Social Items

LAGI : Satreskoba Polres Tarakan Lagi-lagi Melakukan Penangkapan Terhadap LF (38) Karna Kasus Sabu.





SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Tidak henti-hentinya Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Tarakan melakukan pemburuan terhadap barang haram yakni, narkoba. Kali ini Satrekoba berhasil mengamankan Latif (38) warga Jalan Seranai Tiga Kelurahan Juata Permai, rabu (22/11) sekira pukul 14.00 wita.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Kapolres Tarakan AKBP Deary Stone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto megatakan, Awalnya Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Tarakan mendapatkan laporan dari mayarakat bahwa daerah jalan Seranai Tiga Kelurahan Juata Permai sering dijadikan tempat transaksi Narkotika Jenis Sabu.

Usai Petugas Satreskoba Polres Tarakan melakukan penyelidikan terhadap rumah tersebut ternyata benar rumah tersebut sering terjadi transaksi tersebut.
“Menerima laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan hampir seminggu di rumah tersangka Latif tersebut dan ternyata benar rumah sering dijadikan tempat transaksi barang haram,” Kata Denny.


Petugas langsung melakukan pengrebekan dan mengamankan Latif (38). “Jadi petugas lakukan pengrebekan dan ditemukan 7 bungkus plastik yang berisikan sabu dengan berat 4 gram,” tuturnya.
Selain itu petugas mengamankan 7 plastik bening yang berisikan sabu-sabu, Satreskoba Polres Tarakan juga mengamankan barang bukti 1 buah kotak obat, 1 buah bong lengkap dengan pipet, 2 bungkus plastik dan 2 bungkus pelastik bekas sabu.

“Narkotika jenis sabu itu, petugas dapatkan didalam lemari Latif dan Latif termasuk pengedar dan pemakai, dan dari pengakuan tersangka Latif menjual sabu tersebut sudah 2 bulan,” jelasnya.

Sementara itu, akibat ulah yang dilakukan Latif, ia harus mempertaggung jawabkan perilakuknya dibalik jeruji besi dan dikenakan pasal 114 (2) sub 112 (2) tentang peredaran Narkotika. “Latif saat ini sudah diamankan di Rutan Polres Tarakan dan diancam dengan kurungan penjara minimal 5 tahun penjara,” tutupnya. (lly)

Bukannya Menaruh Baju, Lemari LF Malah Jadi Penyimpanan Sabu

SUARA KALTARA
LAGI : Satreskoba Polres Tarakan Lagi-lagi Melakukan Penangkapan Terhadap LF (38) Karna Kasus Sabu.





SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Tidak henti-hentinya Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Tarakan melakukan pemburuan terhadap barang haram yakni, narkoba. Kali ini Satrekoba berhasil mengamankan Latif (38) warga Jalan Seranai Tiga Kelurahan Juata Permai, rabu (22/11) sekira pukul 14.00 wita.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Kapolres Tarakan AKBP Deary Stone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto megatakan, Awalnya Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Tarakan mendapatkan laporan dari mayarakat bahwa daerah jalan Seranai Tiga Kelurahan Juata Permai sering dijadikan tempat transaksi Narkotika Jenis Sabu.

Usai Petugas Satreskoba Polres Tarakan melakukan penyelidikan terhadap rumah tersebut ternyata benar rumah tersebut sering terjadi transaksi tersebut.
“Menerima laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan hampir seminggu di rumah tersangka Latif tersebut dan ternyata benar rumah sering dijadikan tempat transaksi barang haram,” Kata Denny.


Petugas langsung melakukan pengrebekan dan mengamankan Latif (38). “Jadi petugas lakukan pengrebekan dan ditemukan 7 bungkus plastik yang berisikan sabu dengan berat 4 gram,” tuturnya.
Selain itu petugas mengamankan 7 plastik bening yang berisikan sabu-sabu, Satreskoba Polres Tarakan juga mengamankan barang bukti 1 buah kotak obat, 1 buah bong lengkap dengan pipet, 2 bungkus plastik dan 2 bungkus pelastik bekas sabu.

“Narkotika jenis sabu itu, petugas dapatkan didalam lemari Latif dan Latif termasuk pengedar dan pemakai, dan dari pengakuan tersangka Latif menjual sabu tersebut sudah 2 bulan,” jelasnya.

Sementara itu, akibat ulah yang dilakukan Latif, ia harus mempertaggung jawabkan perilakuknya dibalik jeruji besi dan dikenakan pasal 114 (2) sub 112 (2) tentang peredaran Narkotika. “Latif saat ini sudah diamankan di Rutan Polres Tarakan dan diancam dengan kurungan penjara minimal 5 tahun penjara,” tutupnya. (lly)

No comments