Social Items

(Foto:INT)



SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Maraknya perampokan tambak di perairan Tarakan dan Bulungan, membuat Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Tarakan kembali mendapatkan laporan dari seorang penjaga tambak saat usai dirampok tiga pria bertopeng sekira pukul 09.00 wita, kemarin (7/9). 

Saat dikonfirmadi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Denny Mardyanto menjelaskan, Irfan (25) korban perampokan tambak tersebut melaporkan kejadian tersebut ke Satpolair Polres Tarakan, bahwa dirinya tersebut telah dirampok 3 orang pria tidak dikenal. "Jadi Irfan itu dirampok selasa (5/9) kemarin sekira pukul 15.00 wita di tambaknya saat menurunkan udang hasil panenya itu ke speedboat yang dimilikinya," jelasnya. Kamis (7/9).

Lanjut Denny, sebelum ketiga perampok tersebut melakukan aksinya, korban tersebut melihat sebuah Speedboat yang berada tepat didepan tambaknya yang berada di Pulau Mangkudulis Kabupaten Bulungan. 
"Awalnya itu speedboat yang Irfan liat sedang melambaikan tangan kepada dirinya. Kemudian disaat itu dikiranya temannya, ternyata setelah speed perampok tersebut mendekat, Irfan kaget dengan senjata yang diacungkan ketiga tersangka itu ke hadapannya," jelasnya.

Kemudian, usai menodongkan senjata ke korban, ketiga tersangka tersebut yang mengunakan speedboat berwarna biru dengan mesin 40 PK tersebut langsung memerintahkan korban untuk menyerahkan semua hasil panennya. "Jadi korban itu panen 300 kg udang ludes diambil tersangka tersebut beserta speedboat beserta mesin yang dimilikinya ikut diambil kawanan perampok tersebut," terangnya

Sementara itu, ketiga pelaku tersebut masih dalam pencarian pihak Kepolisian Polres Tarakan dan kerugian yang dialami korban tersebut mencapai 100 juta. 

"Jadi tersangka itu masih sama dengan ciri-ciri perampok lainnya, dengan ciri-ciri perampok mengunakan speed biru dan  ketiga perampok tersebut memgunakan topeng dan untuk saat ini pihak Satpolair masih menyelidiki pelaku perampok tersebut," bebernya

Pihak Polres Tarakan juga memberikan himbauan terhadap para petambak agar lebih waspada lagi dalam melakukan panen. "Jadi kami menghimbau pada para petambak atau nelayan. apabila panen lebih baik membawa aparat guna melakukan pengamanan dan meminimalisir tidak terjadinya kejahatan seperti perampokan dan juga pihak aparat tidak memunggut biaya dalam pengawalan panen tersebut," tutupnya. (lly/kia)

Waspada, Modus Perampok Tambak!

SUARA KALTARA
(Foto:INT)



SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Maraknya perampokan tambak di perairan Tarakan dan Bulungan, membuat Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Tarakan kembali mendapatkan laporan dari seorang penjaga tambak saat usai dirampok tiga pria bertopeng sekira pukul 09.00 wita, kemarin (7/9). 

Saat dikonfirmadi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Denny Mardyanto menjelaskan, Irfan (25) korban perampokan tambak tersebut melaporkan kejadian tersebut ke Satpolair Polres Tarakan, bahwa dirinya tersebut telah dirampok 3 orang pria tidak dikenal. "Jadi Irfan itu dirampok selasa (5/9) kemarin sekira pukul 15.00 wita di tambaknya saat menurunkan udang hasil panenya itu ke speedboat yang dimilikinya," jelasnya. Kamis (7/9).

Lanjut Denny, sebelum ketiga perampok tersebut melakukan aksinya, korban tersebut melihat sebuah Speedboat yang berada tepat didepan tambaknya yang berada di Pulau Mangkudulis Kabupaten Bulungan. 
"Awalnya itu speedboat yang Irfan liat sedang melambaikan tangan kepada dirinya. Kemudian disaat itu dikiranya temannya, ternyata setelah speed perampok tersebut mendekat, Irfan kaget dengan senjata yang diacungkan ketiga tersangka itu ke hadapannya," jelasnya.

Kemudian, usai menodongkan senjata ke korban, ketiga tersangka tersebut yang mengunakan speedboat berwarna biru dengan mesin 40 PK tersebut langsung memerintahkan korban untuk menyerahkan semua hasil panennya. "Jadi korban itu panen 300 kg udang ludes diambil tersangka tersebut beserta speedboat beserta mesin yang dimilikinya ikut diambil kawanan perampok tersebut," terangnya

Sementara itu, ketiga pelaku tersebut masih dalam pencarian pihak Kepolisian Polres Tarakan dan kerugian yang dialami korban tersebut mencapai 100 juta. 

"Jadi tersangka itu masih sama dengan ciri-ciri perampok lainnya, dengan ciri-ciri perampok mengunakan speed biru dan  ketiga perampok tersebut memgunakan topeng dan untuk saat ini pihak Satpolair masih menyelidiki pelaku perampok tersebut," bebernya

Pihak Polres Tarakan juga memberikan himbauan terhadap para petambak agar lebih waspada lagi dalam melakukan panen. "Jadi kami menghimbau pada para petambak atau nelayan. apabila panen lebih baik membawa aparat guna melakukan pengamanan dan meminimalisir tidak terjadinya kejahatan seperti perampokan dan juga pihak aparat tidak memunggut biaya dalam pengawalan panen tersebut," tutupnya. (lly/kia)

No comments