Social Items

Inilah AR dan IR Pasangan Muda-Mudi Yang Membuang Janin Hasil Hubungan Gelapnya di Sungai Jembatan Juata Kerikil.



SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembuangan janin bayi di pinggiran sungai Rt 07 Kelurahan Juata Kerikil yang sempat menghebohkan warga sekitar pada sabtu (2/12).

Pelaku pembuangan janin bayi tersebut diungkap Satreskrim Polres Tarakan pada sabtu (9/12) sekira pukul 02.30 wita. “Jadi pelaku kita amankan dua orang yang berinisialkan AR (22) dan IR (22) di sebuah penginapan yang berada di Tanjung Selor dan rencananya mereka ingin melarikan diri ke Berau,” jelas Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto.

Denny menuturkan, setelah menangkap kedua tersangka tersebut, AR dan IR mengaku janin tersenut adalah akibat hasil hubungan gelap kedua tersangka. “Karena bingung, kedua tersangka membuang bayi itu ke sungai dengan harapan bisa langsung hanyut ke dalam sungai,” tuturnya.

Kedua pasangan muda-mudi ini juga tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tarakan. Diumur yang semuda itu AR dan IR sudah harus merasakan dinginnya jeruji besi guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Selain itu juga, IR pacar dari AR mengaku dirinya mengugurkan bayi tersebut dengan mengunakan ramuan tradisional yang telah dibeli olehnya disalah satu pasar yang berada di Kota Tarakan. “Jadi IR beli jamu untuk mengeluarkan bayi itu dan setelah janin bayi itu keluar, kemudian langsung dibuang dibawah jembatan sungai itu,” ujar Denny.

Diketahui, kedua tersangka tersebut melarikan diri ke Tanjung Selor tersebut mengunakan sepeda motor milik AR dengan mengunakan salah satu kapal barang.”Saat ini motor itu juga kita sita dan sudah berada di Polres Tarakan untuk dijadikan barang bukti,” bebernya.

Sementara itu, akibat ulah kedua tersangka tersebut, AR dan IR dikenakan pasal 80 ayat (3) Jo, Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia No 17 Tahun 2016 Perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Jadi tersangka saat ini sudah tiba di Polres Tarakan pada pukul 09.00 wita tadi pagi guna dilakukan pemeriksaan lebih mendalam dan diancam hukuman ,” tutupnya. (lly)

Terjawab Sudah, Ini Dia Ortu Bayi Malang Dibawah Jembatan Sungai Juata

SUARA KALTARA
Inilah AR dan IR Pasangan Muda-Mudi Yang Membuang Janin Hasil Hubungan Gelapnya di Sungai Jembatan Juata Kerikil.



SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembuangan janin bayi di pinggiran sungai Rt 07 Kelurahan Juata Kerikil yang sempat menghebohkan warga sekitar pada sabtu (2/12).

Pelaku pembuangan janin bayi tersebut diungkap Satreskrim Polres Tarakan pada sabtu (9/12) sekira pukul 02.30 wita. “Jadi pelaku kita amankan dua orang yang berinisialkan AR (22) dan IR (22) di sebuah penginapan yang berada di Tanjung Selor dan rencananya mereka ingin melarikan diri ke Berau,” jelas Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto.

Denny menuturkan, setelah menangkap kedua tersangka tersebut, AR dan IR mengaku janin tersenut adalah akibat hasil hubungan gelap kedua tersangka. “Karena bingung, kedua tersangka membuang bayi itu ke sungai dengan harapan bisa langsung hanyut ke dalam sungai,” tuturnya.

Kedua pasangan muda-mudi ini juga tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tarakan. Diumur yang semuda itu AR dan IR sudah harus merasakan dinginnya jeruji besi guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Selain itu juga, IR pacar dari AR mengaku dirinya mengugurkan bayi tersebut dengan mengunakan ramuan tradisional yang telah dibeli olehnya disalah satu pasar yang berada di Kota Tarakan. “Jadi IR beli jamu untuk mengeluarkan bayi itu dan setelah janin bayi itu keluar, kemudian langsung dibuang dibawah jembatan sungai itu,” ujar Denny.

Diketahui, kedua tersangka tersebut melarikan diri ke Tanjung Selor tersebut mengunakan sepeda motor milik AR dengan mengunakan salah satu kapal barang.”Saat ini motor itu juga kita sita dan sudah berada di Polres Tarakan untuk dijadikan barang bukti,” bebernya.

Sementara itu, akibat ulah kedua tersangka tersebut, AR dan IR dikenakan pasal 80 ayat (3) Jo, Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia No 17 Tahun 2016 Perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Jadi tersangka saat ini sudah tiba di Polres Tarakan pada pukul 09.00 wita tadi pagi guna dilakukan pemeriksaan lebih mendalam dan diancam hukuman ,” tutupnya. (lly)

No comments