Social Items

SL Tersangka Pembunuhan Bayi Dalam Frezzer Mengenakan Kerudung Pink, dan ditemani oleh Penasehat Hukumnya





SUARAKALTARA.com,TARAKAN – SL, ibu bayi yang tega menaruh anaknya didalam Freezer pada 2 Agustus lalu, sekira pukul 19.30 warga RT 11 Kelurahan Kampung Satu Skip, kini hampir empat bulan menjadi tahanan Penyidik Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tarakan menangani dan mengumpulkan data dan hari ini kamis (30/11) PPA telah menyerahkan berkas ke Kejaksaan Agung serta barang bukti.

Terkait hal itu, Kepala Kejaaksaan Negeri (Kejari) Tarakan Rachmad Vidianto, melalui Kasi Pidana Umum Banan Prasetya mengatakan, kasus bayi dalam Frezeer tersebut saat ini sudah diserahkan kepada penuntut umum serta barang bukti yang dimiliki kasus bayi dalam frezeer tersebut.

“Jadi tandanya ini sudah tahap 2, diserahkan kepada kita berkasnya nanti selanjutnya akan kita limpahkan ke pengadilan,” jelasnya.

Beralihnya SL yang awalnya 4 bulan sebagai tahanan Unit PPA Satreskrim Polres Tarakan. Kini 20 hari kedepan akan berstatus tahanan penuntut umum. “SL ini berstatus sekarang hingga 19 Desember milik tahanan penuntut umum. Namun, Kejaksaan Agung berharap sebelum 20 hari kedepan kasus SL sudah dilimpahkan ke Pengadilan,” terangnya.

Banan juga menambahkan, SL dikenakan banyak pasal yang akan disangkakan terhadap SL. Yakni terdapat 7 pasal. “Jadi banyak pasal disangkakan ke SL. Seperti, pasal perlindungan anak, Pasal 80 ayat 3 dan ayat 4 junto pasal 76 C Undang undang RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Perlindungan Anak menjadi Undang undang junto Pasal 340 junto pasal 338 junto junto 341 junto 342 junto pasal 359 KUHP yang berkaitan tentang pembunuhan. Tetapi, kita akan melihat dipersidangan aja,” ungkap Kasi Pidum saat ditemui diruang kerjanya.

Selain itu juga, barang bukti yang diserah ke pihak Kejari Tarakan yakni diantaranya mobil Agya berwarna putih, 2 Frezeer  merek sharp, baskom yang dipakai SL melahirkan, gunting plastik, baju dan jamu.
“Semua Barang buktinya sudah di kejaksaan dan dari pengakuan SL juga dia melahirkan sendiri, maka dari itu ada baskom gunting yang digunakan SL,” tuturnya.
Kemudian, dalam penyerahan berkas serta barang bukti SL tersebut, SL terlihat mengenakan kerudung pink didampingi langsung dengan Penasehat Hukum (PH), Nunung Tri Sulistyawati dan saat ini SL dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan sekira pukul 17.00 wita. (lly)

Ingat Selly?! Kiní Berkasnya Sudah Ditangan Penuntut Umum

SUARA KALTARA
SL Tersangka Pembunuhan Bayi Dalam Frezzer Mengenakan Kerudung Pink, dan ditemani oleh Penasehat Hukumnya





SUARAKALTARA.com,TARAKAN – SL, ibu bayi yang tega menaruh anaknya didalam Freezer pada 2 Agustus lalu, sekira pukul 19.30 warga RT 11 Kelurahan Kampung Satu Skip, kini hampir empat bulan menjadi tahanan Penyidik Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tarakan menangani dan mengumpulkan data dan hari ini kamis (30/11) PPA telah menyerahkan berkas ke Kejaksaan Agung serta barang bukti.

Terkait hal itu, Kepala Kejaaksaan Negeri (Kejari) Tarakan Rachmad Vidianto, melalui Kasi Pidana Umum Banan Prasetya mengatakan, kasus bayi dalam Frezeer tersebut saat ini sudah diserahkan kepada penuntut umum serta barang bukti yang dimiliki kasus bayi dalam frezeer tersebut.

“Jadi tandanya ini sudah tahap 2, diserahkan kepada kita berkasnya nanti selanjutnya akan kita limpahkan ke pengadilan,” jelasnya.

Beralihnya SL yang awalnya 4 bulan sebagai tahanan Unit PPA Satreskrim Polres Tarakan. Kini 20 hari kedepan akan berstatus tahanan penuntut umum. “SL ini berstatus sekarang hingga 19 Desember milik tahanan penuntut umum. Namun, Kejaksaan Agung berharap sebelum 20 hari kedepan kasus SL sudah dilimpahkan ke Pengadilan,” terangnya.

Banan juga menambahkan, SL dikenakan banyak pasal yang akan disangkakan terhadap SL. Yakni terdapat 7 pasal. “Jadi banyak pasal disangkakan ke SL. Seperti, pasal perlindungan anak, Pasal 80 ayat 3 dan ayat 4 junto pasal 76 C Undang undang RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Perlindungan Anak menjadi Undang undang junto Pasal 340 junto pasal 338 junto junto 341 junto 342 junto pasal 359 KUHP yang berkaitan tentang pembunuhan. Tetapi, kita akan melihat dipersidangan aja,” ungkap Kasi Pidum saat ditemui diruang kerjanya.

Selain itu juga, barang bukti yang diserah ke pihak Kejari Tarakan yakni diantaranya mobil Agya berwarna putih, 2 Frezeer  merek sharp, baskom yang dipakai SL melahirkan, gunting plastik, baju dan jamu.
“Semua Barang buktinya sudah di kejaksaan dan dari pengakuan SL juga dia melahirkan sendiri, maka dari itu ada baskom gunting yang digunakan SL,” tuturnya.
Kemudian, dalam penyerahan berkas serta barang bukti SL tersebut, SL terlihat mengenakan kerudung pink didampingi langsung dengan Penasehat Hukum (PH), Nunung Tri Sulistyawati dan saat ini SL dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan sekira pukul 17.00 wita. (lly)

No comments