Social Items

( Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
RAZIA : Polres Tarakan, saat merazia salah satu apotek di Jln. Jend. Sudirman terkait peredaran obat terlarang PCC.




SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Obat terlarang bernama Paracetamol Caffeine Carisopodol (PCC) kini tengah hangat diperbincangkan di Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Tarakan belakangan ini. Nama obat ini muncul setelah sejumlah pemilik akun media sosial menampilkan video beberapa remaja mabuk karena meminum obat-obatan tersebut.

Dengan adanya video tersebut, pemerintah bersama dengan beberapa instansi lainnya ikut memberikan pengawasan terhadap obat jenis PCC tersebut. Bukan hanya itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) ikut turun tangan dan memantau ke beberapa apotik yang ada di Kota Tarakan maupun Apotik lainnya yang ada di Kaltara.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, sesuai perintah Kabareskrim Polri. Polres Tarakan merazia ke beberapa apotek  dan toko obat di kota Tarakan.
"Jadi kita memberikan pengawasan terhadap seluruh apotek di Tarakan dan juga kita akan memeriksa dari segi perizinan menjual obat-obatan merek luar negeri," jelasnya.

Dan juga bukan hanya itu, pihak kepolisian sendiri juga sulit dalam memberikan pengawasan terhadap Apotik di Tarakan.  Pasalnya, penjual obat-obatan maupun toko obat dadakan.

"Tetapi kita akan memberikan pengawasan semaksimal mungkin seperti toko-toko obat dadakan itu. Karena banyak sekali toko obat di Tarakan ini dan kita bukan mengawasi PCC saja. Namun, daftar obat G juga kita akan awasi," bebernya.

Sementara itu, Dinkes Kaltara bersama Satreskoba Polres Tarakan juga sudah melakukan razia kamerin (20/9) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Tarakan di apotik, toko obat bahkan ke gudang obatnya langsung. Meskipun dalam razia ini nihil dan tidak ditemukan adanya PCC di Tarakan, namun pihaknya memastikan akan terus menggalakkan razia.

“Jadi kami bersama intansi lainnya sudah lakukan razia di 4 apotik dan 1 obat dan tidak mendapatkan obat jenis PCC itu," tutupnya. (lly/kia)

Waspada PCC Beredar, Polres Razia Apotek

SUARA KALTARA
( Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
RAZIA : Polres Tarakan, saat merazia salah satu apotek di Jln. Jend. Sudirman terkait peredaran obat terlarang PCC.




SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Obat terlarang bernama Paracetamol Caffeine Carisopodol (PCC) kini tengah hangat diperbincangkan di Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Tarakan belakangan ini. Nama obat ini muncul setelah sejumlah pemilik akun media sosial menampilkan video beberapa remaja mabuk karena meminum obat-obatan tersebut.

Dengan adanya video tersebut, pemerintah bersama dengan beberapa instansi lainnya ikut memberikan pengawasan terhadap obat jenis PCC tersebut. Bukan hanya itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) ikut turun tangan dan memantau ke beberapa apotik yang ada di Kota Tarakan maupun Apotik lainnya yang ada di Kaltara.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, sesuai perintah Kabareskrim Polri. Polres Tarakan merazia ke beberapa apotek  dan toko obat di kota Tarakan.
"Jadi kita memberikan pengawasan terhadap seluruh apotek di Tarakan dan juga kita akan memeriksa dari segi perizinan menjual obat-obatan merek luar negeri," jelasnya.

Dan juga bukan hanya itu, pihak kepolisian sendiri juga sulit dalam memberikan pengawasan terhadap Apotik di Tarakan.  Pasalnya, penjual obat-obatan maupun toko obat dadakan.

"Tetapi kita akan memberikan pengawasan semaksimal mungkin seperti toko-toko obat dadakan itu. Karena banyak sekali toko obat di Tarakan ini dan kita bukan mengawasi PCC saja. Namun, daftar obat G juga kita akan awasi," bebernya.

Sementara itu, Dinkes Kaltara bersama Satreskoba Polres Tarakan juga sudah melakukan razia kamerin (20/9) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Tarakan di apotik, toko obat bahkan ke gudang obatnya langsung. Meskipun dalam razia ini nihil dan tidak ditemukan adanya PCC di Tarakan, namun pihaknya memastikan akan terus menggalakkan razia.

“Jadi kami bersama intansi lainnya sudah lakukan razia di 4 apotik dan 1 obat dan tidak mendapatkan obat jenis PCC itu," tutupnya. (lly/kia)

No comments