Social Items



SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Sidang kedua yang berlangsung di Kantor Pengadilan Negeri Tarakan pada Selasa (19/12) kemarin dengan kasus pembunuhan dengan terdakwa Muhammad Nur dengan korban pria yang berisialkan MI berjalan dengan lancar walaupun suasana masih kondusif.

Majelis Hakim yang diketuai Christo E.N Sitorus juga bahkan memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan keinginannya, usai JPU membacakan dakwaan.

“Apalagi yang mau disampaikan terdakwa dipersidangan,” kata Majelis Hakim Ketua.
Usai Majelis Hakim Ketua menyampaikan menyampaikan kepada terdakwa, Muhammad Nur hanya ingin meminta maaf terhadap keluarga korban.
"Saya mau ketemu keluarga korban dan mau meminta maaf pak," ujar terdakwa.

Setelah terdakwa mengucapkan kalimat tersebut, suasana sidang kembali memanas menanggapi pernyataan terdakwa hingga polisi berusaha menenangkan para keluarga korban. Namun, hingga sidang selesai keluarga korban bisa diajak kerjasama dan sidang berjalan kondusif.

Sementara itu, dakwaan yang disampaikan JPU selain terdakwa Muhammad Nur dikenakan pasal berlapis, untuk ancaman hukuman pidana juga cukup berat diantaranya hukuman penjara seumur hidup hingga hukuman mati. Namun, dari Penasehat Hukum (PH) terdakwa tidak mengajukan eksepsi.

Menanggapi permohonan terdakwa untuk mengajukan permintaan maaf kepada keluarga korban, Agustan Penasehat Hukum meminta agar dapat difasilitasi Majelis Hakim. Ia juga mengaku tidak berencana untuk memfasilitas pertemuan keluarga korban dan terdakwa diluar persidangan.

“Jadi kami minta Hakim memfasilitasi dan waktunya kapan pada saat persidangan nnti, kan biasanya terdakwa ditanyakan apalagi permintaannya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Muhammad Nur didakwa pasal primair 340 KUHP yaitu telah sengaja dan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, subsider pasal 338 KUHP tentang telah dengan sengaja merampas nyawa orang lain dan lebih subsider pasal 351 KUHP karena telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Muhammad Nur juga terjerat kasus penikaman yang berujung kematian dengan korban MI (21) dipinggir Jalan Wijaya Kesuma tidak jauh dari Restoran B21, Perumnas, sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri pada Juni lalu. (lly)

Menyesal, MN Ingin Minta Maaf Kepada Keluarga MI

SUARA KALTARA


SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Sidang kedua yang berlangsung di Kantor Pengadilan Negeri Tarakan pada Selasa (19/12) kemarin dengan kasus pembunuhan dengan terdakwa Muhammad Nur dengan korban pria yang berisialkan MI berjalan dengan lancar walaupun suasana masih kondusif.

Majelis Hakim yang diketuai Christo E.N Sitorus juga bahkan memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan keinginannya, usai JPU membacakan dakwaan.

“Apalagi yang mau disampaikan terdakwa dipersidangan,” kata Majelis Hakim Ketua.
Usai Majelis Hakim Ketua menyampaikan menyampaikan kepada terdakwa, Muhammad Nur hanya ingin meminta maaf terhadap keluarga korban.
"Saya mau ketemu keluarga korban dan mau meminta maaf pak," ujar terdakwa.

Setelah terdakwa mengucapkan kalimat tersebut, suasana sidang kembali memanas menanggapi pernyataan terdakwa hingga polisi berusaha menenangkan para keluarga korban. Namun, hingga sidang selesai keluarga korban bisa diajak kerjasama dan sidang berjalan kondusif.

Sementara itu, dakwaan yang disampaikan JPU selain terdakwa Muhammad Nur dikenakan pasal berlapis, untuk ancaman hukuman pidana juga cukup berat diantaranya hukuman penjara seumur hidup hingga hukuman mati. Namun, dari Penasehat Hukum (PH) terdakwa tidak mengajukan eksepsi.

Menanggapi permohonan terdakwa untuk mengajukan permintaan maaf kepada keluarga korban, Agustan Penasehat Hukum meminta agar dapat difasilitasi Majelis Hakim. Ia juga mengaku tidak berencana untuk memfasilitas pertemuan keluarga korban dan terdakwa diluar persidangan.

“Jadi kami minta Hakim memfasilitasi dan waktunya kapan pada saat persidangan nnti, kan biasanya terdakwa ditanyakan apalagi permintaannya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Muhammad Nur didakwa pasal primair 340 KUHP yaitu telah sengaja dan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, subsider pasal 338 KUHP tentang telah dengan sengaja merampas nyawa orang lain dan lebih subsider pasal 351 KUHP karena telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Muhammad Nur juga terjerat kasus penikaman yang berujung kematian dengan korban MI (21) dipinggir Jalan Wijaya Kesuma tidak jauh dari Restoran B21, Perumnas, sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri pada Juni lalu. (lly)

No comments