Social Items


SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Sejumlah pelamar penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami kesulitan saat mendaftar secara online di web sscn.bkn.go.id. Yaitu tidak terdaftarnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) pelamar. 

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara Sumaji pun memberikan solusi kepada para pelamar yang terkendala dengan NIK tersebut. Menurutnya, pelamar dapat menggunakan data yang tertera pada Kartu Keluarga (KK) lama, jika NIK pada KK yang baru tidak terdata. Sebab, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah memutuskan agar para pelamar dapat mendaftar menggunakan NIK KK yang dapat terdaftar secara online. 

“Kalaupun KK baru yang dipakai itu tidak konek, silahkan menggunakan KK yang lama. Apakah itu KK yang ikut sama orang tuanya atau KK tempat calon peserta numpang dulu,” ujar Sumaji.

Namun demikian, pada saat pemberkasan nanti, Sumaji menyarankan, agar peserta membawa KK terbaru dan KK lama untuk dilakukan verifikasi oleh tim Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara. 

“KK yang baru, silahkan bawa aslinya. Kalau yang lama, bisa bawa fotocopy-nya saja. Kalau untuk ke depannya tidak ada masalah,” jelas Sumaji. 

Bagi pelamar dari luar Kaltara yang mengalami kesulitan legalisir KTP dan KK (luar daerah Kaltara), Sumaji menyebut, hal itu dapat dilakukan di Disdukcapil kabupaten/kota di Kaltara. 

“Khusus untuk KK dan KTP yang dari luar daerah Kaltara itu bisa dilegalisir di disdukcapil kabupaten maupun kota di Kaltara. Karena ini sudah pernah kami bahas dalam Rakor Disdukcapil. Bahwa untuk masyarakat yang domisilinya di luar daerah itu bisa melegalisir KTP dan KK-nya, sesuai dengan tempat tinggalnya saat ini,” paparnya. 

Dalam kesempatan itu, Sumaji menghimbau kepada pelamar agar jangan mengkhawatirkan apabila ada salah ketik tahun atau nama pada saat pendaftaran. Sepanjang itu sudah lolos pada pendaftaran online. 

“Kalau dalam pendaftarannya itu ada yang salah ketik tanggal lahir atau ada yang salah ketik tahunnya atau ada yang namanya salah sedikit, tidak usah dikhawatirkan yang penting sudah berhasil daftar onlinenya silahkan dicetak bukti pendaftarannya dan dibawa ke panitia untuk diverifikasi,” kata Sumaji. 

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Muhammad Ishak mengatakan, persoalan NIK lama dan baru tidak menjadi persoalan. Namun, yang bersangkutan bisa masuk akses untuk mendaftar secara online, di website sscn.bkn.go.id. 

“Kami sebagai tim verifikator juga membawa Disdukcapil Provinsi, yang bisa membimbing dan mengarahkan yang harus dilakukan pelamar ketika terjadi kasus tidak bisa login ke web sscn.bkn.go.id,” terangnya. (Humas/RisK)

NIK Baru Tak Terdaftar, Pelamar Bisa Gunakan NIK KK Lama

SUARA KALTARA

SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Sejumlah pelamar penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami kesulitan saat mendaftar secara online di web sscn.bkn.go.id. Yaitu tidak terdaftarnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) pelamar. 

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara Sumaji pun memberikan solusi kepada para pelamar yang terkendala dengan NIK tersebut. Menurutnya, pelamar dapat menggunakan data yang tertera pada Kartu Keluarga (KK) lama, jika NIK pada KK yang baru tidak terdata. Sebab, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah memutuskan agar para pelamar dapat mendaftar menggunakan NIK KK yang dapat terdaftar secara online. 

“Kalaupun KK baru yang dipakai itu tidak konek, silahkan menggunakan KK yang lama. Apakah itu KK yang ikut sama orang tuanya atau KK tempat calon peserta numpang dulu,” ujar Sumaji.

Namun demikian, pada saat pemberkasan nanti, Sumaji menyarankan, agar peserta membawa KK terbaru dan KK lama untuk dilakukan verifikasi oleh tim Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara. 

“KK yang baru, silahkan bawa aslinya. Kalau yang lama, bisa bawa fotocopy-nya saja. Kalau untuk ke depannya tidak ada masalah,” jelas Sumaji. 

Bagi pelamar dari luar Kaltara yang mengalami kesulitan legalisir KTP dan KK (luar daerah Kaltara), Sumaji menyebut, hal itu dapat dilakukan di Disdukcapil kabupaten/kota di Kaltara. 

“Khusus untuk KK dan KTP yang dari luar daerah Kaltara itu bisa dilegalisir di disdukcapil kabupaten maupun kota di Kaltara. Karena ini sudah pernah kami bahas dalam Rakor Disdukcapil. Bahwa untuk masyarakat yang domisilinya di luar daerah itu bisa melegalisir KTP dan KK-nya, sesuai dengan tempat tinggalnya saat ini,” paparnya. 

Dalam kesempatan itu, Sumaji menghimbau kepada pelamar agar jangan mengkhawatirkan apabila ada salah ketik tahun atau nama pada saat pendaftaran. Sepanjang itu sudah lolos pada pendaftaran online. 

“Kalau dalam pendaftarannya itu ada yang salah ketik tanggal lahir atau ada yang salah ketik tahunnya atau ada yang namanya salah sedikit, tidak usah dikhawatirkan yang penting sudah berhasil daftar onlinenya silahkan dicetak bukti pendaftarannya dan dibawa ke panitia untuk diverifikasi,” kata Sumaji. 

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Muhammad Ishak mengatakan, persoalan NIK lama dan baru tidak menjadi persoalan. Namun, yang bersangkutan bisa masuk akses untuk mendaftar secara online, di website sscn.bkn.go.id. 

“Kami sebagai tim verifikator juga membawa Disdukcapil Provinsi, yang bisa membimbing dan mengarahkan yang harus dilakukan pelamar ketika terjadi kasus tidak bisa login ke web sscn.bkn.go.id,” terangnya. (Humas/RisK)

No comments