Social Items


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Provinsi Kalimantan Utara terkenal dengan berbagai macam suku dan adat istiadat, Dan sebagian masyarakat Kaltara masih memiliki pola hidup nomaden atau berpindah-pindah. (28/01/2018).

Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, Untuk bagaimana merubah pola hidup mereka menjadi menetap dan bisa berbaur dengan masyarakat lainnya.

"Salah satu yang akan kita lakukan adalah, menyiapkan tempat di satu lokasi, ini juga menjadi program pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) yaitu Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKTAT)," kata Irianto.

Seperti kita ketahui bersama bahwa, Di Kalimantan Utara pada tahun ini, Program PKTAT akan dilakukan Kabupaten Malinau, tepatnya, di Desa Long Lake, Kecamatan Malinau Selatan, Sebanyak 50 unit rumah akan dibangun untuk masyarakat komunitas ada di kecamatan tersebut.

Irianto menguraikan, bahwa, Pemprov Kaltara mengusulkan 86 unit rumah, sesuai hasil studi kelayakan dan pemetaan yang dilakukan pada tahun 2017 lalu, " Kita mengusulkan 86 namun hanya 50 unit yang disetujui boleh pusat, lokasi anggarannya Rp 3 miliar, kita berharap, kekurangannya dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya," harap Irianto.

Program pemberdayaan masyarakat terpencil merupakan salah satu bagian dari nawacita Presiden RI Joko Widodo, Yaitu membangun dari wilayah pinggiran dan perbatasan, Kalimantan Utara termasuk didalamnya, Pemerintah Provinsi telah mengusulkan program tersebut ke pemerintah pusat melalui Kemensos.

" Pemerintah bukan hanya membangunkan pemukiman di satu lokasi, karena berkaitan dengan kebiasaan atau pola hidup masyarakatnya, maka perlu ada pembinaan dari OPD-OPD terkait, Bagaimana mengupayakan mereka tetap tinggal di satu lokasi yang sudah dibangunkan itu," urai Irianto.

Selain di Malinau, program serupa juga akan dilakukan di kabupaten lain di Kaltara, tahun ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan melakukan pemetaan dan studi kelayakan di Kabupaten Nunukan, Yaitu di daerah Lumbis Ogong dan Sembakung Atulai.

Gubernur Kaltara ini juga mengungkapkan, Kalau memang itu tidak mudah, " Sudah menjadi kebiasaan mereka, namun melalui pembinaan dan pendekatan sosial, saya yakin bisa dilakukan, Yang terpenting adalah meluruskan niat dan tujuan kita, yaitu mensejahterakan masyarakat, Utamanya di komunitas adat ini, Termasuk juga untuk keperluan pendidikan terhadap anak-anak mereka," tutu Irianto. (Babe/NG)

50 Unit Rumah Akan Dibangun Untuk Masyarakat Komunitas Desa Long Lake, Kecamatan Malinau Selatan

SUARA KALTARA

SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Provinsi Kalimantan Utara terkenal dengan berbagai macam suku dan adat istiadat, Dan sebagian masyarakat Kaltara masih memiliki pola hidup nomaden atau berpindah-pindah. (28/01/2018).

Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, Untuk bagaimana merubah pola hidup mereka menjadi menetap dan bisa berbaur dengan masyarakat lainnya.

"Salah satu yang akan kita lakukan adalah, menyiapkan tempat di satu lokasi, ini juga menjadi program pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) yaitu Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKTAT)," kata Irianto.

Seperti kita ketahui bersama bahwa, Di Kalimantan Utara pada tahun ini, Program PKTAT akan dilakukan Kabupaten Malinau, tepatnya, di Desa Long Lake, Kecamatan Malinau Selatan, Sebanyak 50 unit rumah akan dibangun untuk masyarakat komunitas ada di kecamatan tersebut.

Irianto menguraikan, bahwa, Pemprov Kaltara mengusulkan 86 unit rumah, sesuai hasil studi kelayakan dan pemetaan yang dilakukan pada tahun 2017 lalu, " Kita mengusulkan 86 namun hanya 50 unit yang disetujui boleh pusat, lokasi anggarannya Rp 3 miliar, kita berharap, kekurangannya dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya," harap Irianto.

Program pemberdayaan masyarakat terpencil merupakan salah satu bagian dari nawacita Presiden RI Joko Widodo, Yaitu membangun dari wilayah pinggiran dan perbatasan, Kalimantan Utara termasuk didalamnya, Pemerintah Provinsi telah mengusulkan program tersebut ke pemerintah pusat melalui Kemensos.

" Pemerintah bukan hanya membangunkan pemukiman di satu lokasi, karena berkaitan dengan kebiasaan atau pola hidup masyarakatnya, maka perlu ada pembinaan dari OPD-OPD terkait, Bagaimana mengupayakan mereka tetap tinggal di satu lokasi yang sudah dibangunkan itu," urai Irianto.

Selain di Malinau, program serupa juga akan dilakukan di kabupaten lain di Kaltara, tahun ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan melakukan pemetaan dan studi kelayakan di Kabupaten Nunukan, Yaitu di daerah Lumbis Ogong dan Sembakung Atulai.

Gubernur Kaltara ini juga mengungkapkan, Kalau memang itu tidak mudah, " Sudah menjadi kebiasaan mereka, namun melalui pembinaan dan pendekatan sosial, saya yakin bisa dilakukan, Yang terpenting adalah meluruskan niat dan tujuan kita, yaitu mensejahterakan masyarakat, Utamanya di komunitas adat ini, Termasuk juga untuk keperluan pendidikan terhadap anak-anak mereka," tutu Irianto. (Babe/NG)

No comments