Social Items


 (Foto : IST)

SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Polres Tarakan lakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) sejak 5 Oktober lalu hingga 16 November mendatang, dalam dilakukannya Operasi Pekat tersebut, yang paling mendominasi dalam Operasi ini yakni, kasus miras ilegal.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto menjelasakan, pihaknya melakukan operasi pekat tersebut selama 16 hari dan sudah mengantongi 8 kasus.

“Jadi dari 8 kasus ini lebih dominan kasus miras ilegal. Karena kita kebanyakan menemukan penjualan miras tanpa surat izin di beberfapa Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada di Kota Tarakan,” jelasnya.

Lanjutnya, dari 8 kasus yang ditangani Polres Tarakan selama Operasi Pekat yang dilakukan ini, pihaknya bukan hanya mendapatkan THM tersebut yang memiliki izin. Tetapi, banyak THM yang belum memperpanjang surat izin penjualan Miras tersebut.
“Kan ada izin penjualan yang sudah tidak berlaku lagi dan tidak diperpanjang sama pemilik THM itu,” ungkapnya.

Kemudian itu juga, pihaknya telah memberikan tindakan terhadap pemilik THM tersebut yang tidak memperpanjang Izin penjualan Miras tersebut dengan saksi Tindakan Pidana Ringan (Tipiring). “Kita berikan sanksi Tipiring aja bagi pelaku usaha THM yang bandel itu dan unutk barang bukti kita sudah mengamankan miras, kemudian miras itu kita akan serahkan ke Kejaksaan Negeri Tarakan untuk dilakukan pemusnahan setelah sidang selesai,” terangnya.

Selain miras, Polres Tarakan juga mengincar ke beberapa penyakit masyarakat, seperti Judi, Senpi, Gepeng, Parkir Liar dan Premanisme. “Jadi kalau kasus sajam kita sudah tangani 1 orang, premanisme 9 orang dan sudah diberikan pembinaan, parkir liar 3 orang, pemabuk 8 orang, miras ada 8 kasus sudah di tipiring dan judi 1 kasus dengan tersangka 5 orang, kemudian kasus lainnya seperti gepeng dan lainnya nihil,” tuturnya.

Sementara itu, pihak Polres Tarakan akan terus melakukan pendindakan terhadap kriminalitas yang melekat pada masyarakat dan Operasi Pekat ini juga dilakukan untuk memberikan keamanan dan ketertiban bagi lingkungan masyarakat.
“Kita juga lakukan Pekat ini bukan hanya siang hari. Namun, malam hari kita juga lakukan dan biasanya kami melakukan pekat itu pada THM karena itu merupoakan tempat penyakit masyarakat,” tutupnya. (lly)

Operasi Penyakit Masyarakat, Polres Sudah Kantongi 8 Kasus

SUARA KALTARA

 (Foto : IST)

SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Polres Tarakan lakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) sejak 5 Oktober lalu hingga 16 November mendatang, dalam dilakukannya Operasi Pekat tersebut, yang paling mendominasi dalam Operasi ini yakni, kasus miras ilegal.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto menjelasakan, pihaknya melakukan operasi pekat tersebut selama 16 hari dan sudah mengantongi 8 kasus.

“Jadi dari 8 kasus ini lebih dominan kasus miras ilegal. Karena kita kebanyakan menemukan penjualan miras tanpa surat izin di beberfapa Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada di Kota Tarakan,” jelasnya.

Lanjutnya, dari 8 kasus yang ditangani Polres Tarakan selama Operasi Pekat yang dilakukan ini, pihaknya bukan hanya mendapatkan THM tersebut yang memiliki izin. Tetapi, banyak THM yang belum memperpanjang surat izin penjualan Miras tersebut.
“Kan ada izin penjualan yang sudah tidak berlaku lagi dan tidak diperpanjang sama pemilik THM itu,” ungkapnya.

Kemudian itu juga, pihaknya telah memberikan tindakan terhadap pemilik THM tersebut yang tidak memperpanjang Izin penjualan Miras tersebut dengan saksi Tindakan Pidana Ringan (Tipiring). “Kita berikan sanksi Tipiring aja bagi pelaku usaha THM yang bandel itu dan unutk barang bukti kita sudah mengamankan miras, kemudian miras itu kita akan serahkan ke Kejaksaan Negeri Tarakan untuk dilakukan pemusnahan setelah sidang selesai,” terangnya.

Selain miras, Polres Tarakan juga mengincar ke beberapa penyakit masyarakat, seperti Judi, Senpi, Gepeng, Parkir Liar dan Premanisme. “Jadi kalau kasus sajam kita sudah tangani 1 orang, premanisme 9 orang dan sudah diberikan pembinaan, parkir liar 3 orang, pemabuk 8 orang, miras ada 8 kasus sudah di tipiring dan judi 1 kasus dengan tersangka 5 orang, kemudian kasus lainnya seperti gepeng dan lainnya nihil,” tuturnya.

Sementara itu, pihak Polres Tarakan akan terus melakukan pendindakan terhadap kriminalitas yang melekat pada masyarakat dan Operasi Pekat ini juga dilakukan untuk memberikan keamanan dan ketertiban bagi lingkungan masyarakat.
“Kita juga lakukan Pekat ini bukan hanya siang hari. Namun, malam hari kita juga lakukan dan biasanya kami melakukan pekat itu pada THM karena itu merupoakan tempat penyakit masyarakat,” tutupnya. (lly)

No comments