Social Items

(Foto : INT)





SUARAKALTARA.com,TANJUNG SELOR - Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan PMK Kabupaten Bulungan Marulie, mengimbau kepada seluruh masyarakat Bulungan, khususnya di Tanjung Selor yang memiliki hewan ternak, agar tidak membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran di jalan.

Marulie mengatakan, tiga hari yang lalu sebuah kecelakaan terjadi akibat ternak yang berkeliaran di jalan. Kejadiannya di Jl Sabanar Lama, seorang warga menabrak kambing yang mengakibatkan kaki kambing tersebut patah dan juga warga itu mengalami luka-luka.

Saat itu si pemilik kambing merasa keberatan dan meminta ganti rugi sesuai harga kambing yang terjual di pasaran. Menurutnya, sesuai aturan yang salah adalah pemilik kambing. Karena berdasar perda, hewan ternak dilarang berkeliaran. Apalagi di jalan raya.

“Tiga hari yang lalu itu kejadinya. Untungnya ada anggota kita yang patroli melihat dan membawa kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah di kantor (Satpol). Keduanya sama-sama tidak ingin mengalah. Tapi secara aturan memang hewan ternak itu tidak boleh berkeliaran di pinggir jalan,” jelasnya.

Dengan berkeliarannya hewan ternak di jalan, sebut Marulie, dapat membahayakan pengguna jalan dan dapat menimbulkan kecelakaan bagi pengendara. Padahal sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 25 Tahun 2002 sudah tertera jelas.

“Saya sudah beri peringatan kepada pemilik ternak, kalau tidak dikandang, dan sapi atau kambing tetap masih berkelian maka hewan ternak kita akan amankan. Apalagi sampai buang kotoran di jalan. Setiap hari pemilik harus membayar denda Rp 50.000 per hari,” kata Marulie.

Hewan ternak milik warga yang berkeliaran di jalan, kata dia selain membahayakan para pengendara, membuat pemandangan kota tidak indah. Apalagi kotorannya yang kadang mengotori jalan. “Di Tanjung Selor masih banyak sekali yang ternaknya tidak diikat, dibiarkan begitu saja oleh yang punya,” tuturnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah sering memberikan teguran kepada pemilik ternak. Dan bagi yang tidak diindahkan, maka kata dia pihaknya akan datang untuk mengamankan ternak yang berkeliaran itu.

“Kalau teguran kita tidak diperhatikan kita amankan saja ternaknya. Karena sudah jelas bisa membahayakan pengendara jika hewan tidak diberi kandang yang layak, apalagi sampai berkeliaran,” imbuhnya. (cuk/kia)

PolPP Bulungan Imbau Hewan Ternak Agar Ditertibkan Pemiliknya

SUARA KALTARA
(Foto : INT)





SUARAKALTARA.com,TANJUNG SELOR - Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan PMK Kabupaten Bulungan Marulie, mengimbau kepada seluruh masyarakat Bulungan, khususnya di Tanjung Selor yang memiliki hewan ternak, agar tidak membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran di jalan.

Marulie mengatakan, tiga hari yang lalu sebuah kecelakaan terjadi akibat ternak yang berkeliaran di jalan. Kejadiannya di Jl Sabanar Lama, seorang warga menabrak kambing yang mengakibatkan kaki kambing tersebut patah dan juga warga itu mengalami luka-luka.

Saat itu si pemilik kambing merasa keberatan dan meminta ganti rugi sesuai harga kambing yang terjual di pasaran. Menurutnya, sesuai aturan yang salah adalah pemilik kambing. Karena berdasar perda, hewan ternak dilarang berkeliaran. Apalagi di jalan raya.

“Tiga hari yang lalu itu kejadinya. Untungnya ada anggota kita yang patroli melihat dan membawa kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah di kantor (Satpol). Keduanya sama-sama tidak ingin mengalah. Tapi secara aturan memang hewan ternak itu tidak boleh berkeliaran di pinggir jalan,” jelasnya.

Dengan berkeliarannya hewan ternak di jalan, sebut Marulie, dapat membahayakan pengguna jalan dan dapat menimbulkan kecelakaan bagi pengendara. Padahal sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 25 Tahun 2002 sudah tertera jelas.

“Saya sudah beri peringatan kepada pemilik ternak, kalau tidak dikandang, dan sapi atau kambing tetap masih berkelian maka hewan ternak kita akan amankan. Apalagi sampai buang kotoran di jalan. Setiap hari pemilik harus membayar denda Rp 50.000 per hari,” kata Marulie.

Hewan ternak milik warga yang berkeliaran di jalan, kata dia selain membahayakan para pengendara, membuat pemandangan kota tidak indah. Apalagi kotorannya yang kadang mengotori jalan. “Di Tanjung Selor masih banyak sekali yang ternaknya tidak diikat, dibiarkan begitu saja oleh yang punya,” tuturnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah sering memberikan teguran kepada pemilik ternak. Dan bagi yang tidak diindahkan, maka kata dia pihaknya akan datang untuk mengamankan ternak yang berkeliaran itu.

“Kalau teguran kita tidak diperhatikan kita amankan saja ternaknya. Karena sudah jelas bisa membahayakan pengendara jika hewan tidak diberi kandang yang layak, apalagi sampai berkeliaran,” imbuhnya. (cuk/kia)

No comments