Social Items

TPID : Asisten Gubernur Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola BI, Dyah Nastiti





SUARAKALTARA.comJAKARTA - Dalam menjaga angka kestabilan Inflasi Daerah, Bank Indonesia (BI) telah membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada setiap daerah.

Terkait hal itu, Asisten Gubernur Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola BI, Dyah Nastiti mengatakan, TPID terbentuk pada setiap kabupaten yang berdasarkan Surat Keputusan Kementrian Dalam Negeri.

"Jadi TPID ini dibentuk 2007 lalu, hingga 2017 ini sebanyaj 542 TPAD yang telah terbentuk dimasing-masing daerah," jelasnya.
Lanjutnya, dalam setiap daerah merupakan salah satu penyumbang inflasi yang memiliki sektor yang berbeda-beda.

"Berbeda-beda, tapi dari kebijakan pemerintah lagi, seperti, pelarangan mengekspor kepiting bertelur keluar negeri. Disini kan jangan sampai nantinya kepiting itu dijual ke luar negeri dengan harga yang mahal sedangkan di jual dari indonesia malah dengan harga yang murah. Kami juga akan lakukan komunikasi ke pemerintah untuk kepiting itu," lanjutnya.

Selain itu juga, banyak daerah yang memiki benturan dengan kebijakan pemerintah, misalnya tiket pesawat. Karena jarangnya penerbangan pesawat di daerah itu, maka harga tiket semakin melonjak naik. Kemudian, untuk mengendalikan hal tersebut, pemerintah bersama TPID menambah jadwal pesawat sampai harga tiket turun.

"Kalau ada beturan seperti itu, pemerintah harus turun untuk mengatasi benturan itu," ungkapnya.
Sementara itu, BI juga memiliki tugas untuk mengendalikan inflasi yang tengah bergejolak. Inflasi yang terbesar itu adalah barang dan jasa dan paling berpengaruh adalah makanan yang bergejolak. "BI juga tidak hanya bergerak pada inflasi. Namun, BI juga bergerak pada bidang pengurus UMKM, karena semua itu dapat mendorong perekonomian di suatu daerah," tutupnya. (lly)

Dorong Perekonomian Masyarakat, BI dan Pemerintah Bentuk TPID

SUARA KALTARA
TPID : Asisten Gubernur Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola BI, Dyah Nastiti





SUARAKALTARA.comJAKARTA - Dalam menjaga angka kestabilan Inflasi Daerah, Bank Indonesia (BI) telah membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada setiap daerah.

Terkait hal itu, Asisten Gubernur Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola BI, Dyah Nastiti mengatakan, TPID terbentuk pada setiap kabupaten yang berdasarkan Surat Keputusan Kementrian Dalam Negeri.

"Jadi TPID ini dibentuk 2007 lalu, hingga 2017 ini sebanyaj 542 TPAD yang telah terbentuk dimasing-masing daerah," jelasnya.
Lanjutnya, dalam setiap daerah merupakan salah satu penyumbang inflasi yang memiliki sektor yang berbeda-beda.

"Berbeda-beda, tapi dari kebijakan pemerintah lagi, seperti, pelarangan mengekspor kepiting bertelur keluar negeri. Disini kan jangan sampai nantinya kepiting itu dijual ke luar negeri dengan harga yang mahal sedangkan di jual dari indonesia malah dengan harga yang murah. Kami juga akan lakukan komunikasi ke pemerintah untuk kepiting itu," lanjutnya.

Selain itu juga, banyak daerah yang memiki benturan dengan kebijakan pemerintah, misalnya tiket pesawat. Karena jarangnya penerbangan pesawat di daerah itu, maka harga tiket semakin melonjak naik. Kemudian, untuk mengendalikan hal tersebut, pemerintah bersama TPID menambah jadwal pesawat sampai harga tiket turun.

"Kalau ada beturan seperti itu, pemerintah harus turun untuk mengatasi benturan itu," ungkapnya.
Sementara itu, BI juga memiliki tugas untuk mengendalikan inflasi yang tengah bergejolak. Inflasi yang terbesar itu adalah barang dan jasa dan paling berpengaruh adalah makanan yang bergejolak. "BI juga tidak hanya bergerak pada inflasi. Namun, BI juga bergerak pada bidang pengurus UMKM, karena semua itu dapat mendorong perekonomian di suatu daerah," tutupnya. (lly)

No comments