Social Items


( Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
MS yang diamankan Satreskoba Polres Tarakan, karena mengedarkan sabu.



SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Senin (2/10) sekira pukul 14.00 wita disekitaran pinggir jalan Dr Soetomo Rt 8 Kelurahan Karang Balik Kecamatan Tarakan Barat, Satuan Reskoba Polres Tarakan berhasil mengamankan pria yang berinisialkan MS (30) dengan membawa Narkotika jenis sabu dengan berat 5,21 gram.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto mejelaskan, Pada saat itu MS sedang menjemput temannya didepan warnet. Pada saat diamankan didapat kotak rokok yang berada tidak jauh dari keberadaan MS sekitar 3 Meter. “Jadi MS itu sudah jadi DPO pihak Satreskoba dan ketika MS melihat anggota kepolisian dia langsung membuang sabu yang ditaruh didalam kotak rokok. Begitu petugas mengamankan MS dan mengambil kotak rokok yang dibuang MS, ternyata kotak itu berisikan sabu-sabu,” jelasnya, selasa (3/10).

Lanjut pria yang biasa disapa Denny ini mengatakan, Pelaku mendapatkan sabu-sabu tersebut, dari dalam Lapas, milik salah satu narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan. “MS itu dapat sabu itu dari seorang Napi yang berinisial MB,” terangnya.

Kemudian tersangka  MS bisa masuk kedalam Lapas tersebut melalui pintu masuk Lapas. “Cara MS itu masuk, dia seolah-olah menjenguk napi dan pada saat masuk dia tidak mendaftarkan diri kepada petugas Lapas dan dia berpura-pura sebagai penjenguk. Namun, dia hanya numpang dengan ibu-ibu dengan pembesuk lainnya seperti dempet-dempet ketika masuk didalam lapas,” tuturnya.

Setelah MS masuk, ia menemui MB dan setelah menemui MB, MS menerima sabu-sabu dari MB yang sudah ditaruh didalam kotak rokok. “MS itu sebelumnya sudah dua kali lolos membawa sabu itu dari dalam lapas dan dibawa keluar lapas dengan berat sebelumnya 10 gram,” bebernya.
Ditambahkan Denny, menurut pengakuan tersangka yang berinisialkan MS tersebut, Dia tidak membeli sabu-sabu tersebut. tetapi, dia suruh menjual barang haram tersebut dengan mendapat upah Rp 500 ribu.

“Dia itu hanya disuruh mengedarkan sabu itu dan ketika habis terjual dia dapat upah oleh MB dan sebelumnya dia sering dikasih Rp 800 ribu bonus dari menjual sabu itu,” kata pria berpangkat balok satu ini.

Sementara ini, pihak Satreskoba Polres Tarakan sudah menahan MS di rutan Polres Tarakan beserta barang bukti yang diamankan, satu buah plastik bening berisikan serbuk kristal, 1 buah kotak rokok, 1 buah handphone dan motor beat KU 2868 GB.

“Akibat ulah MS, dia diancam dengan Pasal 114 ayat 2 Subsider Pasal 112 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan sementara ini juga pihak Satreskoba masih melakukan pengembamngan terhadap MB,” tutupnya. (lly)

Wow, Napi Lapas Pasok Sabu? Dari Mana Tuch!!?

SUARA KALTARA

( Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
MS yang diamankan Satreskoba Polres Tarakan, karena mengedarkan sabu.



SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Senin (2/10) sekira pukul 14.00 wita disekitaran pinggir jalan Dr Soetomo Rt 8 Kelurahan Karang Balik Kecamatan Tarakan Barat, Satuan Reskoba Polres Tarakan berhasil mengamankan pria yang berinisialkan MS (30) dengan membawa Narkotika jenis sabu dengan berat 5,21 gram.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto mejelaskan, Pada saat itu MS sedang menjemput temannya didepan warnet. Pada saat diamankan didapat kotak rokok yang berada tidak jauh dari keberadaan MS sekitar 3 Meter. “Jadi MS itu sudah jadi DPO pihak Satreskoba dan ketika MS melihat anggota kepolisian dia langsung membuang sabu yang ditaruh didalam kotak rokok. Begitu petugas mengamankan MS dan mengambil kotak rokok yang dibuang MS, ternyata kotak itu berisikan sabu-sabu,” jelasnya, selasa (3/10).

Lanjut pria yang biasa disapa Denny ini mengatakan, Pelaku mendapatkan sabu-sabu tersebut, dari dalam Lapas, milik salah satu narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan. “MS itu dapat sabu itu dari seorang Napi yang berinisial MB,” terangnya.

Kemudian tersangka  MS bisa masuk kedalam Lapas tersebut melalui pintu masuk Lapas. “Cara MS itu masuk, dia seolah-olah menjenguk napi dan pada saat masuk dia tidak mendaftarkan diri kepada petugas Lapas dan dia berpura-pura sebagai penjenguk. Namun, dia hanya numpang dengan ibu-ibu dengan pembesuk lainnya seperti dempet-dempet ketika masuk didalam lapas,” tuturnya.

Setelah MS masuk, ia menemui MB dan setelah menemui MB, MS menerima sabu-sabu dari MB yang sudah ditaruh didalam kotak rokok. “MS itu sebelumnya sudah dua kali lolos membawa sabu itu dari dalam lapas dan dibawa keluar lapas dengan berat sebelumnya 10 gram,” bebernya.
Ditambahkan Denny, menurut pengakuan tersangka yang berinisialkan MS tersebut, Dia tidak membeli sabu-sabu tersebut. tetapi, dia suruh menjual barang haram tersebut dengan mendapat upah Rp 500 ribu.

“Dia itu hanya disuruh mengedarkan sabu itu dan ketika habis terjual dia dapat upah oleh MB dan sebelumnya dia sering dikasih Rp 800 ribu bonus dari menjual sabu itu,” kata pria berpangkat balok satu ini.

Sementara ini, pihak Satreskoba Polres Tarakan sudah menahan MS di rutan Polres Tarakan beserta barang bukti yang diamankan, satu buah plastik bening berisikan serbuk kristal, 1 buah kotak rokok, 1 buah handphone dan motor beat KU 2868 GB.

“Akibat ulah MS, dia diancam dengan Pasal 114 ayat 2 Subsider Pasal 112 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan sementara ini juga pihak Satreskoba masih melakukan pengembamngan terhadap MB,” tutupnya. (lly)

No comments