Social Items

( Foto : Dok) Kepala BI Perwakilan Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto

SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Berdirinya Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara di kota Tarakan saat ini, sangat membantu untuk mensuplai mata uang rupiah dan memperkenalkan mata uang rupiah yang baru, karena kebanyakan masyarakat khususnya perbatasan melakukan transaksi jual beli tersebut dengan mata uang asing khususnya mata uang Malaysia, Ringgit.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara Hendik Sudaryanto menjelaskan, masyarakat di perbatasan baik di Kabupaten Nunukan dan Kecamatan Sebatik transaksi jual beli mengunakan dua mata uang. Yakni, mata uang rupiah dan mata uang ringgit. Maka dari itu pihaknya terus menekan penggunaan mata uang asing. “Jadi untuk menekan penggunaan uang asing, kami bekerjasama dengan kepolisian dan tokoh masyarakat yang ada diperbatasan,” jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya akan terus melakukan suplai mata uang rupiah agar masyarakat perbatasan lebih mengunakan mata uang rupiah tersebut. Kemudian pihaknya juga mengaku sebelum terbentuknya Kantor Perwakilan BI Kaltara ini, diperbatasan sangat minim sekali dengan menyuplai mata uang rupiah tersebut.

“Jadi sejak ada BI ini di tahun 2016 lalu, kita sudah menyuplai uang miliaran rupiah dan dalam sebulan kita menyuplai 2 kali,” lanjutnya.
Dirinya juga mengaku, dalam menyuplai mata uang rupiah tersebut ke perbatasan Nunukan dan Sebatik. Pihaknya juga menyuplai uang rupiah tersebut ke beberapa daerah yang ada di Kaltara. Yakni, Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Tanah Tidung, dan Kabupaten Malinau.

Meskipun demikian, pihaknya juga masih terkendala dengan sarana dan prasarana dalam mensuplai uang rupiah di beberapa daerah di Kaltara. Salah satunya daerah Kabupaten Malinau, Kecamatan Krayan. Sebab, di daerah tersebut, akses transportasi untuk mensuplai uang, masih sangat sulit. Karena akses yang digunakan biasanya menggunakan perahu melalui sungai dengan kondisi sungai yang curam dan sangat berbahaya. Selain itu, biasanya juga menggunakan akses transportasi udara yang juga masih sulit.

“Kita ini terkendala sarana dan prasarana aja, seperti saat kita mau menyuplai uang rupiah ke daerah yang sulit seperti krayan, kan daerah itu kita harus naik Ferry dulu dan kita juga butuh pengawalan dengan membawa uang banyak, apalagi sekarang jadwal Ferry berubah-berubah,” ungkapnya.

Diakui Hendik, meski masih ada beberapa kendala yang dihadapi, namun pensuplaian mata uang rupiah di Kaltara, sudah memenuhi. Sehingga, masyarakat di Kaltara dan perbankan yang ada tidak perlu lagi khawatir. “Jadi kita akan berusaha menyuplai terus, yang jelas kebutuhan itu pasti ada bagi masyarakat dan perbankan,” tutupnya. (*/lly)

Maksimalkan Penggunaan Rupiah, Hendik : Kami Akan Suplai Uang Hingga Perbatasan

SUARA KALTARA
( Foto : Dok) Kepala BI Perwakilan Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto

SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Berdirinya Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara di kota Tarakan saat ini, sangat membantu untuk mensuplai mata uang rupiah dan memperkenalkan mata uang rupiah yang baru, karena kebanyakan masyarakat khususnya perbatasan melakukan transaksi jual beli tersebut dengan mata uang asing khususnya mata uang Malaysia, Ringgit.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara Hendik Sudaryanto menjelaskan, masyarakat di perbatasan baik di Kabupaten Nunukan dan Kecamatan Sebatik transaksi jual beli mengunakan dua mata uang. Yakni, mata uang rupiah dan mata uang ringgit. Maka dari itu pihaknya terus menekan penggunaan mata uang asing. “Jadi untuk menekan penggunaan uang asing, kami bekerjasama dengan kepolisian dan tokoh masyarakat yang ada diperbatasan,” jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya akan terus melakukan suplai mata uang rupiah agar masyarakat perbatasan lebih mengunakan mata uang rupiah tersebut. Kemudian pihaknya juga mengaku sebelum terbentuknya Kantor Perwakilan BI Kaltara ini, diperbatasan sangat minim sekali dengan menyuplai mata uang rupiah tersebut.

“Jadi sejak ada BI ini di tahun 2016 lalu, kita sudah menyuplai uang miliaran rupiah dan dalam sebulan kita menyuplai 2 kali,” lanjutnya.
Dirinya juga mengaku, dalam menyuplai mata uang rupiah tersebut ke perbatasan Nunukan dan Sebatik. Pihaknya juga menyuplai uang rupiah tersebut ke beberapa daerah yang ada di Kaltara. Yakni, Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Tanah Tidung, dan Kabupaten Malinau.

Meskipun demikian, pihaknya juga masih terkendala dengan sarana dan prasarana dalam mensuplai uang rupiah di beberapa daerah di Kaltara. Salah satunya daerah Kabupaten Malinau, Kecamatan Krayan. Sebab, di daerah tersebut, akses transportasi untuk mensuplai uang, masih sangat sulit. Karena akses yang digunakan biasanya menggunakan perahu melalui sungai dengan kondisi sungai yang curam dan sangat berbahaya. Selain itu, biasanya juga menggunakan akses transportasi udara yang juga masih sulit.

“Kita ini terkendala sarana dan prasarana aja, seperti saat kita mau menyuplai uang rupiah ke daerah yang sulit seperti krayan, kan daerah itu kita harus naik Ferry dulu dan kita juga butuh pengawalan dengan membawa uang banyak, apalagi sekarang jadwal Ferry berubah-berubah,” ungkapnya.

Diakui Hendik, meski masih ada beberapa kendala yang dihadapi, namun pensuplaian mata uang rupiah di Kaltara, sudah memenuhi. Sehingga, masyarakat di Kaltara dan perbankan yang ada tidak perlu lagi khawatir. “Jadi kita akan berusaha menyuplai terus, yang jelas kebutuhan itu pasti ada bagi masyarakat dan perbankan,” tutupnya. (*/lly)

No comments