Social Items


Humas Provinsi Kaltara
PEMBENAHAN : Simpang Jalan Durian yang menuju Kantor Gubernur Kaltara diperlebar guna kepentingan keselamatan pengguna jalan dan keindahan.

SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Pada tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah merencanakan sejumlah kegiatan penanganan badan jalan. Baik pembuatan badan jalan, pengerasan, dan pemeliharaan. Pendanaannya, ada yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan yang telah masuk dalam batang tubuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2018, DPUPR-Perkim Kaltara melanjutkan pengerjaan jalan poros perbatasan. Tahun ini, melalui DAK Penugasan itu, akan dilakukan pengerasan untuk poros perbatasan di Krayan, Kabupaten Nunukan sebanyak 3 paket kegiatan, dan 1 paket lagi di poros Sajau-Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan. 

“Untuk 2018, DAK Penugasan yang kita peroleh sekitar Rp 99 miliar. Kalau ditotal panjang jalan yang akan dikerjakan, sekitar 10 kilometer dengan lebar antara 20 hingga 30 meter. Tapi kita tidak fokus membuka jalan baru, hanya melakukan pengerasan pada jalan yang sudah ada,” urai Sudjadi, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Perkim Kaltara, Rabu (10/1).


Sebagai informasi, untuk tahun lalu, melalui DAK Penugasan 2017 telah direalisasikan pembangunan jalan sebanyak 3 paket dengan nilai anggaran sekitar Rp 30 miliar. “DAK Penugasan ini adalah usulan kita ke pusat. Untuk tahun ini, realisasi pengerjaannya masih menunggu proses lelang. Untuk lajurnya, direncanakan dua jalur,” ucap Sudjadi.

Sementara itu, melalui APBD Kaltara 2018, rencana terdekat, adalah pelebaran simpangan Jalan Kolonel Soetadji menuju Jalan Durian. Ini kelanjutan dari program pembenahan Jalan Durian sebelumnya, yakni simpangan Jalan Durian (samping Universitas Kaltara) dan menuju Kantor Gubernur Kaltara. “Untuk besaran anggarannya, belum fiks masih dibahas. Tapi, untuk saat ini kami fokus pelebaran disitu untuk wilayah ibukota Kaltara,” kata Sudjadi.

Dijelaskan Sudjadi, sejatinya pelebaran simpangan Jalan Durian itu merupakan ranah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan. Namun dengan inisiatif dari Pemprov Kaltara juga kepedulian terhadap penataan ruang jalan di ibukota, DPUPR-Perkim pun terlibat. “Yang menjadi perhatian kami saat ini, adalah penataan parkir di simpangan itu. Kalau bisa, jangan sampai kendaraan diparkir di simpangan yang sudah dilebarkan. Disini, kami berharap instansi terkait dapat menata parkir disana. Karena membahayakan pengguna jalan lainnya,” ucap Sudjadi.

Tak hanya di Tanjung Selor, jalan di daerah lain yang masih dalam kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pun mendapat perhatian DPUPR-Perkim. Salah satunya, tahun ini akan dilakukan pembenahan Jalan Bhayangkara di Kota Tarakan. “Sebelumnya, kami juga telah melakukan perbaikan jalan yang rusak di Gunung Selatan, Tarakan. Dengan dana APBD Kaltara 2017, senilai sekitar Rp 3 miliar,” jelas Sudjadi. Perbaikan jalan rusak di Gunung Selatan itu, sepanjang 60 meter dengan lebar jalan 7 meter. Dan, status pengerjaannya sudah selesai 100 persen dengan menggunakan rigid atau cor beton.(Humas / NG)

DAK Penugasan Rp 99 M untuk 4 Paket Jalan Perbatasan

SUARA KALTARA

Humas Provinsi Kaltara
PEMBENAHAN : Simpang Jalan Durian yang menuju Kantor Gubernur Kaltara diperlebar guna kepentingan keselamatan pengguna jalan dan keindahan.

SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Pada tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah merencanakan sejumlah kegiatan penanganan badan jalan. Baik pembuatan badan jalan, pengerasan, dan pemeliharaan. Pendanaannya, ada yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan yang telah masuk dalam batang tubuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2018, DPUPR-Perkim Kaltara melanjutkan pengerjaan jalan poros perbatasan. Tahun ini, melalui DAK Penugasan itu, akan dilakukan pengerasan untuk poros perbatasan di Krayan, Kabupaten Nunukan sebanyak 3 paket kegiatan, dan 1 paket lagi di poros Sajau-Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan. 

“Untuk 2018, DAK Penugasan yang kita peroleh sekitar Rp 99 miliar. Kalau ditotal panjang jalan yang akan dikerjakan, sekitar 10 kilometer dengan lebar antara 20 hingga 30 meter. Tapi kita tidak fokus membuka jalan baru, hanya melakukan pengerasan pada jalan yang sudah ada,” urai Sudjadi, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Perkim Kaltara, Rabu (10/1).


Sebagai informasi, untuk tahun lalu, melalui DAK Penugasan 2017 telah direalisasikan pembangunan jalan sebanyak 3 paket dengan nilai anggaran sekitar Rp 30 miliar. “DAK Penugasan ini adalah usulan kita ke pusat. Untuk tahun ini, realisasi pengerjaannya masih menunggu proses lelang. Untuk lajurnya, direncanakan dua jalur,” ucap Sudjadi.

Sementara itu, melalui APBD Kaltara 2018, rencana terdekat, adalah pelebaran simpangan Jalan Kolonel Soetadji menuju Jalan Durian. Ini kelanjutan dari program pembenahan Jalan Durian sebelumnya, yakni simpangan Jalan Durian (samping Universitas Kaltara) dan menuju Kantor Gubernur Kaltara. “Untuk besaran anggarannya, belum fiks masih dibahas. Tapi, untuk saat ini kami fokus pelebaran disitu untuk wilayah ibukota Kaltara,” kata Sudjadi.

Dijelaskan Sudjadi, sejatinya pelebaran simpangan Jalan Durian itu merupakan ranah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan. Namun dengan inisiatif dari Pemprov Kaltara juga kepedulian terhadap penataan ruang jalan di ibukota, DPUPR-Perkim pun terlibat. “Yang menjadi perhatian kami saat ini, adalah penataan parkir di simpangan itu. Kalau bisa, jangan sampai kendaraan diparkir di simpangan yang sudah dilebarkan. Disini, kami berharap instansi terkait dapat menata parkir disana. Karena membahayakan pengguna jalan lainnya,” ucap Sudjadi.

Tak hanya di Tanjung Selor, jalan di daerah lain yang masih dalam kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pun mendapat perhatian DPUPR-Perkim. Salah satunya, tahun ini akan dilakukan pembenahan Jalan Bhayangkara di Kota Tarakan. “Sebelumnya, kami juga telah melakukan perbaikan jalan yang rusak di Gunung Selatan, Tarakan. Dengan dana APBD Kaltara 2017, senilai sekitar Rp 3 miliar,” jelas Sudjadi. Perbaikan jalan rusak di Gunung Selatan itu, sepanjang 60 meter dengan lebar jalan 7 meter. Dan, status pengerjaannya sudah selesai 100 persen dengan menggunakan rigid atau cor beton.(Humas / NG)

No comments