 orang yang terdiri dari siswa siswi SMA/K Tarakan, personil TNI/Polri dan dinas terkait.

Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan, Hemy Pamuraharjo menjelaskan adalah latihan rutin yang dilakukan 3 tahun sekali. "Latihan ini dilakukan tiap 3 tahun sekali untuk melatih kecakapan personil, ada juga latihan yang kecil-kecil setahun 2 kali," paparnya kepada SuaraKaltara.com.

Ia menerangkan dalam latihan ini dikerahkan sebanyak 4 mobil pemadam kebakaran dan 6 ambulance yang stand by jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Dalam SOP penyelamatan penumpang sudah harus keluar dari dalam pesawat dalam waktu 1 menit 30 detik," ujarnya lagi. (Kia)


Latih Kecakapan, Kabandara : Ini Rutin 3 Tahun Sekali

SUARA KALTARA
(Foto : Rizkia/SuaraKaltara.com) Kepala Bandara Intenasional Juwata Tarakan, Hemi Pamuraharjo.





SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Kecelakaan pesawat yang sering terjadi di Indonesia belakangan ini membuat pihak Bandara Juwata Tarakan mengambil langkah antisipasi yaitu dengan mengadakan simulasi kecelakaan pesawat. Simulasi ini sendiri bertujuan untuk mengasah kecakapan para petugas penyelamat. Sebanyak 146 orang yang terdiri dari siswa siswi SMA/K Tarakan, personil TNI/Polri dan dinas terkait.

Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan, Hemy Pamuraharjo menjelaskan adalah latihan rutin yang dilakukan 3 tahun sekali. "Latihan ini dilakukan tiap 3 tahun sekali untuk melatih kecakapan personil, ada juga latihan yang kecil-kecil setahun 2 kali," paparnya kepada SuaraKaltara.com.

Ia menerangkan dalam latihan ini dikerahkan sebanyak 4 mobil pemadam kebakaran dan 6 ambulance yang stand by jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Dalam SOP penyelamatan penumpang sudah harus keluar dari dalam pesawat dalam waktu 1 menit 30 detik," ujarnya lagi. (Kia)


No comments