Social Items



SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Penangkapan pelaku pembuangan janin bayi pada sabtu (9/12) di salah satu penginapan yang berada di Tanjung Selor didapat 2 tersangka yang berinisial AR dan IR. Kini Kepolisian menetapkan tersangka baru, yakni penjual jamu yang berinisial B.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Kasat Reskrim AKP Choirul Yusuf mengatakan, pihaknya sudah melakukan penahanan terhadap penjual jamu tersebut sejak minggu (10/12) kemarin.

"Jadi si B itu bukan hanya memberikan jamu. Namun, memberikan pil untuk mengugurkan kandungan juga dikasihkan ke IR," jelasnya.

Lanjut pria yang berpangkat AKP tersebut mengatakan, tersangka yang berinisial IR mencari jamu tersebut memang untuk mengugurkan kandungan tersebut. "IR itu saat membeli jamu, dia memang mencari jamu untuk mengugurkan kandungan itu dengan dihargai si B Rp 100 ribu perbiji, sehingga IR dan AR membeli 3 biji," lanjutnya.

Selain itu, Kasat Reskrim juga mengungkapkan jamu yang dikonsumsi IR tersebut tidak terdaftar di BPOM. Beserta Pil yang dikonsumsi IR juga tidak memiliki Nomor Register.

"Kalau pil itu tidak seharusnya dijual bebas dan harus ada resep dari dokter. Kemudian pil itu juga tidak terdaftar ada label BPOMnya," ungkap Kasat Reskrim.

Kemudian, saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap B, ia enggan untuk memberi informasi kepada petugas asal muasal ia mendapatkan obat terlarang tersebut. "Jadi sampai sekarang dia tidak memberi tahu dari siapa dia mendapat pil itu untuk diperjualkan," tuturnya.

Sementara itu, IR juga mengakui, dirinya mengugurkan bayi tersebut dengan sendiri. "IR itu saat mengugurkan tidak ada bantuan orang lain, saat dia gugurkan dia langsung mengasihkan ke AR dan dibuang malam itu juga jumat (1/12)," tandasnya. (lly)

Tragisnya Nasib Bayi Merah, Polisi Amankan Tersangka Baru

SUARA KALTARA


SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Penangkapan pelaku pembuangan janin bayi pada sabtu (9/12) di salah satu penginapan yang berada di Tanjung Selor didapat 2 tersangka yang berinisial AR dan IR. Kini Kepolisian menetapkan tersangka baru, yakni penjual jamu yang berinisial B.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Kasat Reskrim AKP Choirul Yusuf mengatakan, pihaknya sudah melakukan penahanan terhadap penjual jamu tersebut sejak minggu (10/12) kemarin.

"Jadi si B itu bukan hanya memberikan jamu. Namun, memberikan pil untuk mengugurkan kandungan juga dikasihkan ke IR," jelasnya.

Lanjut pria yang berpangkat AKP tersebut mengatakan, tersangka yang berinisial IR mencari jamu tersebut memang untuk mengugurkan kandungan tersebut. "IR itu saat membeli jamu, dia memang mencari jamu untuk mengugurkan kandungan itu dengan dihargai si B Rp 100 ribu perbiji, sehingga IR dan AR membeli 3 biji," lanjutnya.

Selain itu, Kasat Reskrim juga mengungkapkan jamu yang dikonsumsi IR tersebut tidak terdaftar di BPOM. Beserta Pil yang dikonsumsi IR juga tidak memiliki Nomor Register.

"Kalau pil itu tidak seharusnya dijual bebas dan harus ada resep dari dokter. Kemudian pil itu juga tidak terdaftar ada label BPOMnya," ungkap Kasat Reskrim.

Kemudian, saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap B, ia enggan untuk memberi informasi kepada petugas asal muasal ia mendapatkan obat terlarang tersebut. "Jadi sampai sekarang dia tidak memberi tahu dari siapa dia mendapat pil itu untuk diperjualkan," tuturnya.

Sementara itu, IR juga mengakui, dirinya mengugurkan bayi tersebut dengan sendiri. "IR itu saat mengugurkan tidak ada bantuan orang lain, saat dia gugurkan dia langsung mengasihkan ke AR dan dibuang malam itu juga jumat (1/12)," tandasnya. (lly)

No comments