Social Items

( Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
Nana, saat memperlihatkan uang palsu yang ia terima dari tersangka setelah melakukan jual beli hp pada malam sebelumnya.






SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Belakangan dalam pekan ini peredaran uang palsu marak beredar khususnya di Kota Tarakan. Dalam peredaran uang palsu tersebut, berbagai macam modus yang digunakan para pelaku oengedar uang palsu tersebut.

Seperti yang diungkapkan, Hasnawati selaku korban dalam peredaran uang palsu tersebut. Pasalnya, kemarin (5/10) dirinya ingin menjual hp miliknya kepada seorang pelaku, yang mengunakan pembayaran dengan uang palsu tersebut.

"Jadi waktu itu saya mengekpos hp saya di akun Facebook milik saya dan akhirnya ada yang ingin membeli, kemudian saya ketemu orang tersebut yang ingin membeli hp saya itu sekira pukul 24.00 wita sekitaran Grand Mall Tarakan," jelasnya.
Lanjutnya, saat bertemu pelaku pengedar uang palsu tersebut, pelaku itu langsung melakukan transaksi terhadap Hasnawati dan membayar hp miliknya tersebut. "Saat itu tidak banyak bicara, orang itu langsung membayar hp yang saya jual dan kebetulan juga gelap, jadi saya tidak terlalu melihat uang itu," lanjutnya.

Parahnya lagi, Nana (sapaan akrabnya) kembali bertransaksi dengan uang palsu tersebut pada salah satu pedagang nasi goreng di Kelurahan Karang Balik. Selepas itu, Nana kembali bertransaksi di salah satu mini market dan akhirnya pada saat dia ingin membayar barang yang ia beli di kasir, barulah diketahui uang palsu tersebut setelah melalui mesin sinar X-ray.
"Uang itu sempat saya belanjakan tetapi, saat diperiksa di salah satu supermarket ternyata uang itu palsu semua," terengnya.

Usai mengetahui uang tersebut palsu, dirinya sempat menelpon nomor telpon pelaku pencurian tersebut, namun tidak dapat tersambung. "Sempat saya telpon, eh malah diblokir sama pelaku dan untuk saat ini dirinya belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak polisi," ujarnya.

Untuk diketahui, Hasnawati mendapatkan uang palsu tersebut dalam pecahan dengan total Rp 500.000 dalam pecahan Rp 50.000. Kemudian korban sempat mengenal ciri-ciri pelaku yang memberikannya uang palsu tersebut. "Jadi dia memakai kendaraan bermotor jenis Yamaha Fino  berwarna putih dan pelaku seorang lelaki yang tinggi," terangnya. (lly)

Waspada, Peredaran Uang Palsu Makin Marak

SUARA KALTARA
( Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
Nana, saat memperlihatkan uang palsu yang ia terima dari tersangka setelah melakukan jual beli hp pada malam sebelumnya.






SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Belakangan dalam pekan ini peredaran uang palsu marak beredar khususnya di Kota Tarakan. Dalam peredaran uang palsu tersebut, berbagai macam modus yang digunakan para pelaku oengedar uang palsu tersebut.

Seperti yang diungkapkan, Hasnawati selaku korban dalam peredaran uang palsu tersebut. Pasalnya, kemarin (5/10) dirinya ingin menjual hp miliknya kepada seorang pelaku, yang mengunakan pembayaran dengan uang palsu tersebut.

"Jadi waktu itu saya mengekpos hp saya di akun Facebook milik saya dan akhirnya ada yang ingin membeli, kemudian saya ketemu orang tersebut yang ingin membeli hp saya itu sekira pukul 24.00 wita sekitaran Grand Mall Tarakan," jelasnya.
Lanjutnya, saat bertemu pelaku pengedar uang palsu tersebut, pelaku itu langsung melakukan transaksi terhadap Hasnawati dan membayar hp miliknya tersebut. "Saat itu tidak banyak bicara, orang itu langsung membayar hp yang saya jual dan kebetulan juga gelap, jadi saya tidak terlalu melihat uang itu," lanjutnya.

Parahnya lagi, Nana (sapaan akrabnya) kembali bertransaksi dengan uang palsu tersebut pada salah satu pedagang nasi goreng di Kelurahan Karang Balik. Selepas itu, Nana kembali bertransaksi di salah satu mini market dan akhirnya pada saat dia ingin membayar barang yang ia beli di kasir, barulah diketahui uang palsu tersebut setelah melalui mesin sinar X-ray.
"Uang itu sempat saya belanjakan tetapi, saat diperiksa di salah satu supermarket ternyata uang itu palsu semua," terengnya.

Usai mengetahui uang tersebut palsu, dirinya sempat menelpon nomor telpon pelaku pencurian tersebut, namun tidak dapat tersambung. "Sempat saya telpon, eh malah diblokir sama pelaku dan untuk saat ini dirinya belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak polisi," ujarnya.

Untuk diketahui, Hasnawati mendapatkan uang palsu tersebut dalam pecahan dengan total Rp 500.000 dalam pecahan Rp 50.000. Kemudian korban sempat mengenal ciri-ciri pelaku yang memberikannya uang palsu tersebut. "Jadi dia memakai kendaraan bermotor jenis Yamaha Fino  berwarna putih dan pelaku seorang lelaki yang tinggi," terangnya. (lly)

No comments