Social Items

(Foto : INT)

SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Tidak hanya jaringan yang cukup berpengaruh dalam pendaftaran dan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibuka sejak Senin (11/9) awal pekan tadi, ternyata permohonan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) juga ikut meningkat, karena menjadi salah satu syarat dalam penerimaan CPNS.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paut Subbag Humas Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, permohonan SKCK yang masuk ke Satuan Intel Polres Tarakan jika dihari biasa hanya sekitar 20 hingga 30 pemohon, selama 3 hari terakhir meningkat hingga 7 kali lipat.

“Ini karena dibukanya penerimaan CPNS, kan SKCK jadi salah satu syaratnya. Jadi, sehari permohonan yang masuk antara 170 sampai 200 pemohon dan untuk kenaikan sekitar 7 kali lipat. Pernah juga dalam sehari sampai 200 lebih pemohon,” ujarnya, kamis (14/9).

Dari jumlah pemohon, tercatat dihari pertama 156 pemohon, hari kedua sekitar 180 dan hari ketiga 200 lebih pemohon. Meski jumlahnya meningkat tajam, kebanyakan para pemohon masih saja mengajukan dengan cara manual. Sementara, sebenarnya permohonan SKCK ini bisa dilakukan online dan memudahkan pemohon untuk memasukkan data kependudukan hingga jati diri termasuk sidik jari dengan mudah.

“Kalau online, masyarakat masih sedikit yang menggunakan. Padahal, Satuan Intel sudah sering melakukan sosialisasi ke masyarakat, tetapi mungkin masih belum paham menggunakan sistem online ini sehingga lebih suka datang dan mengisi data secara manual di Polres Tarakan,” bebernya.

Diakuinya, jika pemohon mengajukan dengan cara manual selain membutuhkan waktu lama mengisi dan harus mengantri panjang di ruang Sat Intel, juga ada keterbatasan tempat untuk mengisi data. Sementara, jika menggunakan sistem online masyarakat bisa dimudahkan dengan mengisi data dirumah atau ditempat kerja.

“Asalkan persyaratan sudah lengkap, hari itu juga sudah langsung jadi. Kalaupun antri tidak lama karena pengisian data sudah dilakukan sebelumnya. Dan kalau datang, tinggal foto dan sidik jari saja karena data sudah masuk,” tutupnya. (lly/kia)

Wow, Pembuatan SKCK Naik Sampai 7x Lipat!

SUARA KALTARA
(Foto : INT)

SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Tidak hanya jaringan yang cukup berpengaruh dalam pendaftaran dan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibuka sejak Senin (11/9) awal pekan tadi, ternyata permohonan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) juga ikut meningkat, karena menjadi salah satu syarat dalam penerimaan CPNS.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paut Subbag Humas Ipda Denny Mardyanto menjelaskan, permohonan SKCK yang masuk ke Satuan Intel Polres Tarakan jika dihari biasa hanya sekitar 20 hingga 30 pemohon, selama 3 hari terakhir meningkat hingga 7 kali lipat.

“Ini karena dibukanya penerimaan CPNS, kan SKCK jadi salah satu syaratnya. Jadi, sehari permohonan yang masuk antara 170 sampai 200 pemohon dan untuk kenaikan sekitar 7 kali lipat. Pernah juga dalam sehari sampai 200 lebih pemohon,” ujarnya, kamis (14/9).

Dari jumlah pemohon, tercatat dihari pertama 156 pemohon, hari kedua sekitar 180 dan hari ketiga 200 lebih pemohon. Meski jumlahnya meningkat tajam, kebanyakan para pemohon masih saja mengajukan dengan cara manual. Sementara, sebenarnya permohonan SKCK ini bisa dilakukan online dan memudahkan pemohon untuk memasukkan data kependudukan hingga jati diri termasuk sidik jari dengan mudah.

“Kalau online, masyarakat masih sedikit yang menggunakan. Padahal, Satuan Intel sudah sering melakukan sosialisasi ke masyarakat, tetapi mungkin masih belum paham menggunakan sistem online ini sehingga lebih suka datang dan mengisi data secara manual di Polres Tarakan,” bebernya.

Diakuinya, jika pemohon mengajukan dengan cara manual selain membutuhkan waktu lama mengisi dan harus mengantri panjang di ruang Sat Intel, juga ada keterbatasan tempat untuk mengisi data. Sementara, jika menggunakan sistem online masyarakat bisa dimudahkan dengan mengisi data dirumah atau ditempat kerja.

“Asalkan persyaratan sudah lengkap, hari itu juga sudah langsung jadi. Kalaupun antri tidak lama karena pengisian data sudah dilakukan sebelumnya. Dan kalau datang, tinggal foto dan sidik jari saja karena data sudah masuk,” tutupnya. (lly/kia)

No comments