Social Items

AKREDITASI : Sekprov Kaltara H Badrun mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menghadiri sesi presentasi Survei Akreditasi Rumah Sakit oleh KARS terhadap RSUD Tarakan-Pemprov Kaltara di Ruang Pertemuan Lantai 6 RSUD Tarakan, Senin (20/11).



SUARAKALTARA.com, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menekankan agar pelayanan di setiap rumah sakit (RS) di Kaltara, untuk ditingkatkan dan terstandar. Utamanya, bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan yang telah ditetapkan sebagai RS Rujukan tingkat provinsi. Salah satu indikator perbaikan layanan kesehatan itu, adalah dengan menargetkan peningkatan tipe RSUD Tarakan dari RS Tipe B ke Tipe A. “Sesuai komitmen Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kaltara di bidang kesehatan, saya sangat berharap RSUD Tarakan yang telah menjadi rujukan provinsi, dapat meningkat tipenya, menjadi Tipe A. Dan, Pemprov siap mendukung hal tersebut,” kata Gubernur, baru-baru ini. 

Peningkatan tipe itu, artinya membutuhkan banyak pembenahan terhadap RSUD Tarakan. Salah satunya, soal kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur RSUD Tarakan. Dijelaskan Direktur Utama (Dirut) RSUD Tarakan Muhammad Hasbi Hasyim, jajarannya siap menerima arahan Gubernur tersebut. Apalagi, hal ini didorong langsung oleh Gubernur. “Kalau menjadi Tipe A, itu artinya lebih komplit SDM-nya, serta infrastrukturnya. Di layanan kesehatannya, harus ada bedah yang kecil-kecil. Seperti bedah jantung, bedah tumor, dan bisa menjadi RS Pendidikan. Ditambah lagi, untuk setiap dokter spesialis, minimal ada 5 dokter spesialis per layanan,” jelas Hasbi di ruang kerjanya, Senin (20/11). 

Sementara didalam hal perbaikan layanan kesehatan, Hasbi menuturkan bahwa hal tersebut terus diupayakan. Salah satunya, dengan dilakukannya Survei Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012, yang dilaksanakan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sejak Minggu (19/11). Dilanjutkan, Senin (20/11) dengan presentasi Dirut RSUD Tarakan dengan dihadiri Ketua Dewan Pengawas RSUD Tarakan yang juga Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Badrun mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dari kalangan Pemprov Kaltara. “Akreditasi ini merupakan syarat mutlak bagi pelaksanaan kegiatan di seluruh RS di Indonesia. Intinya, RS harus terstandar secara nasional,” ujar Hasbi. 

Dalam prosesnya, RSUD Tarakan mendapat pendampingan langsung dari KARS untuk melakukan persiapan akreditasi. Adapun tim KARS yang mendampingi sekaligus melakukan survei akreditasi RSUD Tarakan, yakni Dr dr H Hanny Ronosulistyo, Sp.OG (K), MM, dr Rosma Napitupulu, MARS, dr Rorry Hartono, Sp.F, SH, MH, dan Ns. Minarni, S.Kep, M.Kes. “Setelah evaluasi dari survei simulasi yang dilakukan sebulan lalu, tingkat capaian standar layanan yang harus dicapai oleh kami, minimal 80 persen. Standar capaian itu pun berhasil kami gapai, setelah kami melakukan pembenahan yang intensif sebagaimana hasil evaluasi tersebut,” papar Hasbi. 

Setelah memenuhi tingkat capaian 80 persen, barulah RSUD Tarakan meminta kepada KARS untuk melakukan survei final untuk menentukan apakah RSUD Tarakan lulus atau tidak dalam proses akreditasi tersebut. “Sebelum survei final, H-1 dilakukan penetapan komitmen antara pihak RSUD Tarakan dan Pemprov Kaltara untuk kesediaan disurvei,” urai Hasbi. 

Untuk mencapai standar akreditasi yang diinginkan, layanan yang tersedia di RSUD Tarakan haruslah terstandar seluruhnya. “Target kami adalah lulus paripurna. Insyah Allah bisa,” ungkap Hasbi. 

Apabila status akreditasi ‘Lulus Paripurna’ diraih, Hasbi menekankan kepada seluruh jajarannya untuk merubah paradigma pelayanan kesehatan di RSUD Tarakan. Utamanya, adalah mengedepankan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, serta semua profesi yang ada di RSUD Tarakan harus memberikan pelayanan terstandar. “Fokusnya kini, adalah pasien. Pasien jadi bosnya, kalau dulu segalanya tergantung dokter,” beber Hasbi. 

Adapun standar pelayanan kesehatan yang tersedia di RSUD Tarakan, menurut Hasbi sudah mengacu sepenuhnya kepada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Pelayanan yang ada, di antaranya Penyakit Dalam, Kesehatan Anak, Bedah, Kebidanan, dan Kandungan. Selain itu, RSUD Tarakan juga telah memiliki layanan Radiologi, Spesialis Rontgen, Mata, Syaraf, Telinga-HidungTenggorokan (THT), dan Kulit. “Untuk bedah, RSUD Tarakan memiliki pelayanan Bedah Syaraf, Bedah Urologi, Bedah Ginjal, Bedah Tulang/Ortopedi, dan Bedah Anak,” urai Hasbi. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas RSUD Tarakan sekaligus Sekprov Kaltara H Badrun menuturkan, Pemprov Kaltara sangat mendukung perbaikan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan RSUD Tarakan. Termasuk, upaya mencapai akreditasi ‘Lulus Paripurna’. “Apapun evaluasi yang dihasilkan dari Survei Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012 ini, Pemprov akan mendukung RSUD Tarakan. Ini juga menjadi komitmen bersama dengan pihak terkait,” kata H Badrun.(humas/riska)

Gubernur Inginkan RSUD Tarakan Bertipe A

SUARA KALTARA
AKREDITASI : Sekprov Kaltara H Badrun mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menghadiri sesi presentasi Survei Akreditasi Rumah Sakit oleh KARS terhadap RSUD Tarakan-Pemprov Kaltara di Ruang Pertemuan Lantai 6 RSUD Tarakan, Senin (20/11).



SUARAKALTARA.com, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menekankan agar pelayanan di setiap rumah sakit (RS) di Kaltara, untuk ditingkatkan dan terstandar. Utamanya, bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan yang telah ditetapkan sebagai RS Rujukan tingkat provinsi. Salah satu indikator perbaikan layanan kesehatan itu, adalah dengan menargetkan peningkatan tipe RSUD Tarakan dari RS Tipe B ke Tipe A. “Sesuai komitmen Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kaltara di bidang kesehatan, saya sangat berharap RSUD Tarakan yang telah menjadi rujukan provinsi, dapat meningkat tipenya, menjadi Tipe A. Dan, Pemprov siap mendukung hal tersebut,” kata Gubernur, baru-baru ini. 

Peningkatan tipe itu, artinya membutuhkan banyak pembenahan terhadap RSUD Tarakan. Salah satunya, soal kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur RSUD Tarakan. Dijelaskan Direktur Utama (Dirut) RSUD Tarakan Muhammad Hasbi Hasyim, jajarannya siap menerima arahan Gubernur tersebut. Apalagi, hal ini didorong langsung oleh Gubernur. “Kalau menjadi Tipe A, itu artinya lebih komplit SDM-nya, serta infrastrukturnya. Di layanan kesehatannya, harus ada bedah yang kecil-kecil. Seperti bedah jantung, bedah tumor, dan bisa menjadi RS Pendidikan. Ditambah lagi, untuk setiap dokter spesialis, minimal ada 5 dokter spesialis per layanan,” jelas Hasbi di ruang kerjanya, Senin (20/11). 

Sementara didalam hal perbaikan layanan kesehatan, Hasbi menuturkan bahwa hal tersebut terus diupayakan. Salah satunya, dengan dilakukannya Survei Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012, yang dilaksanakan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sejak Minggu (19/11). Dilanjutkan, Senin (20/11) dengan presentasi Dirut RSUD Tarakan dengan dihadiri Ketua Dewan Pengawas RSUD Tarakan yang juga Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Badrun mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dari kalangan Pemprov Kaltara. “Akreditasi ini merupakan syarat mutlak bagi pelaksanaan kegiatan di seluruh RS di Indonesia. Intinya, RS harus terstandar secara nasional,” ujar Hasbi. 

Dalam prosesnya, RSUD Tarakan mendapat pendampingan langsung dari KARS untuk melakukan persiapan akreditasi. Adapun tim KARS yang mendampingi sekaligus melakukan survei akreditasi RSUD Tarakan, yakni Dr dr H Hanny Ronosulistyo, Sp.OG (K), MM, dr Rosma Napitupulu, MARS, dr Rorry Hartono, Sp.F, SH, MH, dan Ns. Minarni, S.Kep, M.Kes. “Setelah evaluasi dari survei simulasi yang dilakukan sebulan lalu, tingkat capaian standar layanan yang harus dicapai oleh kami, minimal 80 persen. Standar capaian itu pun berhasil kami gapai, setelah kami melakukan pembenahan yang intensif sebagaimana hasil evaluasi tersebut,” papar Hasbi. 

Setelah memenuhi tingkat capaian 80 persen, barulah RSUD Tarakan meminta kepada KARS untuk melakukan survei final untuk menentukan apakah RSUD Tarakan lulus atau tidak dalam proses akreditasi tersebut. “Sebelum survei final, H-1 dilakukan penetapan komitmen antara pihak RSUD Tarakan dan Pemprov Kaltara untuk kesediaan disurvei,” urai Hasbi. 

Untuk mencapai standar akreditasi yang diinginkan, layanan yang tersedia di RSUD Tarakan haruslah terstandar seluruhnya. “Target kami adalah lulus paripurna. Insyah Allah bisa,” ungkap Hasbi. 

Apabila status akreditasi ‘Lulus Paripurna’ diraih, Hasbi menekankan kepada seluruh jajarannya untuk merubah paradigma pelayanan kesehatan di RSUD Tarakan. Utamanya, adalah mengedepankan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, serta semua profesi yang ada di RSUD Tarakan harus memberikan pelayanan terstandar. “Fokusnya kini, adalah pasien. Pasien jadi bosnya, kalau dulu segalanya tergantung dokter,” beber Hasbi. 

Adapun standar pelayanan kesehatan yang tersedia di RSUD Tarakan, menurut Hasbi sudah mengacu sepenuhnya kepada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Pelayanan yang ada, di antaranya Penyakit Dalam, Kesehatan Anak, Bedah, Kebidanan, dan Kandungan. Selain itu, RSUD Tarakan juga telah memiliki layanan Radiologi, Spesialis Rontgen, Mata, Syaraf, Telinga-HidungTenggorokan (THT), dan Kulit. “Untuk bedah, RSUD Tarakan memiliki pelayanan Bedah Syaraf, Bedah Urologi, Bedah Ginjal, Bedah Tulang/Ortopedi, dan Bedah Anak,” urai Hasbi. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas RSUD Tarakan sekaligus Sekprov Kaltara H Badrun menuturkan, Pemprov Kaltara sangat mendukung perbaikan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan RSUD Tarakan. Termasuk, upaya mencapai akreditasi ‘Lulus Paripurna’. “Apapun evaluasi yang dihasilkan dari Survei Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012 ini, Pemprov akan mendukung RSUD Tarakan. Ini juga menjadi komitmen bersama dengan pihak terkait,” kata H Badrun.(humas/riska)

No comments