Social Items





SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara secara resmi meluncurkan program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI). Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono, INOVASI merupakan program kemitraan di bidang pendidikan yang berfokus pada peningkatan mutu hasil pembelajaran literasi dan numerasi siswa di jenjang pendidikan dasar.  

Disebutkannya, program tersebut bekerjasama dengan Konselor Bidang Pembangunan Manusia Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia. “Program INOVASI memperhatikan kebutuhan semua siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Sebagai provinsi ketiga mitra INOVASI di Indonesia, implementasi program INOVASI di Kaltara akan dilakukan di dua kabupaten, diantaranya Bulungan dan Malinau. INOVASI sendiri telah bekerja di Indonesia sejak 2016, dimana Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan mitra pertama,” ujar Sigit. 

Rencananya, peluncuran program ini akan dilakukan di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan dengan dirangkaikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendikbud dengan Pemprov Kaltara pada 27 November nanti. “Selain itu, juga ada penandatanganan MoU antara Pemprov Kaltara dan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bulungan dan Malinau dalam mengimplementasikan program INOVASI,” katanya. 

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, program INOVASI sejalan dengan budaya mutu yang menjadi fokus dari Kemendikbud dan Gerakan Literasi Nasional. 

Program itu, katanya, akan bekerjasama dengan guru, orangtua, kepala sekolah, Pemkab dalam menemukan dan memahami cara-cara lokal untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi. “Tuntutan saat ini bukan seberapa banyak siswa yang belajar, tetapi seberapa kompeten mereka, agar mampu berperan penting dan unggul dalam pergaulan global,” ungkapnya. 

Selain itu, metodenya, kata Totok bukan dalam bentuk mendikte, namun lebih dengan menggali potensi lokal sehingga dapat memberi pola pengajaran bagi anak. “Program INOVASI merupakan kemitraan penting antara Pemerintah Australia, dan Indonesia. Kita telah bekerjasama lebih dari 10 tahun untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia. Kami percaya, bahwa kualitas pendidikan sangat penting bagi Indonesia dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan manusia dan masyarakat, serta angkatan kerja yang sehat dan produktif,” tuntasnya.(humas/riska)

Kaltara, Provinsi Ketiga Implementasi INOVASI

SUARA KALTARA




SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara secara resmi meluncurkan program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI). Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono, INOVASI merupakan program kemitraan di bidang pendidikan yang berfokus pada peningkatan mutu hasil pembelajaran literasi dan numerasi siswa di jenjang pendidikan dasar.  

Disebutkannya, program tersebut bekerjasama dengan Konselor Bidang Pembangunan Manusia Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia. “Program INOVASI memperhatikan kebutuhan semua siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Sebagai provinsi ketiga mitra INOVASI di Indonesia, implementasi program INOVASI di Kaltara akan dilakukan di dua kabupaten, diantaranya Bulungan dan Malinau. INOVASI sendiri telah bekerja di Indonesia sejak 2016, dimana Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan mitra pertama,” ujar Sigit. 

Rencananya, peluncuran program ini akan dilakukan di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan dengan dirangkaikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendikbud dengan Pemprov Kaltara pada 27 November nanti. “Selain itu, juga ada penandatanganan MoU antara Pemprov Kaltara dan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bulungan dan Malinau dalam mengimplementasikan program INOVASI,” katanya. 

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, program INOVASI sejalan dengan budaya mutu yang menjadi fokus dari Kemendikbud dan Gerakan Literasi Nasional. 

Program itu, katanya, akan bekerjasama dengan guru, orangtua, kepala sekolah, Pemkab dalam menemukan dan memahami cara-cara lokal untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi. “Tuntutan saat ini bukan seberapa banyak siswa yang belajar, tetapi seberapa kompeten mereka, agar mampu berperan penting dan unggul dalam pergaulan global,” ungkapnya. 

Selain itu, metodenya, kata Totok bukan dalam bentuk mendikte, namun lebih dengan menggali potensi lokal sehingga dapat memberi pola pengajaran bagi anak. “Program INOVASI merupakan kemitraan penting antara Pemerintah Australia, dan Indonesia. Kita telah bekerjasama lebih dari 10 tahun untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia. Kami percaya, bahwa kualitas pendidikan sangat penting bagi Indonesia dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan manusia dan masyarakat, serta angkatan kerja yang sehat dan produktif,” tuntasnya.(humas/riska)

No comments