Social Items

(Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
TERKUAK : Jaringan Pengedar Sabu Yang Akan Dibawa Ke Makassar.









SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Dengan adanya penangkapan 2 tersangka yang berinisialkan ED (31) dan BH (44) di Bandara Juwata International Kelas II Tarakan, Pihak Satreskoba Polres Tarakan mengembangkan kasus tersebut dan berhasil mengamankan satu tersangka lagi beserta barang bukti Narkotika jenis sabu lainnya.

Saat dikonfirmasi, Waka Polres Tarakan, Kompol Rizki Sandy menjelaskan, hasil pengembangan dari penangkapan di Bandara tadi pagi sekira pukul 10.21 Wita. Satreskoba berhasil membekuk lagi RG (37).

“Jadi jumlah barang bukti sabu tersebut sebnyak 1,5 kilogram (kg) dan kami setelah memeriksa ternyata ada tersangka lainnya yakni RG itu yang sudah sempat berhasil lolos dan masuk didalam pesawat Lion Air JT 739,” jelasnya.

Lanjut pria yang berpangkat melati satu ini mengatakan, kejadian tersebut yang berawal dari pintu masuk bandara Juwata Tarakan dan barang tersebut sempat terdeteksi di X-ray pintu masuk bandara tersebut.
“Awalnya petugas bandara menyita 8 bungkus dari tangan ED dan 10 bungkus BH dan RG 600 gram yang ditaruh dikemaluan kedua tersangka itu,” terang Rizky saat Konferensi Pers.

Sebelum didapatnya RG, petugas Satreskoba Polres Tarakan segera memeriksa dan ternyata kedua tersangka tyersebut masih memiliki rekan yang sudah masuk didalam pesawat Lion Air yang hampir meninggalkan bandara tersebut.
“Kami mengetahui RG didalam pesawat, anggota langsung kembali kebandara dan membawa RG yang saat itu didalam pesawat langsung membawa ke Polres Tarakan,” bebernya.

Sesampainya RG di Polres Tarakan, anggota Satreskoba Polres Tarakan langsung melakukan pengeledahan terhadap RG dan menemukan 10 bungkus sabu-sabu yang ditaruh tepat diselangkangan RG.
“Jadi sabu itu ditemukan didalam selangkangan dan sepatu RG. Jadi anggapan mereka menaruh sabu itu didalam selangkangan tidak bisa terdeteksi X-ray,” terangnya.
Sementara itu, ketiga tersangka saat ini sudah diamankan di Rutan Polres Tarakan dan ketiga tersangka tersebut dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “ED, BH dan RG diancam hukuman seumur hidup,” tutupnya. (lly)

Nyaris! 1,5 kg Sabu Meninggalkan Tarakan

SUARA KALTARA
(Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
TERKUAK : Jaringan Pengedar Sabu Yang Akan Dibawa Ke Makassar.









SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Dengan adanya penangkapan 2 tersangka yang berinisialkan ED (31) dan BH (44) di Bandara Juwata International Kelas II Tarakan, Pihak Satreskoba Polres Tarakan mengembangkan kasus tersebut dan berhasil mengamankan satu tersangka lagi beserta barang bukti Narkotika jenis sabu lainnya.

Saat dikonfirmasi, Waka Polres Tarakan, Kompol Rizki Sandy menjelaskan, hasil pengembangan dari penangkapan di Bandara tadi pagi sekira pukul 10.21 Wita. Satreskoba berhasil membekuk lagi RG (37).

“Jadi jumlah barang bukti sabu tersebut sebnyak 1,5 kilogram (kg) dan kami setelah memeriksa ternyata ada tersangka lainnya yakni RG itu yang sudah sempat berhasil lolos dan masuk didalam pesawat Lion Air JT 739,” jelasnya.

Lanjut pria yang berpangkat melati satu ini mengatakan, kejadian tersebut yang berawal dari pintu masuk bandara Juwata Tarakan dan barang tersebut sempat terdeteksi di X-ray pintu masuk bandara tersebut.
“Awalnya petugas bandara menyita 8 bungkus dari tangan ED dan 10 bungkus BH dan RG 600 gram yang ditaruh dikemaluan kedua tersangka itu,” terang Rizky saat Konferensi Pers.

Sebelum didapatnya RG, petugas Satreskoba Polres Tarakan segera memeriksa dan ternyata kedua tersangka tyersebut masih memiliki rekan yang sudah masuk didalam pesawat Lion Air yang hampir meninggalkan bandara tersebut.
“Kami mengetahui RG didalam pesawat, anggota langsung kembali kebandara dan membawa RG yang saat itu didalam pesawat langsung membawa ke Polres Tarakan,” bebernya.

Sesampainya RG di Polres Tarakan, anggota Satreskoba Polres Tarakan langsung melakukan pengeledahan terhadap RG dan menemukan 10 bungkus sabu-sabu yang ditaruh tepat diselangkangan RG.
“Jadi sabu itu ditemukan didalam selangkangan dan sepatu RG. Jadi anggapan mereka menaruh sabu itu didalam selangkangan tidak bisa terdeteksi X-ray,” terangnya.
Sementara itu, ketiga tersangka saat ini sudah diamankan di Rutan Polres Tarakan dan ketiga tersangka tersebut dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “ED, BH dan RG diancam hukuman seumur hidup,” tutupnya. (lly)

No comments