Social Items









SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Dengan majunya era teknologi di Indonesia, kini pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai disibukan dengan adanya program terbaru yakni, Program E-Commerence (kumpulan teknologi bisnis untuk melakukan transaksi elektronik). Bukan hanya itu juga, UMKM juga ingin meminta tempat untuk mempromosikan produk yang ada di Kaltara.

Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Pendamping UMKM, Lembaga Bisnis Transformasi, Anggi Andang menjelaskan, pihaknya akan memberikan beberapa konsep, yang diantaranya dengan membuka fikiran warga kaltara, agar bisa menawarkan segala produk yang ada dikaltara.
"Jadi kita akan ada proses bisnis yang kita hadapi untuk menawarkan produk kita dengan memberikan pengetahuan," jelasnya.

Lanjutnya, selain membuka wawasan, pihaknya memberikan penilaian sebelum sukses mempromosikan produk. Selain itu, dirinya memberikan ada konsep berbisnis yang diimbangi dengan ilmu. Agar dengan teknologi baru, maka pelaku UMKM omsetnya agar bisa lebih maju.
"Nanti juga ada metode kedisiplinan yang akan diberikan sama UMKM, nanti akan didampingi langsung dengan BI ini proses awal yang nanti akan berlanjut. Kedua, ini akan jadi informasi dasar untuk punya database agar bisa didata oleh BI dan instansi terkait,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltara Hemdik Sudaryanto mengatakan, dengan melakukan kegiatan pada pelaku UMKM tersebut, pihaknya berharap bisa mengembangkan UMKM dari sisi keahlian dasar.
"Jadi selama ini Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) baik dari Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan sudah melakukan hal yang sama dan kita juga akan memberikan bekal ilmu pada belaku UMKM itu," tuturnya.
Menurut Hendik, dengan adanya kegiatan ini juga, pihaknya akan meningkatkan dari sisi produk dan sebelumnya dirinya mengakui kebutuhan pasar yang ada di Kaltara berbeda dengan yang di luar Kaltara.

"Jadi seperti manajemen saat ini belum dikelola dengan profesional. Jadi paling utama dalam pasaran itu yakni pemasaran, baik dalam bentuk packing. Saya berharap nanti pelaku UMKM bisa menjadi rule model di daerah masing-masing," bebernya.
Di sisi lain, untuk gerakan non tunai juga berkaitan dengan pelaku UMKM dalam jangka panjang kedepan. Untuk era sekarang, gerakan non tunai masuk kedalam konteks pelayanan publik. Dalam arti, transaksi pengguna jalan tol dan pembelian bahan bakar sudah melakukan gerakan non tunai. (lly)

Rangkul UMKM, BI Akan Adakan Pelatihan E-Commerence

SUARA KALTARA







SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Dengan majunya era teknologi di Indonesia, kini pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai disibukan dengan adanya program terbaru yakni, Program E-Commerence (kumpulan teknologi bisnis untuk melakukan transaksi elektronik). Bukan hanya itu juga, UMKM juga ingin meminta tempat untuk mempromosikan produk yang ada di Kaltara.

Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Pendamping UMKM, Lembaga Bisnis Transformasi, Anggi Andang menjelaskan, pihaknya akan memberikan beberapa konsep, yang diantaranya dengan membuka fikiran warga kaltara, agar bisa menawarkan segala produk yang ada dikaltara.
"Jadi kita akan ada proses bisnis yang kita hadapi untuk menawarkan produk kita dengan memberikan pengetahuan," jelasnya.

Lanjutnya, selain membuka wawasan, pihaknya memberikan penilaian sebelum sukses mempromosikan produk. Selain itu, dirinya memberikan ada konsep berbisnis yang diimbangi dengan ilmu. Agar dengan teknologi baru, maka pelaku UMKM omsetnya agar bisa lebih maju.
"Nanti juga ada metode kedisiplinan yang akan diberikan sama UMKM, nanti akan didampingi langsung dengan BI ini proses awal yang nanti akan berlanjut. Kedua, ini akan jadi informasi dasar untuk punya database agar bisa didata oleh BI dan instansi terkait,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltara Hemdik Sudaryanto mengatakan, dengan melakukan kegiatan pada pelaku UMKM tersebut, pihaknya berharap bisa mengembangkan UMKM dari sisi keahlian dasar.
"Jadi selama ini Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) baik dari Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan sudah melakukan hal yang sama dan kita juga akan memberikan bekal ilmu pada belaku UMKM itu," tuturnya.
Menurut Hendik, dengan adanya kegiatan ini juga, pihaknya akan meningkatkan dari sisi produk dan sebelumnya dirinya mengakui kebutuhan pasar yang ada di Kaltara berbeda dengan yang di luar Kaltara.

"Jadi seperti manajemen saat ini belum dikelola dengan profesional. Jadi paling utama dalam pasaran itu yakni pemasaran, baik dalam bentuk packing. Saya berharap nanti pelaku UMKM bisa menjadi rule model di daerah masing-masing," bebernya.
Di sisi lain, untuk gerakan non tunai juga berkaitan dengan pelaku UMKM dalam jangka panjang kedepan. Untuk era sekarang, gerakan non tunai masuk kedalam konteks pelayanan publik. Dalam arti, transaksi pengguna jalan tol dan pembelian bahan bakar sudah melakukan gerakan non tunai. (lly)

No comments