Social Items


SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Guna meningkatkan target dalam konservasi dan lingkungan hidup di Kaltara,World Wide Federation (WWF) Kaltara adakan dialog Publik di Swiss Bell Hotel, kemarin (18/12) sekira pukul 02.00 wita.

Terkait hal itu, Dede Hendra Setiawan, Leader Kayan Mentarang Landscape Project adalah dengan melakukan ruang publik untuk terlibat dalam laporan kerusakan lingkungan dan penyalahgunaan.
“Jadi kita itu mau lihat arah kebijakan Pemprov Kaltara seperti apa. Terlebih lagi, hal yang terkait dengan keterbukaan ruang publik,” jelasnya.

Lanjutnya, saat ini Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kaltara sedang merancang sistem komunikasi informasi penataan ruang dan geoportal sebagai salah satu kebijakan di Kaltara.

“Kita berharap publik bisa berperan dalam isu pengrusakan lingkungan dan penataan ruang. Ini juga tentunya dapat membantu Pemerintah Daerah untuk membentuk kebijakan dan membuat rencana untuk mengimplementasikan program,” lanjutnya.

Kemudian, pihaknya juga berharap ada hubungan komunikasi yang baik antara para penggiat lingkungan hidup maupun pemerintah daerah dan Provinsi. Ia menambahkan, di Kaltara kondisi lingkungannya masih baik dalam artian, dalam penataan ruang Kaltara masih memiliki kawasan hutan yang luas.

“Sekitar 83 persen wilayah Kaltara masih terdiri dari kawasan hutan. Tutupan hutannya juga masih di angka 80 persen lebih. Tapi, yang menjadi tantangannya dengan provinsi baru ini akan banyak inisiatif dan inisiasi bagaimana pembangunan baik itu infrastruktur penunjang sektor industri menjadi sebuah perencanaan di Kaltara,” bebernya.

Menurutnya, perencanaan industri ini lah yang harus menjadi perhatian agar ekonomi, sosial maupun ekologi bisa menjadi tujuan yang sama untuk kesejahteraan masyarakat. Ia juga merujuk pada Perda No. 01 tahun 2017, Maret lalu sudah disahkan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kaltara.

“Tugas kita mengawal pemanfaatan ruang yang sudah direncanakan itu seperti apa,” tegasnya.
Diskusi publik yang digelar di salah satu hotel di Tarakan dengan mengundang Bappeda Kaltara maupun Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kaltara dan dihadiri juga penggiat lingkungan hidup, diantaranya Jatam, Walhi ini harapan Deden bisa membuat komunikasi berjalan baik.

“Jadi WWF ini akan terus mengawal pembangunan di Kaltara dengan, 3 pilar berkelanjutan untuk menjadi sinergi. Lingkungannya lestari, ekonominya meningkat dan masyarakatnya merasakan pembangunan yang adil untuk menuju masyarakat yang sejahtera,” tutupnya. (lly)

Adakan Dialog Publik, WWF Siap Kawal Pembangunan Kaltara

SUARA KALTARA

SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Guna meningkatkan target dalam konservasi dan lingkungan hidup di Kaltara,World Wide Federation (WWF) Kaltara adakan dialog Publik di Swiss Bell Hotel, kemarin (18/12) sekira pukul 02.00 wita.

Terkait hal itu, Dede Hendra Setiawan, Leader Kayan Mentarang Landscape Project adalah dengan melakukan ruang publik untuk terlibat dalam laporan kerusakan lingkungan dan penyalahgunaan.
“Jadi kita itu mau lihat arah kebijakan Pemprov Kaltara seperti apa. Terlebih lagi, hal yang terkait dengan keterbukaan ruang publik,” jelasnya.

Lanjutnya, saat ini Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kaltara sedang merancang sistem komunikasi informasi penataan ruang dan geoportal sebagai salah satu kebijakan di Kaltara.

“Kita berharap publik bisa berperan dalam isu pengrusakan lingkungan dan penataan ruang. Ini juga tentunya dapat membantu Pemerintah Daerah untuk membentuk kebijakan dan membuat rencana untuk mengimplementasikan program,” lanjutnya.

Kemudian, pihaknya juga berharap ada hubungan komunikasi yang baik antara para penggiat lingkungan hidup maupun pemerintah daerah dan Provinsi. Ia menambahkan, di Kaltara kondisi lingkungannya masih baik dalam artian, dalam penataan ruang Kaltara masih memiliki kawasan hutan yang luas.

“Sekitar 83 persen wilayah Kaltara masih terdiri dari kawasan hutan. Tutupan hutannya juga masih di angka 80 persen lebih. Tapi, yang menjadi tantangannya dengan provinsi baru ini akan banyak inisiatif dan inisiasi bagaimana pembangunan baik itu infrastruktur penunjang sektor industri menjadi sebuah perencanaan di Kaltara,” bebernya.

Menurutnya, perencanaan industri ini lah yang harus menjadi perhatian agar ekonomi, sosial maupun ekologi bisa menjadi tujuan yang sama untuk kesejahteraan masyarakat. Ia juga merujuk pada Perda No. 01 tahun 2017, Maret lalu sudah disahkan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kaltara.

“Tugas kita mengawal pemanfaatan ruang yang sudah direncanakan itu seperti apa,” tegasnya.
Diskusi publik yang digelar di salah satu hotel di Tarakan dengan mengundang Bappeda Kaltara maupun Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kaltara dan dihadiri juga penggiat lingkungan hidup, diantaranya Jatam, Walhi ini harapan Deden bisa membuat komunikasi berjalan baik.

“Jadi WWF ini akan terus mengawal pembangunan di Kaltara dengan, 3 pilar berkelanjutan untuk menjadi sinergi. Lingkungannya lestari, ekonominya meningkat dan masyarakatnya merasakan pembangunan yang adil untuk menuju masyarakat yang sejahtera,” tutupnya. (lly)

No comments