Social Items

KOORDINASI: Rapat persiapan pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS formasi umum tahun 2017 di lingkup Pemprov Kaltara yang dipimpin oleh Asisten I Setprov Kaltara Sanusi dan dihadiri Kapolres Bulungan AKBP M Fachry dan Kepala BKD Kaltara M Ishak di Kantor BKD Kaltara. Senin, (25/9).


SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Hingga Senin (25/9) lalu, jumlah calon pelamar seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mencapai 18.600 orang. Sementara, jumlah berkas yang sudah diserahkan kepada panitia daerah, dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara mencapai 12 ribuan berkas. Dimana, baru 7 ribuan berkas sudah diverifikasi secara online oleh panitia daerah. 

Dikatakan Muhammad Ishak, Kepala BKD Provinsi Kaltara, sesuai kesepakatan panitia daerah dengan pihak terkait, penyerahan berkas calon pelamar dilayani hingga 28 September pada pukul 07.30 hingga 16.00. Namun, jadwal penyerahan berkas itu sifatnya kondisional, menyesuaikan dengan perkembangan situasi jumlah calon pelamar. Alasannya, panitia daerah menginginkan proses input data calon pelamar ke dalam sistem dapat lebih teliti dan meminimalisir kesalahan. 

“Kami berharap pada 28 September itu, sudah selesai penyerahan berkas calon pelamar seluruhnya. Sehingga tim verifikasi online bisa luas waktunya untuk menginput data calon pelamar dari berkas yang diserahkan. Dan, tidak harus buru-buru mengejar tenggat waktu hingga 30 September yang sudah ditetapkan oleh Panselnas (Panitia Seleksi Nasional) sebagai jadwal pengumuman calon pelamar yang berkasnya sudah terverifikasi untuk menjadi peserta seleksi CPNS tahun ini atau berkasnya dinyatakan tak layak untuk mengikuti tahap selanjutnya dan dianggap gugur dalam proses ini (seleksi administrasi),” kata Ishak, Senin (25/9). 

Bagi calon pelamar yang lulus seleksi administrasi, disarankan untuk mencetak sendiri kartu ujian yang akan dilampirkan pada laman registrasi online Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) mulai 2 hingga 6 Oktober nanti. Kartu ujian yang tercetak itu, merupakan salah satu syarat penting bagi pelamar untuk mengikuti seleksi selanjutnya, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). SKD sendiri, dijadwalkan mulai digelar pada 9 hingga 20 Oktober. “11 hari untuk pelaksanaan SKD itu, jika melihat jumlah peserta, lama waktu per sesi SKD (menggunakan metode Computer Assisted Test/CAT) dan jumlah unit komputer yang tersedia, sebenarnya sulit terpenuhi. Perkiraan kami, bisa melampaui tenggat waktu yang ditetapkan tersebut,” urai Ishak. 

Saat ini, tersedia 90 unit komputer untuk CAT pada SKD, plus 10 unit komputer cadangan. Dengan perangkat sebanyak itu, diperkirakan ada 7 sesi SKD, dimana per sesi diikuti 90 peserta. Artinya, dalam sehari 630 peserta mengikuti SKD. Adapun satu sesi lamanya 90 menit, dimulai dari pukul 08.00 hingga 21.30. “Lokasi pelaksanaan SKD di Laboratorium CAT, Jalan Durian (samping Universitas Kaltara). Ada dua lantai, per lantai isinya 45 komputer,” jelas Ishak. 

Panitia daerah mengupayakan pelaksanaan SKD dapat terselenggara, hanya di satu lokasi dimaksud. Mengingat, banyaknya jumlah pelamar dan kualitas pelaksanaan seleksi, bisa saja jumlah lokasi CAT bertambah. “Untuk penambahan tempat, ada pemikiran untuk penambahan, bila diperlukan. Kami sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan BKD Bulungan, karena mereka memiliki 50 unit komputer yang mampu digunakan untuk CAT. Tapi, secara teknis nanti dibicarakan secara informal dengan yang terkait. Namun, secara prinsip BKD Bulungan siap membantu,” urai Ishak. 

Untuk pelaksanaan seleksi sendiri, panitia daerah juga berkoordinasi dengan tim dari Kanreg (Kantor Regional) VIII BKN (Badan Kepegawaian Negara) Banjarmasin selaku pihak yang berwenang atas teknis pelaksanaan seleksi. “Nanti, tim dari BKN akan datang ke Kaltara untuk melakukan proses persiapan hingga pelaksanaan seleksi. Kita akan konsultasikan juga perihal tempat dan lokasi CAT, apakah perlu penambahan atau cukup satu lokasi,” tuntasnya. (humas) 

Antisipasi Kecurangan, BKD Gunakan Metal Detector 

GUNA mengantisipasi kecurangan dalam pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017 lingkup Pemprov Kaltara, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara terus melakukan persiapan. 

Kepala BKD Provonsi Kaltara Muhammad Ishak mengatakan, penggunaan metal detector ini untuk memastikan tidak terjadinya praktek kecurangan dalam pelaksanaan ujian. Karena itu, BKD akan menyurati Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bulungan terkait perihal permohonan peminjaman metal detector. “Informasinya, Polres Bulungan akan meneruskan surat tersebut ke Kapolda (Kepala Kepolisian Daerah) Kaltim (Kalimantan Timur) agar metal detector tersebut dapat digunakan,” kata Ishak saat  rapat di Ruang BKD Kaltara, Senin (25/9). 

Terkait dengan adanya sejumlah aturan dalam pelaksanaan ujian, Ishak menyebutkan, BKD akan mengikuti dengan aturan yang dibuat Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, tetap akan menyesuaikan dengan kondisi rill yang terjadi di Kaltara. “Metal detector fungsinya untuk memeriksa peserta SKD. Jika ada peserta yang mencoba untuk berbuat curang, maka Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) tidak segan-segan mendiskualifikasi peserta,” ujar Ishak. 

Ishak menjelaskan, dalam pelaksanaan SKD yang digelar pada 10 Oktober mendatang, semua kewenangan ada di BKN. Bahkan pengawas akan didatangkan langsung dari Panselnas. “H-2 sebelum tes, tim dari Panselnas akan datang ke Kaltara untuk melihat kesiapan sudah sejauh mana,” jelas Ishak. 

Persiapan lainnya, kata Ishak, adalah akan menyurati PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Tanjung Selor, agar selama pelaksanaan ujian kondisi listrik di Tanjung Selor tetap stabil. Hal ini mengingat sistem pelaksanaan ujian menggunakan sistem komputerisasi yang mana, nilai dapat langsung diketahui usai melaksanakan ujian. “Segera akan kita surati PLN,  dan kita undang untuk pertemuan khusus, agar listrik tetap stabil hingga rangkaian pelaksanaan ujian selesai dilaksanakan,” urai Ishak. Oleh sebab itu, Ishak berharap, semua pihak dapat memberikan dukungan agar pelaksanaan seleksi CPNS di Kaltara dapat berjalan lancar.(Humas/RisK)

Penyerahan Berkas Dilayani Hingga 28 September

SUARA KALTARA
KOORDINASI: Rapat persiapan pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS formasi umum tahun 2017 di lingkup Pemprov Kaltara yang dipimpin oleh Asisten I Setprov Kaltara Sanusi dan dihadiri Kapolres Bulungan AKBP M Fachry dan Kepala BKD Kaltara M Ishak di Kantor BKD Kaltara. Senin, (25/9).


SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Hingga Senin (25/9) lalu, jumlah calon pelamar seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mencapai 18.600 orang. Sementara, jumlah berkas yang sudah diserahkan kepada panitia daerah, dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara mencapai 12 ribuan berkas. Dimana, baru 7 ribuan berkas sudah diverifikasi secara online oleh panitia daerah. 

Dikatakan Muhammad Ishak, Kepala BKD Provinsi Kaltara, sesuai kesepakatan panitia daerah dengan pihak terkait, penyerahan berkas calon pelamar dilayani hingga 28 September pada pukul 07.30 hingga 16.00. Namun, jadwal penyerahan berkas itu sifatnya kondisional, menyesuaikan dengan perkembangan situasi jumlah calon pelamar. Alasannya, panitia daerah menginginkan proses input data calon pelamar ke dalam sistem dapat lebih teliti dan meminimalisir kesalahan. 

“Kami berharap pada 28 September itu, sudah selesai penyerahan berkas calon pelamar seluruhnya. Sehingga tim verifikasi online bisa luas waktunya untuk menginput data calon pelamar dari berkas yang diserahkan. Dan, tidak harus buru-buru mengejar tenggat waktu hingga 30 September yang sudah ditetapkan oleh Panselnas (Panitia Seleksi Nasional) sebagai jadwal pengumuman calon pelamar yang berkasnya sudah terverifikasi untuk menjadi peserta seleksi CPNS tahun ini atau berkasnya dinyatakan tak layak untuk mengikuti tahap selanjutnya dan dianggap gugur dalam proses ini (seleksi administrasi),” kata Ishak, Senin (25/9). 

Bagi calon pelamar yang lulus seleksi administrasi, disarankan untuk mencetak sendiri kartu ujian yang akan dilampirkan pada laman registrasi online Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) mulai 2 hingga 6 Oktober nanti. Kartu ujian yang tercetak itu, merupakan salah satu syarat penting bagi pelamar untuk mengikuti seleksi selanjutnya, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). SKD sendiri, dijadwalkan mulai digelar pada 9 hingga 20 Oktober. “11 hari untuk pelaksanaan SKD itu, jika melihat jumlah peserta, lama waktu per sesi SKD (menggunakan metode Computer Assisted Test/CAT) dan jumlah unit komputer yang tersedia, sebenarnya sulit terpenuhi. Perkiraan kami, bisa melampaui tenggat waktu yang ditetapkan tersebut,” urai Ishak. 

Saat ini, tersedia 90 unit komputer untuk CAT pada SKD, plus 10 unit komputer cadangan. Dengan perangkat sebanyak itu, diperkirakan ada 7 sesi SKD, dimana per sesi diikuti 90 peserta. Artinya, dalam sehari 630 peserta mengikuti SKD. Adapun satu sesi lamanya 90 menit, dimulai dari pukul 08.00 hingga 21.30. “Lokasi pelaksanaan SKD di Laboratorium CAT, Jalan Durian (samping Universitas Kaltara). Ada dua lantai, per lantai isinya 45 komputer,” jelas Ishak. 

Panitia daerah mengupayakan pelaksanaan SKD dapat terselenggara, hanya di satu lokasi dimaksud. Mengingat, banyaknya jumlah pelamar dan kualitas pelaksanaan seleksi, bisa saja jumlah lokasi CAT bertambah. “Untuk penambahan tempat, ada pemikiran untuk penambahan, bila diperlukan. Kami sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan BKD Bulungan, karena mereka memiliki 50 unit komputer yang mampu digunakan untuk CAT. Tapi, secara teknis nanti dibicarakan secara informal dengan yang terkait. Namun, secara prinsip BKD Bulungan siap membantu,” urai Ishak. 

Untuk pelaksanaan seleksi sendiri, panitia daerah juga berkoordinasi dengan tim dari Kanreg (Kantor Regional) VIII BKN (Badan Kepegawaian Negara) Banjarmasin selaku pihak yang berwenang atas teknis pelaksanaan seleksi. “Nanti, tim dari BKN akan datang ke Kaltara untuk melakukan proses persiapan hingga pelaksanaan seleksi. Kita akan konsultasikan juga perihal tempat dan lokasi CAT, apakah perlu penambahan atau cukup satu lokasi,” tuntasnya. (humas) 

Antisipasi Kecurangan, BKD Gunakan Metal Detector 

GUNA mengantisipasi kecurangan dalam pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017 lingkup Pemprov Kaltara, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara terus melakukan persiapan. 

Kepala BKD Provonsi Kaltara Muhammad Ishak mengatakan, penggunaan metal detector ini untuk memastikan tidak terjadinya praktek kecurangan dalam pelaksanaan ujian. Karena itu, BKD akan menyurati Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bulungan terkait perihal permohonan peminjaman metal detector. “Informasinya, Polres Bulungan akan meneruskan surat tersebut ke Kapolda (Kepala Kepolisian Daerah) Kaltim (Kalimantan Timur) agar metal detector tersebut dapat digunakan,” kata Ishak saat  rapat di Ruang BKD Kaltara, Senin (25/9). 

Terkait dengan adanya sejumlah aturan dalam pelaksanaan ujian, Ishak menyebutkan, BKD akan mengikuti dengan aturan yang dibuat Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, tetap akan menyesuaikan dengan kondisi rill yang terjadi di Kaltara. “Metal detector fungsinya untuk memeriksa peserta SKD. Jika ada peserta yang mencoba untuk berbuat curang, maka Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) tidak segan-segan mendiskualifikasi peserta,” ujar Ishak. 

Ishak menjelaskan, dalam pelaksanaan SKD yang digelar pada 10 Oktober mendatang, semua kewenangan ada di BKN. Bahkan pengawas akan didatangkan langsung dari Panselnas. “H-2 sebelum tes, tim dari Panselnas akan datang ke Kaltara untuk melihat kesiapan sudah sejauh mana,” jelas Ishak. 

Persiapan lainnya, kata Ishak, adalah akan menyurati PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Tanjung Selor, agar selama pelaksanaan ujian kondisi listrik di Tanjung Selor tetap stabil. Hal ini mengingat sistem pelaksanaan ujian menggunakan sistem komputerisasi yang mana, nilai dapat langsung diketahui usai melaksanakan ujian. “Segera akan kita surati PLN,  dan kita undang untuk pertemuan khusus, agar listrik tetap stabil hingga rangkaian pelaksanaan ujian selesai dilaksanakan,” urai Ishak. Oleh sebab itu, Ishak berharap, semua pihak dapat memberikan dukungan agar pelaksanaan seleksi CPNS di Kaltara dapat berjalan lancar.(Humas/RisK)

No comments