Social Items



SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Dalam rangka kunjungan kerja (Kunker) Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan yang dijadwalkan Jumat (6/10), Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menggelar dan memimpin rapat lanjutan di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (4/10). Hadir dalam rapat, Asisten II dan III Setprov Kaltara, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Biro se Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, dan instansi vertikat terkait lainnya. 

Dalam rapat itu, yang menjadi perhatian Gubernur adalah soal cek dan ricek kesiapan lokasi dan sarana-prasarana penunjang yang akan dikunjungi maupun digunakan oleh Presiden saat itu. Juga, kepastian kehadiran undangan seperti Dewan Presidium Calon Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kaltara, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat. Adapun rencana lokasi yang akan dikunjungi Presiden di Tanjung Selor, yakni Lapangan Agatish, Halaman Kantor Bupati Bulungan, Masjid Agung Istiqomah dan salah satu warung makan di wilayah Tanjung Selor. “Jangan lupa pula, ID Card seluruh panitia dan tamu undangan harus dipastikan kelegalannya. Harus distempel oleh pihak yang berwenang, utamanya yang berada di area Ring 1. Sebab, berdasarkan pengalaman selama ini, Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) tidak akan berkompromi bila ada orang atau pihak manapun yang mendekati Presiden tanpa persetujuan Presiden,” ujar Gubernur. 

Termasuk undangan untuk para pemilik perusahaan yang telah dan akan beroperasi di wilayah Kaltara, berikut calon investor yang akan menanamkan modalnya di Kaltara. “Alhamdulillah, imbauan saya direspon baik oleh para pengusaha di Kaltara. Mereka siap membantu kesiapan kita dalam menyambut Presiden, juga untuk persiapan HUT (Hari Ulang Tahun) TNI (Tentara Nasional Indonesia) ke-72. Untuk kehadiran saat kedatangan Presiden ini, sejumlah pengusaha dan calon investor sudah mengonfirmasi kehadirannya. Yang lain, mohon dipastikan lagi,” jelas Gubernur. 

Dikabarkan pula, di Lapangan Agatish akan disiapkan karpet merah pada panggung kehormatan serta jalan masuk yang ditapaki oleh Presiden. Di satu titik, juga akan ditempatkan sejumlah display rencana pembangunan yang dicanangkan di Kaltara, seperti Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, dan Kota Baru Mandiri (KBM). “Display ini harus disiapkan sesegera mungkin, jika bisa Kamis malam sudah klir. Rencananya, jika ada waktu, saya akan memanfaatkan waktu sekitar 10 menit atau kurang untuk memaparkan secara singkat dan jelas mengenai seluruh rencana pembangunan di Kaltara kepada Presiden,” jelas Gubernur. 

Seluruh kesiapan kunjungan Presiden di Tanjung Selor ini, akan dipantau dan dicek-ricek oleh Asisten II dan III. “Saya juga berharap dukungan dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bulungan untuk menggerakkan masyarakat untuk meramaikan kedatangan Presiden di Tanjung Selor. Sebab, ini sebuah momentum bersejarah bagi Kaltara, khususnya Tanjung Selor karena baru pertama kali dikunjungi Presiden,” ulas Gubernur. 

Presiden dijadwalkan paling lambat sekitar pukul 15.00 Wita di hari yang sama, akan meninggalkan Tanjung Selor menuju Kota Tarakan. Presiden, diinformasikan Gubernur, akan melanjutkan tugas kenegaraannya ke Brunei Darussalam. “Di Tanjung Selor kan ada sejumlah kegiatan yang akan dilakukan Presiden, di antaranya penyerahan sertifikat, KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan PKH (Program Keluarga Harapan). Khusus penerima sertifikat dan PKH, panitia harus dapat memastikan bahwa warga yang menerima itu sehat secara jasmani dan rohani. Dan, mereka juga harus diberikan ID Card sehingga memudahkan identifikasi juga verifikasi saat acara berlangsung,” ungkap Gubernur. 

Keamanan dan kesehatan makanan yang akan dikonsumsi Presiden, berikut Ibu Negara Iriana Joko Widodo tak luput dari perhatian Gubernur. Ditegaskan, agar tim food security untuk menyiapkan dan memverifikasi setiap menu makanan yang disajikan. Termasuk, kesiapan menu makanan favorit Presiden dan Ibu Negara. “Kadis (Kepala Dinas) Kesehatan dan para dokternya harus memastikan keamanan dan kesehatan makanan yang disajikan. Jangan lupa juga untuk menyiapkan sejumlah peralatan kesehatan yang diinginkan tim dokter kepresidenan, termasuk keberadaan Mini ICU (Intensive Care Unit),” papar Gubernur.

Presiden rencananya akan menggunakan helikopter pulang dan pergi ke Tanjung Selor dengan didampingi Gubernur serta sejumlah menteri, seperti Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Abdul Jalil. Dikabarkan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga bakal hadir dalam kunjungan Presiden ke Tanjung Selor. Di kesempatan itu, jika dibenarkan dan disetujui, Gubernur akan mencoba memberikan gambaran dan mengunjungi lokasi KIPI dan KBM melalui udara. “Kita sangat mengapresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan Presiden Joko Widodo selama ini untuk Kaltara. Karena adanya beberapa kebijakan diskresi untuk Kaltara, seperti formasi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) dan ketersediaan anggaran untuk Kaltara di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Total anggaran APBN untuk perbatasan Kaltara itu, sekitar Rp 4 triliun tahun ini,” tuntasnya. (Humas/RisK) 

Siapkan Karpet Merah Untuk Jokowi

SUARA KALTARA


SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Dalam rangka kunjungan kerja (Kunker) Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan yang dijadwalkan Jumat (6/10), Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menggelar dan memimpin rapat lanjutan di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (4/10). Hadir dalam rapat, Asisten II dan III Setprov Kaltara, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Biro se Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, dan instansi vertikat terkait lainnya. 

Dalam rapat itu, yang menjadi perhatian Gubernur adalah soal cek dan ricek kesiapan lokasi dan sarana-prasarana penunjang yang akan dikunjungi maupun digunakan oleh Presiden saat itu. Juga, kepastian kehadiran undangan seperti Dewan Presidium Calon Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kaltara, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat. Adapun rencana lokasi yang akan dikunjungi Presiden di Tanjung Selor, yakni Lapangan Agatish, Halaman Kantor Bupati Bulungan, Masjid Agung Istiqomah dan salah satu warung makan di wilayah Tanjung Selor. “Jangan lupa pula, ID Card seluruh panitia dan tamu undangan harus dipastikan kelegalannya. Harus distempel oleh pihak yang berwenang, utamanya yang berada di area Ring 1. Sebab, berdasarkan pengalaman selama ini, Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) tidak akan berkompromi bila ada orang atau pihak manapun yang mendekati Presiden tanpa persetujuan Presiden,” ujar Gubernur. 

Termasuk undangan untuk para pemilik perusahaan yang telah dan akan beroperasi di wilayah Kaltara, berikut calon investor yang akan menanamkan modalnya di Kaltara. “Alhamdulillah, imbauan saya direspon baik oleh para pengusaha di Kaltara. Mereka siap membantu kesiapan kita dalam menyambut Presiden, juga untuk persiapan HUT (Hari Ulang Tahun) TNI (Tentara Nasional Indonesia) ke-72. Untuk kehadiran saat kedatangan Presiden ini, sejumlah pengusaha dan calon investor sudah mengonfirmasi kehadirannya. Yang lain, mohon dipastikan lagi,” jelas Gubernur. 

Dikabarkan pula, di Lapangan Agatish akan disiapkan karpet merah pada panggung kehormatan serta jalan masuk yang ditapaki oleh Presiden. Di satu titik, juga akan ditempatkan sejumlah display rencana pembangunan yang dicanangkan di Kaltara, seperti Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, dan Kota Baru Mandiri (KBM). “Display ini harus disiapkan sesegera mungkin, jika bisa Kamis malam sudah klir. Rencananya, jika ada waktu, saya akan memanfaatkan waktu sekitar 10 menit atau kurang untuk memaparkan secara singkat dan jelas mengenai seluruh rencana pembangunan di Kaltara kepada Presiden,” jelas Gubernur. 

Seluruh kesiapan kunjungan Presiden di Tanjung Selor ini, akan dipantau dan dicek-ricek oleh Asisten II dan III. “Saya juga berharap dukungan dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bulungan untuk menggerakkan masyarakat untuk meramaikan kedatangan Presiden di Tanjung Selor. Sebab, ini sebuah momentum bersejarah bagi Kaltara, khususnya Tanjung Selor karena baru pertama kali dikunjungi Presiden,” ulas Gubernur. 

Presiden dijadwalkan paling lambat sekitar pukul 15.00 Wita di hari yang sama, akan meninggalkan Tanjung Selor menuju Kota Tarakan. Presiden, diinformasikan Gubernur, akan melanjutkan tugas kenegaraannya ke Brunei Darussalam. “Di Tanjung Selor kan ada sejumlah kegiatan yang akan dilakukan Presiden, di antaranya penyerahan sertifikat, KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan PKH (Program Keluarga Harapan). Khusus penerima sertifikat dan PKH, panitia harus dapat memastikan bahwa warga yang menerima itu sehat secara jasmani dan rohani. Dan, mereka juga harus diberikan ID Card sehingga memudahkan identifikasi juga verifikasi saat acara berlangsung,” ungkap Gubernur. 

Keamanan dan kesehatan makanan yang akan dikonsumsi Presiden, berikut Ibu Negara Iriana Joko Widodo tak luput dari perhatian Gubernur. Ditegaskan, agar tim food security untuk menyiapkan dan memverifikasi setiap menu makanan yang disajikan. Termasuk, kesiapan menu makanan favorit Presiden dan Ibu Negara. “Kadis (Kepala Dinas) Kesehatan dan para dokternya harus memastikan keamanan dan kesehatan makanan yang disajikan. Jangan lupa juga untuk menyiapkan sejumlah peralatan kesehatan yang diinginkan tim dokter kepresidenan, termasuk keberadaan Mini ICU (Intensive Care Unit),” papar Gubernur.

Presiden rencananya akan menggunakan helikopter pulang dan pergi ke Tanjung Selor dengan didampingi Gubernur serta sejumlah menteri, seperti Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Abdul Jalil. Dikabarkan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga bakal hadir dalam kunjungan Presiden ke Tanjung Selor. Di kesempatan itu, jika dibenarkan dan disetujui, Gubernur akan mencoba memberikan gambaran dan mengunjungi lokasi KIPI dan KBM melalui udara. “Kita sangat mengapresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan Presiden Joko Widodo selama ini untuk Kaltara. Karena adanya beberapa kebijakan diskresi untuk Kaltara, seperti formasi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) dan ketersediaan anggaran untuk Kaltara di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Total anggaran APBN untuk perbatasan Kaltara itu, sekitar Rp 4 triliun tahun ini,” tuntasnya. (Humas/RisK) 

No comments