Social Items

(Foto:LLY) TERTANGKAP: DF Yang Tertangkap Membawa BBM Ilegal Ke Bulungan oleh SatPolair Polres Tarakan.



SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Sebuah kapal berjenis longboat 15 PK yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal ditangkap Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Tarakan dikawasan perairan Tarakan sekira pukul 19.30 wita, selasa (5/9).

Kapal longboat tersebut ditangkap dan diamankan di perairan Tarakan usai berangkat dari pelabuhan jembatan besi dengan tujuan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, kapal longboat  berbobot 5 GT (Gross Ton) tersebut, mengangkut muatan BBM ilegal, yakni jenis Premium sebanyak 4 Kilo Ton.

"Jadi kapal ini ditangkap setelah petugas melakukan Patroli Rutin dan menemukan kapal yang mencurigakan dengan muatan 18 Drum berwarna biru. Setelah anggota mendekat dan memeriksa ternyata membawa BBM ilegal berjeniskan Bensin," jelas Denny, rabu (6/9).

Lanjut Denny, kapal longboat tersebut diamankan petugas karena tidak memiliki dokumen lengkap dan kapal yang berbendera Indonesia ini dinahkodai pria yang berinisialkan DF (39) warga Sekatak. "Jadi saat ini kapal beserta barang bukti dan Nahkoda sudah diamankan pihak Satpolair Polres Tarakan guna dilakukan penyelidikan," lanjutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kapal longboat itu tidak memiliki dokumen-dokumen resmi, seperti surat persetujuan rencana pengoperasian kapal dan lain-lain.

''Selain itu, surat keterangan perubahan kapal dari kapal ikan menjadi kapal pengangkut BBM tidak ada,'' tuturnya.

Usai dilakukan penangkapan juga DF mengaku, dirinya akan membawa BBM tersebut ke Sekatak Kabupaten Bulungan tersebut guna dijual kembali kepada masyarakat Sekatak. "Jadi dia membeli bensin itu di Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Kota Tarakan,  kemudian menjualnya kembali ke para nelayan secara eceran," terangnya.
Sementara itu, akibat ulah DF, ia dikenakan Pasal 53b Jo pasal 23 ayat 2 huruf b tentang minyak gas dan bumi. "Jadi DF kita sudah amankan di Satpolair dan dikenakan ancaman hukuman dengan maksimal 4 tahun," tutupnya. (lly/kia)

Terciduk! DF Tak Berkutik!

SUARA KALTARA
(Foto:LLY) TERTANGKAP: DF Yang Tertangkap Membawa BBM Ilegal Ke Bulungan oleh SatPolair Polres Tarakan.



SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Sebuah kapal berjenis longboat 15 PK yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal ditangkap Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Tarakan dikawasan perairan Tarakan sekira pukul 19.30 wita, selasa (5/9).

Kapal longboat tersebut ditangkap dan diamankan di perairan Tarakan usai berangkat dari pelabuhan jembatan besi dengan tujuan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, kapal longboat  berbobot 5 GT (Gross Ton) tersebut, mengangkut muatan BBM ilegal, yakni jenis Premium sebanyak 4 Kilo Ton.

"Jadi kapal ini ditangkap setelah petugas melakukan Patroli Rutin dan menemukan kapal yang mencurigakan dengan muatan 18 Drum berwarna biru. Setelah anggota mendekat dan memeriksa ternyata membawa BBM ilegal berjeniskan Bensin," jelas Denny, rabu (6/9).

Lanjut Denny, kapal longboat tersebut diamankan petugas karena tidak memiliki dokumen lengkap dan kapal yang berbendera Indonesia ini dinahkodai pria yang berinisialkan DF (39) warga Sekatak. "Jadi saat ini kapal beserta barang bukti dan Nahkoda sudah diamankan pihak Satpolair Polres Tarakan guna dilakukan penyelidikan," lanjutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kapal longboat itu tidak memiliki dokumen-dokumen resmi, seperti surat persetujuan rencana pengoperasian kapal dan lain-lain.

''Selain itu, surat keterangan perubahan kapal dari kapal ikan menjadi kapal pengangkut BBM tidak ada,'' tuturnya.

Usai dilakukan penangkapan juga DF mengaku, dirinya akan membawa BBM tersebut ke Sekatak Kabupaten Bulungan tersebut guna dijual kembali kepada masyarakat Sekatak. "Jadi dia membeli bensin itu di Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Kota Tarakan,  kemudian menjualnya kembali ke para nelayan secara eceran," terangnya.
Sementara itu, akibat ulah DF, ia dikenakan Pasal 53b Jo pasal 23 ayat 2 huruf b tentang minyak gas dan bumi. "Jadi DF kita sudah amankan di Satpolair dan dikenakan ancaman hukuman dengan maksimal 4 tahun," tutupnya. (lly/kia)

No comments