Social Items

(Foto : Cuk/SuaraKaltara.com) RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung  Selor



SUARAKALTARA.com,TANJUNG SELOR - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soemarno Sosroatmodjo, Bulungan melalui Kepala Tata Usaha (TU) Chas Darmawan mengatakan, daya listrik yang diberikan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk memenuhi kebutuhan di rumah sakit terbesar di Bulungan saat ini itu, masih belum mencukupi. Disebutkan, daya yang ada hanya 135 kvh. Sementara yang dibutuhkan sekitar 500 kvh.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik, sementara ini pihak rumah sakit menghidupkan mesin generator listrik (genset) sebesar 250 kvh. Padahal biaya BBMnya sangat mahal. Pihaknya sudah minta tambahan daya dari PLN, agar tidak lagi menggunakan genset. Namun hingga kini belum dipenuhi. Karena jika mengandalkan genset biaya oprasional untuk membeli bahan bakar membutuhkan biaya yang cukup besar, belum lagi jika terjadi kelangkaan.

Untuk itu sebelum penambahan daya listrik, sebut dia bahwa pihaknya akan membenahi beberpa jaringan listrik dan instalasi yang ada di RSUD.
Selama ini, RSUD masih perlu tambahan daya listrik untuk mengoperasikan semua alat-alat rumah sakit. Sebab, ketika semua alat rumah sakit dioperasikan pada tegangan puncak, terpaksa dibantu dengan genset.

Persoalan lainnya, sebut Chas, adalah sering terjadinya pemadaman listrik. Kondisi ini diakuinya membuat alat kesehatan di RSUD mengalami kerusakan. Terutama di ruang Instalasi Laboratorium. Karena tegangan listrik paling besar ada pada alat-alat laboratoriun untuk pemeriksaan kesehatan.

Untuk itu pihaknya akan berencana meminta kepada PLN untuk penambahan daya. Namun sebelum adanya penambahan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni jaringan listik yang ada di rumah sakit. “Kita perbaiki dulu beberapa instalasi jaringan listrik sebelum ada penambahan. Karena ada pembagian listrik yang tidak simbang,” ucapnya.

Sejak berdirinya RSUD di tahun 1986 ada beberapa instalasi listrik yang tidak layak lagi digunakan, maka dari itu sebelum ada penambahan listik maka pihaknya terlebih dahulu memperbaiki jaringan yang ada. (cuk/kia)

Listrik Tak Memadai, Alkes RSUD Bulungan Rusak

SUARA KALTARA
(Foto : Cuk/SuaraKaltara.com) RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung  Selor



SUARAKALTARA.com,TANJUNG SELOR - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soemarno Sosroatmodjo, Bulungan melalui Kepala Tata Usaha (TU) Chas Darmawan mengatakan, daya listrik yang diberikan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk memenuhi kebutuhan di rumah sakit terbesar di Bulungan saat ini itu, masih belum mencukupi. Disebutkan, daya yang ada hanya 135 kvh. Sementara yang dibutuhkan sekitar 500 kvh.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik, sementara ini pihak rumah sakit menghidupkan mesin generator listrik (genset) sebesar 250 kvh. Padahal biaya BBMnya sangat mahal. Pihaknya sudah minta tambahan daya dari PLN, agar tidak lagi menggunakan genset. Namun hingga kini belum dipenuhi. Karena jika mengandalkan genset biaya oprasional untuk membeli bahan bakar membutuhkan biaya yang cukup besar, belum lagi jika terjadi kelangkaan.

Untuk itu sebelum penambahan daya listrik, sebut dia bahwa pihaknya akan membenahi beberpa jaringan listrik dan instalasi yang ada di RSUD.
Selama ini, RSUD masih perlu tambahan daya listrik untuk mengoperasikan semua alat-alat rumah sakit. Sebab, ketika semua alat rumah sakit dioperasikan pada tegangan puncak, terpaksa dibantu dengan genset.

Persoalan lainnya, sebut Chas, adalah sering terjadinya pemadaman listrik. Kondisi ini diakuinya membuat alat kesehatan di RSUD mengalami kerusakan. Terutama di ruang Instalasi Laboratorium. Karena tegangan listrik paling besar ada pada alat-alat laboratoriun untuk pemeriksaan kesehatan.

Untuk itu pihaknya akan berencana meminta kepada PLN untuk penambahan daya. Namun sebelum adanya penambahan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni jaringan listik yang ada di rumah sakit. “Kita perbaiki dulu beberapa instalasi jaringan listrik sebelum ada penambahan. Karena ada pembagian listrik yang tidak simbang,” ucapnya.

Sejak berdirinya RSUD di tahun 1986 ada beberapa instalasi listrik yang tidak layak lagi digunakan, maka dari itu sebelum ada penambahan listik maka pihaknya terlebih dahulu memperbaiki jaringan yang ada. (cuk/kia)

No comments