Social Items


SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Menjelang akhir tahun 2018, Ditpolair Polda Kaltim bersama Satpolair Polres Tarakan kembali menangkap dua pria perampok tambak yang berinisialkan AS (20) dan RS, Rabu (27/12).

Saat dikonfirmasi Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto mengatakan kedua tersangka tersebut diamankan di Pulau Tanah Merah, Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan sekira pukul 16.30 wita.

"Jadi dua pelaku ini merupakan hasil pengungkapan tim gabungan dari Satlan II Ditpolair Polda Kaltim dan Unit Gakkum Satpolair Polres Tarakan," jelasnya.
Dalam penangkapan tersebut juga, kedua tersangka ditangkap oleh petugas dilokasi yang berbeda-beda. Tersangka yang berinisialkan AS merupakan warga Kelurahan Karang Rejo Pantai Rt. 04 Tarakan ini, diamankan diatas pondok tambak diwilayah pertambakan Tanah Merah.

“AS kita amankan dalam kondisi tidur di dalam pondok tambaknya. Setelah berhasil kita tangkap, AS langsung dibawa ke Satlan II Ditpolair Polda Kaltim untuk diproses lebih lanjut,” ungkap pria berpangkat Ipda ini.

Sebelum penangkapan AS sebenarnya tim gabungan ini sudah berhasil menangkap RS (21), warga Jalan Aki Balak Rt. 01 Kelurahan Juata Kerikil Kecamatan Tarakan Utara di tanggul tambak, masih disekitar kawasan Tanah Merah.

“RS sempat melarikan, namun karena diberi tembakan peringatan dan akhirnya menyerahkan diri. Dari keterangan RS ini kita berhasil mengungkap keberadaan AS,” ujar pria yang biasa disapa Denny.
Penangkapan yang dilakukan petugas tersebut juga merupakan pengembangan dari LP No. LP 20/XI/17/ Kaltim Res TRK/Polair dan LP No. 21/XI/17/ Kaltim Res Trk.

"Cukup lama juga petugas mengejar mereka ini dan komplotan tersangka tersebut juga sering melancarkan aksinya tersebut di perairan Tanah Merah," tuturnya.

Dari kedua tersangka tersebut diamankan, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti dua unit mesin 40 PK merk Yamaha dan 3 unit Body Speed Boat. Tidak hanya barang bukti, dari keduanya juga diperoleh pengakuan bahwa kelompok Bojes ini sudah mulai beroperasi sejak Agustus 2017.

Lokasi perampokan, di wilayah pertambakan Tanah Merah, Pulau Tibi, Pulau Mangkudulis dan Pulau Baru dengan total 8 tempat kejadian perkara.
“Jadi kita juga masih melakukan penangkapan kepada pimpinan perampok itu beserta anak buah perampok lainnya," bebernya.

Meski pengungkapan ini dilakukan oleh tim gabungan, Ipda Deny menuturkan untuk penanganan perkara dilakukan oleh Satpolair Polres Tarakan, mengingat Laporan Polisi dilaporkan oleh korban ke Satpolair Polres Tarakan.

“Kalau untuk personel Satlan II Dit Polair Polda Kaltim bersama sama dengan Personel Unit Gakkum Sat Polair Res Tarakan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang belum tertangkap. Kalau dua orang yang sudah ditangkap ini, sudah jelas ancamannya minimal 5 tahun penjara sesuai pasal 365 KUHP tentang tindak pidana melakukan pencurian dengan kekerasan,” tutupnya. (lly)

Jelang Pergantian Tahun, Tim SatPolair Beri Hadiah Lagi

SUARA KALTARA

SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Menjelang akhir tahun 2018, Ditpolair Polda Kaltim bersama Satpolair Polres Tarakan kembali menangkap dua pria perampok tambak yang berinisialkan AS (20) dan RS, Rabu (27/12).

Saat dikonfirmasi Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto mengatakan kedua tersangka tersebut diamankan di Pulau Tanah Merah, Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan sekira pukul 16.30 wita.

"Jadi dua pelaku ini merupakan hasil pengungkapan tim gabungan dari Satlan II Ditpolair Polda Kaltim dan Unit Gakkum Satpolair Polres Tarakan," jelasnya.
Dalam penangkapan tersebut juga, kedua tersangka ditangkap oleh petugas dilokasi yang berbeda-beda. Tersangka yang berinisialkan AS merupakan warga Kelurahan Karang Rejo Pantai Rt. 04 Tarakan ini, diamankan diatas pondok tambak diwilayah pertambakan Tanah Merah.

“AS kita amankan dalam kondisi tidur di dalam pondok tambaknya. Setelah berhasil kita tangkap, AS langsung dibawa ke Satlan II Ditpolair Polda Kaltim untuk diproses lebih lanjut,” ungkap pria berpangkat Ipda ini.

Sebelum penangkapan AS sebenarnya tim gabungan ini sudah berhasil menangkap RS (21), warga Jalan Aki Balak Rt. 01 Kelurahan Juata Kerikil Kecamatan Tarakan Utara di tanggul tambak, masih disekitar kawasan Tanah Merah.

“RS sempat melarikan, namun karena diberi tembakan peringatan dan akhirnya menyerahkan diri. Dari keterangan RS ini kita berhasil mengungkap keberadaan AS,” ujar pria yang biasa disapa Denny.
Penangkapan yang dilakukan petugas tersebut juga merupakan pengembangan dari LP No. LP 20/XI/17/ Kaltim Res TRK/Polair dan LP No. 21/XI/17/ Kaltim Res Trk.

"Cukup lama juga petugas mengejar mereka ini dan komplotan tersangka tersebut juga sering melancarkan aksinya tersebut di perairan Tanah Merah," tuturnya.

Dari kedua tersangka tersebut diamankan, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti dua unit mesin 40 PK merk Yamaha dan 3 unit Body Speed Boat. Tidak hanya barang bukti, dari keduanya juga diperoleh pengakuan bahwa kelompok Bojes ini sudah mulai beroperasi sejak Agustus 2017.

Lokasi perampokan, di wilayah pertambakan Tanah Merah, Pulau Tibi, Pulau Mangkudulis dan Pulau Baru dengan total 8 tempat kejadian perkara.
“Jadi kita juga masih melakukan penangkapan kepada pimpinan perampok itu beserta anak buah perampok lainnya," bebernya.

Meski pengungkapan ini dilakukan oleh tim gabungan, Ipda Deny menuturkan untuk penanganan perkara dilakukan oleh Satpolair Polres Tarakan, mengingat Laporan Polisi dilaporkan oleh korban ke Satpolair Polres Tarakan.

“Kalau untuk personel Satlan II Dit Polair Polda Kaltim bersama sama dengan Personel Unit Gakkum Sat Polair Res Tarakan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang belum tertangkap. Kalau dua orang yang sudah ditangkap ini, sudah jelas ancamannya minimal 5 tahun penjara sesuai pasal 365 KUHP tentang tindak pidana melakukan pencurian dengan kekerasan,” tutupnya. (lly)

No comments