Social Items

(Foto:INT)


SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Warga Kota Tarakan tampaknya lebih waspada terhadap penipuan via telpon, khususnya penipuan bantuan untuk mendaftar menjadi anggota Polri. Pasalnya, kemarin (4/9) sekira pukul 11.00 wita, terdapat 5 warga Tarakan melaporkan ke pihak berwajib, terkait adanya tawaran dari orang tidak dikenal, yang bisa meluluskan dalam tes Bintara Polri.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, pada awalnya pihak Polres Tarakan didatangi oleh seorang bernama Ayul. Maksud dari kedatangan Ayul adalah untuk mengkonfirmasi terkait telpon yang ia dapatkan dari seseorang yang mengaku bernama Kompol Adi Gunawan.

“Jadi Kompol Adi Gunawan ini mengaku polisi yang bertugas dari Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kalimantan Timur (Kaltim),” ujar Denny.

Dilanjutkan Denny, Ayul yang pernah mengikuti tes penerimaan masuk anggota Polri dan gugur di tes kesehatan, sempat merasa percaya akan telpon tersebut. Beruntung saat itu, dirinya yang dimintai untuk segera mengirimkan uang tidak langsung percaya, namun ia segera mengkonfimasi kepada Polres Tarakan.

“Jadi mereka langsung konfirmasi ke Kabag Sumda Polres Tarakan yaitu Kompol Imam Muhadi dan ternyata semua itu tidak benar. Jadi mereka dimintai untuk segera mengirimkan uang sebanyak 25 juta,” jelasnya.

Dalam percakapan yang sempat direkam oleh Ayul, pelaku yang mengaku sebagai Kompol Adi Gunawan tersebut mengatakan, dirinya mendapatkan perintah dari Karo SDM Polda Kaltim untuk mengkonfirmasi kepada 10 Polwan yang sempat gugur untuk dimasukkan kembali ke pendidikan polisi. Pelaku juga mengatakan, apabila uangnya sudah ditransfer maka pada tanggal 11 mendatang, Polwan yang ditelpon akan langsung berangkat mengikuti pendidikan.

“Mereka disuruh kirim cepat, beruntung dari 5 orang yang ditelpon belum ada yang mengirimkan uangnya. Jadi nomor yang menelpon mereka adalah 085256264179,” imbuhnya.

Denny juga menghimbau, dengan kejadian tersebut ia berharap masyarakat Kota Tarakan untuk waspada dan tidak langsung percaya apabila menerima telepon dengan modus yang sama.

“Jadi kalau ada telepon yang mengaku akan membantu masuk polisi, kami dari Polres Tarakan menyatakan semua itu bohong. Masyarakat bisa melapor ke Polres Tarakan apabila mendapatkan telepon dengan modus yang sama,” tutupnya. (lly/kia)

Waspada, Penipuan Masuk Polri, Denny : Segera Laporkan!

SUARA KALTARA
(Foto:INT)


SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Warga Kota Tarakan tampaknya lebih waspada terhadap penipuan via telpon, khususnya penipuan bantuan untuk mendaftar menjadi anggota Polri. Pasalnya, kemarin (4/9) sekira pukul 11.00 wita, terdapat 5 warga Tarakan melaporkan ke pihak berwajib, terkait adanya tawaran dari orang tidak dikenal, yang bisa meluluskan dalam tes Bintara Polri.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, pada awalnya pihak Polres Tarakan didatangi oleh seorang bernama Ayul. Maksud dari kedatangan Ayul adalah untuk mengkonfirmasi terkait telpon yang ia dapatkan dari seseorang yang mengaku bernama Kompol Adi Gunawan.

“Jadi Kompol Adi Gunawan ini mengaku polisi yang bertugas dari Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kalimantan Timur (Kaltim),” ujar Denny.

Dilanjutkan Denny, Ayul yang pernah mengikuti tes penerimaan masuk anggota Polri dan gugur di tes kesehatan, sempat merasa percaya akan telpon tersebut. Beruntung saat itu, dirinya yang dimintai untuk segera mengirimkan uang tidak langsung percaya, namun ia segera mengkonfimasi kepada Polres Tarakan.

“Jadi mereka langsung konfirmasi ke Kabag Sumda Polres Tarakan yaitu Kompol Imam Muhadi dan ternyata semua itu tidak benar. Jadi mereka dimintai untuk segera mengirimkan uang sebanyak 25 juta,” jelasnya.

Dalam percakapan yang sempat direkam oleh Ayul, pelaku yang mengaku sebagai Kompol Adi Gunawan tersebut mengatakan, dirinya mendapatkan perintah dari Karo SDM Polda Kaltim untuk mengkonfirmasi kepada 10 Polwan yang sempat gugur untuk dimasukkan kembali ke pendidikan polisi. Pelaku juga mengatakan, apabila uangnya sudah ditransfer maka pada tanggal 11 mendatang, Polwan yang ditelpon akan langsung berangkat mengikuti pendidikan.

“Mereka disuruh kirim cepat, beruntung dari 5 orang yang ditelpon belum ada yang mengirimkan uangnya. Jadi nomor yang menelpon mereka adalah 085256264179,” imbuhnya.

Denny juga menghimbau, dengan kejadian tersebut ia berharap masyarakat Kota Tarakan untuk waspada dan tidak langsung percaya apabila menerima telepon dengan modus yang sama.

“Jadi kalau ada telepon yang mengaku akan membantu masuk polisi, kami dari Polres Tarakan menyatakan semua itu bohong. Masyarakat bisa melapor ke Polres Tarakan apabila mendapatkan telepon dengan modus yang sama,” tutupnya. (lly/kia)

No comments