Social Items









SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Puluhan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pelabuhan Malundung berbondong-bondong datang ke Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan kemarin (30/10). Dalam kedatangan di KSOP tersebut, para buruh itu menuntut akan hak upah yang belum dibayarkan selama 7 bulan oleh 2 perusahaan. Yakni PT Kristal Cahaya Samudera dan PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC).

Terkai hal itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) TKBM Pelabuhan Tarakan David menjelaskan, pihaknya sudah merasa resah terhadap perusahan tersebut belum membayar upah selama 7 bulan tersebut. dan juga pihaknya sudah mengadukan ini sebelumnya oleh Pemerintah Kota. Namun belum ada titik terang.

"Kami melakukan aksi ini hanya menuntut keadilan dan kami juga tadi sempat menahan 2 kapal agar kami dapat perhatian dari perusahaan itu,” jelasnya saat di temui di Kantor KSOP.

Lanjutnya, sebelumnya pihaknya hanya dijanjikan oleh 2 Perusahaan tersebut dan hanya saja hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan hak upah tersebut. kemudian itu juga pihaknya sudah melakukan negosiasi bersama pihak KSOP dan Aparat kepolisian terkait hal itu di Kantor KSOP kemarin siang sekira pukul 13.00 wita.

“Jadi dari hasil rapat kemarin, kami dijanjikan menunggu hingga hari jumat (3/11). Nanti ada Dinas Perhubungan Kaltara yang datang untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun, kami belum bisa memastikan ini akan bisa diatasi atau tidak oleh Dishub Kaltara,” ungkapnya.

Kemudian itu juga, apabila ini persoalan tidak dapat diselessikan, Pihak buruh TKBM akan terus melakukan aksi tersebut. “Padahal sebelumnya sudah ada Kontrak tertulis, pokoknya kami akan terus seperti ini kalau Jumat mendatang tidak ada kejelasan,” tuturnya.
Sementara itu hingga berita ini diturunkan pihak KSOP belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu. (*/lly)

Tak Digaji 7 Bulan, Buruh TKBM Datangi KSOP

SUARA KALTARA








SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Puluhan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pelabuhan Malundung berbondong-bondong datang ke Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan kemarin (30/10). Dalam kedatangan di KSOP tersebut, para buruh itu menuntut akan hak upah yang belum dibayarkan selama 7 bulan oleh 2 perusahaan. Yakni PT Kristal Cahaya Samudera dan PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC).

Terkai hal itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) TKBM Pelabuhan Tarakan David menjelaskan, pihaknya sudah merasa resah terhadap perusahan tersebut belum membayar upah selama 7 bulan tersebut. dan juga pihaknya sudah mengadukan ini sebelumnya oleh Pemerintah Kota. Namun belum ada titik terang.

"Kami melakukan aksi ini hanya menuntut keadilan dan kami juga tadi sempat menahan 2 kapal agar kami dapat perhatian dari perusahaan itu,” jelasnya saat di temui di Kantor KSOP.

Lanjutnya, sebelumnya pihaknya hanya dijanjikan oleh 2 Perusahaan tersebut dan hanya saja hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan hak upah tersebut. kemudian itu juga pihaknya sudah melakukan negosiasi bersama pihak KSOP dan Aparat kepolisian terkait hal itu di Kantor KSOP kemarin siang sekira pukul 13.00 wita.

“Jadi dari hasil rapat kemarin, kami dijanjikan menunggu hingga hari jumat (3/11). Nanti ada Dinas Perhubungan Kaltara yang datang untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun, kami belum bisa memastikan ini akan bisa diatasi atau tidak oleh Dishub Kaltara,” ungkapnya.

Kemudian itu juga, apabila ini persoalan tidak dapat diselessikan, Pihak buruh TKBM akan terus melakukan aksi tersebut. “Padahal sebelumnya sudah ada Kontrak tertulis, pokoknya kami akan terus seperti ini kalau Jumat mendatang tidak ada kejelasan,” tuturnya.
Sementara itu hingga berita ini diturunkan pihak KSOP belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu. (*/lly)

No comments