Social Items

(Foto:LLY/SuaraKaltara.com) TERTANGKAP : SF dan AD yang tertangkap unit Jatrantas Polres Tarakan beserta 2 barang bukti yang diamankan.





SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) akhir-akhir ini perlu diwaspadai khususnya bagi warga Tarakan. Kali ini, kejadian curanmor kembali terjadi Sabtu (19/8).

Roby, salah seorang korban memarkir kendaraanya yang beralamat di Jalan Sei Mahakam, Kelurahan Kampung Empat, persisnya di depan rumahnya. Roby menuturkan setelah memarkir kendaraanya, ia masuk kedalam rumah. Baru saja ditinggal sebentar motor miliknya telah raib digondol maling.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas, Denny Mardyanto menjelaskan, saat Roby mengetahui hilangnya sepeda motornya, lantas korban langsung melaporkan ke Polres Tarakan pada waktu yang bersamaan.

Saat dilakukan penyelidikan Unit Jatanras Reskrim Polres Tarakan akhirnya bisa mengamankan pelaku curanmor pada Senin (11/9). “Jadi pelaku itu dua orang yang berinisialkan SF dan AD, kemudian mereka itu ditangkap di rumahnya masing-masing yang berada di Selumit," jelasnya, senin (11/9).

Lanjut Denny, saat petugas melakukan penangkapan AD sempat lari menghindari kejaran petugas. Namun akhirnya AD  dapat diamankan dan tidak dapat mengelak dari kejaran aparat kepolisian. Untuk penangkapan SF saat diamankan, aparat kepolisian tidak mendapatkan perlawanan. “Infonya, SF ini juga baru keluar dari penjara,” tambahnya.

Diakui Denny, kedua pelaku tersebut merupakan resedivis kasus pencurian. Untuk SF sendiri, diketahui sudah tiga kali keluar masuk penjara dengan kasus pencurian sedangan AD, sudah dua kali mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan. “Untuk barang bukti yang disita, yakni 1 unit kendaraan bermotor jenis Satria FU yang masih berada di rumah SF. Motor yang awalnya berwarna putih biru sempat dirubah menjadi warna hitam oleh si pelaku,” kata Ipda Denny.

Dijelaskannya, modus yang dilancarkan oleh kedua pelaku yakni dengan cara berboncengan dengan sepeda motor, lalu memantau dengan berkeliling di seluruh rumah warga. Setelah mendapatkan incaran sepeda motor yang pelaku inginkan, SF dan AD merusak kontak kunci kendaraan dengan menggunakan kunci T serta gunting. Lalu, setelah melihat keadaan sekitar sudah sepi, kedua pelaku mendorong serta menyalakan sepeda motor yang pelaku curi. “Pengakuan kedua pelaku, motor yang dia (SF dan AD) curi, juga akan dijual kembali. Tapi, belum sempat menjual sudah ditangkap Unit Jatanras Reskrim Polres Tarakan,” jelas pria berpangkat satu balok ini.
Akibat ulahnya tersebut, SF dan AD dikenakan pasal 363 dengan tindak pidana pencurian. Dengan ancaman hukuman pidana diatas  lima tahun penjara. (lly/kia)

Meresahkan, Duo Residivis Terciduk Lagi!

SUARA KALTARA
(Foto:LLY/SuaraKaltara.com) TERTANGKAP : SF dan AD yang tertangkap unit Jatrantas Polres Tarakan beserta 2 barang bukti yang diamankan.





SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) akhir-akhir ini perlu diwaspadai khususnya bagi warga Tarakan. Kali ini, kejadian curanmor kembali terjadi Sabtu (19/8).

Roby, salah seorang korban memarkir kendaraanya yang beralamat di Jalan Sei Mahakam, Kelurahan Kampung Empat, persisnya di depan rumahnya. Roby menuturkan setelah memarkir kendaraanya, ia masuk kedalam rumah. Baru saja ditinggal sebentar motor miliknya telah raib digondol maling.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas, Denny Mardyanto menjelaskan, saat Roby mengetahui hilangnya sepeda motornya, lantas korban langsung melaporkan ke Polres Tarakan pada waktu yang bersamaan.

Saat dilakukan penyelidikan Unit Jatanras Reskrim Polres Tarakan akhirnya bisa mengamankan pelaku curanmor pada Senin (11/9). “Jadi pelaku itu dua orang yang berinisialkan SF dan AD, kemudian mereka itu ditangkap di rumahnya masing-masing yang berada di Selumit," jelasnya, senin (11/9).

Lanjut Denny, saat petugas melakukan penangkapan AD sempat lari menghindari kejaran petugas. Namun akhirnya AD  dapat diamankan dan tidak dapat mengelak dari kejaran aparat kepolisian. Untuk penangkapan SF saat diamankan, aparat kepolisian tidak mendapatkan perlawanan. “Infonya, SF ini juga baru keluar dari penjara,” tambahnya.

Diakui Denny, kedua pelaku tersebut merupakan resedivis kasus pencurian. Untuk SF sendiri, diketahui sudah tiga kali keluar masuk penjara dengan kasus pencurian sedangan AD, sudah dua kali mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan. “Untuk barang bukti yang disita, yakni 1 unit kendaraan bermotor jenis Satria FU yang masih berada di rumah SF. Motor yang awalnya berwarna putih biru sempat dirubah menjadi warna hitam oleh si pelaku,” kata Ipda Denny.

Dijelaskannya, modus yang dilancarkan oleh kedua pelaku yakni dengan cara berboncengan dengan sepeda motor, lalu memantau dengan berkeliling di seluruh rumah warga. Setelah mendapatkan incaran sepeda motor yang pelaku inginkan, SF dan AD merusak kontak kunci kendaraan dengan menggunakan kunci T serta gunting. Lalu, setelah melihat keadaan sekitar sudah sepi, kedua pelaku mendorong serta menyalakan sepeda motor yang pelaku curi. “Pengakuan kedua pelaku, motor yang dia (SF dan AD) curi, juga akan dijual kembali. Tapi, belum sempat menjual sudah ditangkap Unit Jatanras Reskrim Polres Tarakan,” jelas pria berpangkat satu balok ini.
Akibat ulahnya tersebut, SF dan AD dikenakan pasal 363 dengan tindak pidana pencurian. Dengan ancaman hukuman pidana diatas  lima tahun penjara. (lly/kia)

No comments