Social Items

( Foto : IST) 





SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Pihak Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Tarakan kembali mengamankan dua tersangka yang berinisial SB (43) dan RD (25) warga Lingkas Ujung, penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berjeniskan Solar, pada hari rabu (27/9) sekira pukul 14.00 wita.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, sebelum lakukan penangkapan pihak Satreskrim Polres Tarakan, pihaknya telah mendapatkan informasi dari masyarakat yang berada diwilayah pom bensin Gunung Lingkas Tarakan Timur sering dilakukan penimbunan solar pemerintah.

“Jadi setelah mendapatkan laporan itu, anggota Tipiter Reskrim melakukan penyelidikan selama 3 hari dan mengikuti kedua tersangka tersebut dan ternyata betul pelaku tersebut melakukan penimbunan Solar sebanyak 17 Gerijen atau 510 Liter,” jelasnya. Kamis (28/9).

Lanjut pria yang biasa disapa Denny, modus kedua tersangka tersebut mengambil solar mengunakan mobil Pick Up yang sudah dimodifikasi tangkinya dengan kapaitas 97 liter di SPBU Gunung Lingkas.
“Saat pengetap itu melakukan pengisian, petugas SPBU itu diberikan upah Rp 10 ribu setiap satu kali pengisian,” bebernya.

Kemudian, usai melakukan pengisian, tersangka menyalin ke jerigen dan setelah itu diangkut mengunakan sepeda motor sebanyak 6 Jerigen sekali angkut untuk dijual kepada nelayan yang memesan solar itersebut.

Untuk saat ini, Satreskrim Polres Tarakan sudah mengamankan 2 tersangka pengetap tersebut. Sedangkan barang bukti yang diamankan Polres Tarakan, 17 Jerigen dengan isi per jerigen sebanyak 30 liter, 1 unit sepeda motor Vario yang bernopol KU 2864 C, 1 unit mobil Pick warna biru KT 8043 F dan 5 Jerigen Kosong.

“Untuk 2 tersangka sudah kita amankan dan 1 petugas SPBU itu kita masih jadikan saksi dan belum kita jadikan tersangka. dan kedua tersangka tersebut dikenakan Pasal 55 Subsider pasal 53 huruf C UU RI Tahun 2004 tentang Migas,” tutupnya. (lly/kia)

Timbun Solar, 2 Pria Paruh Baya Terciduk

SUARA KALTARA
( Foto : IST) 





SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Pihak Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Tarakan kembali mengamankan dua tersangka yang berinisial SB (43) dan RD (25) warga Lingkas Ujung, penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berjeniskan Solar, pada hari rabu (27/9) sekira pukul 14.00 wita.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, sebelum lakukan penangkapan pihak Satreskrim Polres Tarakan, pihaknya telah mendapatkan informasi dari masyarakat yang berada diwilayah pom bensin Gunung Lingkas Tarakan Timur sering dilakukan penimbunan solar pemerintah.

“Jadi setelah mendapatkan laporan itu, anggota Tipiter Reskrim melakukan penyelidikan selama 3 hari dan mengikuti kedua tersangka tersebut dan ternyata betul pelaku tersebut melakukan penimbunan Solar sebanyak 17 Gerijen atau 510 Liter,” jelasnya. Kamis (28/9).

Lanjut pria yang biasa disapa Denny, modus kedua tersangka tersebut mengambil solar mengunakan mobil Pick Up yang sudah dimodifikasi tangkinya dengan kapaitas 97 liter di SPBU Gunung Lingkas.
“Saat pengetap itu melakukan pengisian, petugas SPBU itu diberikan upah Rp 10 ribu setiap satu kali pengisian,” bebernya.

Kemudian, usai melakukan pengisian, tersangka menyalin ke jerigen dan setelah itu diangkut mengunakan sepeda motor sebanyak 6 Jerigen sekali angkut untuk dijual kepada nelayan yang memesan solar itersebut.

Untuk saat ini, Satreskrim Polres Tarakan sudah mengamankan 2 tersangka pengetap tersebut. Sedangkan barang bukti yang diamankan Polres Tarakan, 17 Jerigen dengan isi per jerigen sebanyak 30 liter, 1 unit sepeda motor Vario yang bernopol KU 2864 C, 1 unit mobil Pick warna biru KT 8043 F dan 5 Jerigen Kosong.

“Untuk 2 tersangka sudah kita amankan dan 1 petugas SPBU itu kita masih jadikan saksi dan belum kita jadikan tersangka. dan kedua tersangka tersebut dikenakan Pasal 55 Subsider pasal 53 huruf C UU RI Tahun 2004 tentang Migas,” tutupnya. (lly/kia)

No comments