Social Items

(Foto : INT)





SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengeluhkan tentang kinerja salah satu oknum dosen yang menghambat ia dan beberapa rekannya untuk menyelesaikan skripsinya ketika melakukan bimbingan. Sering sekali mahasiswa lainnya yang kuliah dengan jurusan itu mengeluh tentang sikap dan tingkah laku dosen yang tidak sesuai bagaimana semestinya.

Oknum dosen yang berinisial MA ini, sebelum  melakukan bimbingan terhadap mahasiswa yang bersangkutan pasti ada saja hal yang menyangkut kepentingan pribadinya ia limpahkan kepada mahasiswa bimbingannya. Salah satu pengalaman yang pernah dirasakan salah satu mahasiswa yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan bahwa ketika dirinya bimbingan dengan MA itu selalu dititip makanan dan juga selalu di suruh ke rumahnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

"Banyak dari kami sudah menjadi korbannya, dan tidak semestinya MA berbuat seperti itu," ujar salah seorang mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya.

Hal ini dapat diketahui dari banyak mahasiswa yang menempuh jurusan PGSD di Universitas Borneo. Mahasiswa ini juga sering kali bertanya kepada teman yang sama di bimbing oleh MA tersebut atas kelakuannya terhadap dirinya. Semua mahasiwa yang ditanyakan tentang permasalahan itu, rata-rata mengaku juga diperlakukan seperti itu.

Contoh lain, ketika sudah membelikan makanan sesuai keinginan MA, ketika ada bimbingan dirumahnya ia juga tak segan-segan menyuruh mahasiswa bimbingannya untuk mengangkat jemuran, melipat pakaian serta mencuci piring kotor dikediamannya.

Melihat hal ini, membuat mahasiswa itu merasa ada yang aneh dengan tingkah MA selaku dosen dan merasa dirugikan. Tujuannya yang tadi mau bimbingan malah dimanfaatkan MA untuk kerja membantu dia membersihkan rumah.

"Merasa dirugikan lah, habis selesai kita bantu dia malah bimbingan skripsi kita tertunda dan juga kita bimbingan sama dia tidak dapat apa-apa cuman omongan sebentar yang tidak ada penjelasan dari bimbingan yang diinginkan," kata salah seorang mahasiswi lain yang juga merasa dirugikan karena sikap MA.

Ketika keinginan MA tidak terpenuhi maka mahasiswa yang bersangkutan akan mendapat kesulitan dalam bimbingan selanjutnya. Apalagi sebagian besar permintaan MA adalah keinginan anaknya sehingga harus selalu terpenuhi.

"Waktu bimbingan juga selalu tidak kondusif, karena dia selalu main hp lah, urus anaknya lah jadi kami dicuekin," tambahnya kesal.

Pengalaman mahasiswi lain juga tak kalah merugikan. Salah satu mahasiswa bimbingannya yang diajak menginap dikediamannya bukannya dibantu menyelesaikan skripsi malahan disuruh mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Bahkan, ada salah satu mahasiswa yang dipinjam uangnya namun hingga kini tak kunjung dikembalikan.

"Saya pun pernah mau dipinjamin uang tapi belum dikasih karena kondisi ekonomi saya yang kurang," paparnya.

Hal ini sudah pernah dilaporkan salah seorang mahasiswa kepada Dekan dan sudah mendapat teguran. Namun, bukannya berubah sikap MA malah semakin menjadi dan membuat banyak mahasiswa menjadi geram akan tingkahnya.

"Salah satu oknum saja, tidak yang lain mas," ungkap mahasiswa yang lagi-lagi tak ingin disebut namanya.

Ketika ditemui oleh SuaraKaltara.com, pihak Dekan UBT masih bungkam dan tak mau berkomentar tentang persoalan ini. (TIM)

Merugikan, Mahasiswa UB Keluhkan Perlakuan MA

SUARA KALTARA
(Foto : INT)





SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengeluhkan tentang kinerja salah satu oknum dosen yang menghambat ia dan beberapa rekannya untuk menyelesaikan skripsinya ketika melakukan bimbingan. Sering sekali mahasiswa lainnya yang kuliah dengan jurusan itu mengeluh tentang sikap dan tingkah laku dosen yang tidak sesuai bagaimana semestinya.

Oknum dosen yang berinisial MA ini, sebelum  melakukan bimbingan terhadap mahasiswa yang bersangkutan pasti ada saja hal yang menyangkut kepentingan pribadinya ia limpahkan kepada mahasiswa bimbingannya. Salah satu pengalaman yang pernah dirasakan salah satu mahasiswa yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan bahwa ketika dirinya bimbingan dengan MA itu selalu dititip makanan dan juga selalu di suruh ke rumahnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

"Banyak dari kami sudah menjadi korbannya, dan tidak semestinya MA berbuat seperti itu," ujar salah seorang mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya.

Hal ini dapat diketahui dari banyak mahasiswa yang menempuh jurusan PGSD di Universitas Borneo. Mahasiswa ini juga sering kali bertanya kepada teman yang sama di bimbing oleh MA tersebut atas kelakuannya terhadap dirinya. Semua mahasiwa yang ditanyakan tentang permasalahan itu, rata-rata mengaku juga diperlakukan seperti itu.

Contoh lain, ketika sudah membelikan makanan sesuai keinginan MA, ketika ada bimbingan dirumahnya ia juga tak segan-segan menyuruh mahasiswa bimbingannya untuk mengangkat jemuran, melipat pakaian serta mencuci piring kotor dikediamannya.

Melihat hal ini, membuat mahasiswa itu merasa ada yang aneh dengan tingkah MA selaku dosen dan merasa dirugikan. Tujuannya yang tadi mau bimbingan malah dimanfaatkan MA untuk kerja membantu dia membersihkan rumah.

"Merasa dirugikan lah, habis selesai kita bantu dia malah bimbingan skripsi kita tertunda dan juga kita bimbingan sama dia tidak dapat apa-apa cuman omongan sebentar yang tidak ada penjelasan dari bimbingan yang diinginkan," kata salah seorang mahasiswi lain yang juga merasa dirugikan karena sikap MA.

Ketika keinginan MA tidak terpenuhi maka mahasiswa yang bersangkutan akan mendapat kesulitan dalam bimbingan selanjutnya. Apalagi sebagian besar permintaan MA adalah keinginan anaknya sehingga harus selalu terpenuhi.

"Waktu bimbingan juga selalu tidak kondusif, karena dia selalu main hp lah, urus anaknya lah jadi kami dicuekin," tambahnya kesal.

Pengalaman mahasiswi lain juga tak kalah merugikan. Salah satu mahasiswa bimbingannya yang diajak menginap dikediamannya bukannya dibantu menyelesaikan skripsi malahan disuruh mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Bahkan, ada salah satu mahasiswa yang dipinjam uangnya namun hingga kini tak kunjung dikembalikan.

"Saya pun pernah mau dipinjamin uang tapi belum dikasih karena kondisi ekonomi saya yang kurang," paparnya.

Hal ini sudah pernah dilaporkan salah seorang mahasiswa kepada Dekan dan sudah mendapat teguran. Namun, bukannya berubah sikap MA malah semakin menjadi dan membuat banyak mahasiswa menjadi geram akan tingkahnya.

"Salah satu oknum saja, tidak yang lain mas," ungkap mahasiswa yang lagi-lagi tak ingin disebut namanya.

Ketika ditemui oleh SuaraKaltara.com, pihak Dekan UBT masih bungkam dan tak mau berkomentar tentang persoalan ini. (TIM)

1 comment:

  1. mestinya dosen model gini sdh harus hapus dari wajah pendidikan Kita....sangat memalukan

    ReplyDelete