Social Items


( Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
Kepala Kantor BI Perwakilan Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto




SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Harga komoditas utama di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Januari hingga Oktober 2017 tidak mengalami kenaikan harga (inflasi) tertinggi, dengan tidak ada kenaikan inflasi tersebut yakni dalam artian tidak mencapai lebih 4 persen.

Terkait hal itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto menjelaskan, sesuai dengan adanya data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, pihaknya melihat dalam empat bulan terakhir ini inflasi cukup bagus. Namun, historynya dibulan September ini terjadi Deflasi.

“Jadi karena adanya deflasi empat bulan terakhir, Januari hingga Oktober ini hanya 2,06 persen,” jelasnya.

Lanjut Hendik, dalam menjaga inflasi tersebut tetap berada dibawah 4 persen itu hingga bulan Desember. Disini Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memiliki peran penting dalam menjaga peningkatan tersebut. “Kan biasanya dibulan Desember ini terjadi peningkatan permintaan menjelang tahun baru dan biasanya yang menyumbang inflasi terbesar yakni transportasi. untuk itu TPID bisa mengantisipasi lonjakan itu,” lanjutnya.

Kemudian juga, dengan turunnya TPID juga dengan mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut pada dua bulan terakhir. Yakni November dan Desember ini, kemungkinan tidak adanya kenaikan infalsi dan bisa diartikan tidak akan lebih dari 1 persen dalam kenaikan itu.

“Nantinya inflasi hingga akhir 2017 tetap dibawah 4 persen,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan, dengan adanya beberapa sektor utama dalam menyumbang inflasi di Kaltara ini, memiliki beberapa sektor yang mendukung. “Jadi ada sektor pertambangan itu cukup bagus, sektor pertanian saat ini semakin berkembang, sektor kontruksi juga adanya peningkatan proyek dan maupun sektor Perdagangan Hotel dan Restoran saat ini juga lebih menunjukan peningkatan,” tuturnya.

Sementara itu, dengan memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Kaltara ini menyisakan dua bulan terkhir di 2017, pastinya akan ada event besar. “Seperti Iraw dan acara akhir tahun lainnya yang bisa mendorong perekonomian dalam mempertahankan lajunya inflasi,” tutupnya. (*/lly)

Hendik : Tingkat Inflasi Kaltara Cukup Bagus

SUARA KALTARA

( Foto : Ellya Achmad / SuaraKaltara.com)
Kepala Kantor BI Perwakilan Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto




SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Harga komoditas utama di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Januari hingga Oktober 2017 tidak mengalami kenaikan harga (inflasi) tertinggi, dengan tidak ada kenaikan inflasi tersebut yakni dalam artian tidak mencapai lebih 4 persen.

Terkait hal itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto menjelaskan, sesuai dengan adanya data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, pihaknya melihat dalam empat bulan terakhir ini inflasi cukup bagus. Namun, historynya dibulan September ini terjadi Deflasi.

“Jadi karena adanya deflasi empat bulan terakhir, Januari hingga Oktober ini hanya 2,06 persen,” jelasnya.

Lanjut Hendik, dalam menjaga inflasi tersebut tetap berada dibawah 4 persen itu hingga bulan Desember. Disini Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memiliki peran penting dalam menjaga peningkatan tersebut. “Kan biasanya dibulan Desember ini terjadi peningkatan permintaan menjelang tahun baru dan biasanya yang menyumbang inflasi terbesar yakni transportasi. untuk itu TPID bisa mengantisipasi lonjakan itu,” lanjutnya.

Kemudian juga, dengan turunnya TPID juga dengan mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut pada dua bulan terakhir. Yakni November dan Desember ini, kemungkinan tidak adanya kenaikan infalsi dan bisa diartikan tidak akan lebih dari 1 persen dalam kenaikan itu.

“Nantinya inflasi hingga akhir 2017 tetap dibawah 4 persen,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan, dengan adanya beberapa sektor utama dalam menyumbang inflasi di Kaltara ini, memiliki beberapa sektor yang mendukung. “Jadi ada sektor pertambangan itu cukup bagus, sektor pertanian saat ini semakin berkembang, sektor kontruksi juga adanya peningkatan proyek dan maupun sektor Perdagangan Hotel dan Restoran saat ini juga lebih menunjukan peningkatan,” tuturnya.

Sementara itu, dengan memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Kaltara ini menyisakan dua bulan terkhir di 2017, pastinya akan ada event besar. “Seperti Iraw dan acara akhir tahun lainnya yang bisa mendorong perekonomian dalam mempertahankan lajunya inflasi,” tutupnya. (*/lly)

No comments