Social Items

PHOTO BERSAMA  : Gubernur Kaltara,  Wakil Gubernur Kaltara, Ketua dan Wakil ketua DPRD Kaltara, Bupati Nunukan, Bupati Bulungan, Bupati Malinau dan Direksi PT Dirgantara Indonesia. (12/01)


SUARAKALTARA.COM - KALTARA - Setelah mengunjungi PT DI, Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie bersama rombongan diterima oleh Dirut PT DI Elfien Goentoro terkait pembelian pesawat Nurtanio di Kaltara.

Menurut Irianto, Pada tahun 2019 sudah mulai beroperasi untuk melayani kepentingan masyarakat Kaltara, Khususnya di wilayah perbatasan Malinau, Nunukan,Bulungan dan daerah lain yang masuk dalam jangkauan terbang pesawat karya anak bangsa ini," Jelasnya.

Untuk bentuk dan desain pesawat diserahkan sepenuhnya kepada tim ahli dari PT DI, penganggarannya melalui APBD 2018 telah disiapkan dana sebesar Rp 40 miliar, Artinya, Pemprov masih butuh sekitar Rp 40 miliar lagi untuk membeli 1 unit N-219, Karena, pesawat tersebut dipasarkan oleh PT DI dengan harga Rp 80 miliar.

"Penyediaan anggaran ini dilakukan bertahap, Namun, dapat pula mengandalkan dana yang terkumpul dari dari hasil kebijakan rasionalisasi APBD yang ditaksir bisa mencapai Rp 150 miliar, Dengan tambahan dana rasionalisasi tadi, seharusnya bisa teranggarkan Rp 80 miliar dalam tahun ini, Tambahan ini bisa dilakukan pada saat pembahasan P-APBD 2018," Terang Irianto.

Menurutnya," Alternatif anggaran lainnya adalah, kontribusi dari setiap daerah yang membutuhkan layanan N-219, Bentuknya bisa per daerah,atau melalui konsorsium, Atau apabila APBD kabupaten/kota merasa terbebani, dapat pula menggunakan dana bantuan keuangan yang disalurkan Provinsi," Kata Gubernur Kaltara ini.

Selain itu, Guna menegakkan janji Menhub yang akan menggelontorkan dana Rp 1 miliar triliun untuk pengembangan bandara diwilayah perbatasan, Pemprov Kaltara berencana mengusulkan 10 persen dana yang dikucurkan itu digunakan untuk pembelian N-219 tersebut.

"Celah penganggaran lainnya, yakni mengajukan peminjaman dana sekitar Rp 100 miliar kepada Bank Kaltimtara, Apapun cara penganggaran yang akan ditempuh, dipastikan akan dikoordinasikan dan dibahas detail dengan DPRD serta pihak terkait lainnya, Termasuk PT DI selaku mitra yang akan membuat pesawat tersebut," Kata Irianto.

Irianto juga mengingatkan, Segala aturan yang berlaku terkait dengan proses ini harus dipatuhi, Sehingga tak memunculkan permasalahan hukum nantinya," Urainya.

Pembelian pesawat N-219 fokus utamanya adalah untuk mengatasi terhentinya akses transportasi keperbatasan, Dengan sasaran, transportasi orang maupun barang, juga untuk meningkatkan pelayanan dasar seperti kesehatan, pertahanan-keamanan dan lainnya.

"Selain dari para stakeholder, tentunya dukungan saya harapkan juga diberikan oleh masyarakat Kaltara, Apa lagi pembelian pesawat ini tidak lain adalah untuk kepentingan masyarakat juga," Jelas Gubernur Kaltara ini. (AS)

1 Triliun Dana Digelontorkan Kemenhub Untuk Bandara Diperbatasan

SUARA KALTARA
PHOTO BERSAMA  : Gubernur Kaltara,  Wakil Gubernur Kaltara, Ketua dan Wakil ketua DPRD Kaltara, Bupati Nunukan, Bupati Bulungan, Bupati Malinau dan Direksi PT Dirgantara Indonesia. (12/01)


SUARAKALTARA.COM - KALTARA - Setelah mengunjungi PT DI, Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie bersama rombongan diterima oleh Dirut PT DI Elfien Goentoro terkait pembelian pesawat Nurtanio di Kaltara.

Menurut Irianto, Pada tahun 2019 sudah mulai beroperasi untuk melayani kepentingan masyarakat Kaltara, Khususnya di wilayah perbatasan Malinau, Nunukan,Bulungan dan daerah lain yang masuk dalam jangkauan terbang pesawat karya anak bangsa ini," Jelasnya.

Untuk bentuk dan desain pesawat diserahkan sepenuhnya kepada tim ahli dari PT DI, penganggarannya melalui APBD 2018 telah disiapkan dana sebesar Rp 40 miliar, Artinya, Pemprov masih butuh sekitar Rp 40 miliar lagi untuk membeli 1 unit N-219, Karena, pesawat tersebut dipasarkan oleh PT DI dengan harga Rp 80 miliar.

"Penyediaan anggaran ini dilakukan bertahap, Namun, dapat pula mengandalkan dana yang terkumpul dari dari hasil kebijakan rasionalisasi APBD yang ditaksir bisa mencapai Rp 150 miliar, Dengan tambahan dana rasionalisasi tadi, seharusnya bisa teranggarkan Rp 80 miliar dalam tahun ini, Tambahan ini bisa dilakukan pada saat pembahasan P-APBD 2018," Terang Irianto.

Menurutnya," Alternatif anggaran lainnya adalah, kontribusi dari setiap daerah yang membutuhkan layanan N-219, Bentuknya bisa per daerah,atau melalui konsorsium, Atau apabila APBD kabupaten/kota merasa terbebani, dapat pula menggunakan dana bantuan keuangan yang disalurkan Provinsi," Kata Gubernur Kaltara ini.

Selain itu, Guna menegakkan janji Menhub yang akan menggelontorkan dana Rp 1 miliar triliun untuk pengembangan bandara diwilayah perbatasan, Pemprov Kaltara berencana mengusulkan 10 persen dana yang dikucurkan itu digunakan untuk pembelian N-219 tersebut.

"Celah penganggaran lainnya, yakni mengajukan peminjaman dana sekitar Rp 100 miliar kepada Bank Kaltimtara, Apapun cara penganggaran yang akan ditempuh, dipastikan akan dikoordinasikan dan dibahas detail dengan DPRD serta pihak terkait lainnya, Termasuk PT DI selaku mitra yang akan membuat pesawat tersebut," Kata Irianto.

Irianto juga mengingatkan, Segala aturan yang berlaku terkait dengan proses ini harus dipatuhi, Sehingga tak memunculkan permasalahan hukum nantinya," Urainya.

Pembelian pesawat N-219 fokus utamanya adalah untuk mengatasi terhentinya akses transportasi keperbatasan, Dengan sasaran, transportasi orang maupun barang, juga untuk meningkatkan pelayanan dasar seperti kesehatan, pertahanan-keamanan dan lainnya.

"Selain dari para stakeholder, tentunya dukungan saya harapkan juga diberikan oleh masyarakat Kaltara, Apa lagi pembelian pesawat ini tidak lain adalah untuk kepentingan masyarakat juga," Jelas Gubernur Kaltara ini. (AS)

No comments