Social Items

Foto : KM. EGON yang melayani rute Nunukan - Surabaya. 


SUARAKALTARA. COM - Nunukan - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Nunukan menyatakan keprihatinanya terhadap pola ketergantungan konsumsi sebagian warga perbatasan, terhadap produk-produk dari Malaysia. 
Menurut KADIN Nunukan, walaupun masuknya produk-produk Malaysia sudah lama terjadi, namun bukan berarti ketergantungan terhadap produk dari negeri Jiran tersebut tidak bisa di pangkas. 
Diharapkan kedepan dengan hadirnya KM Egon yang melayani rute Nunukan - Surabaya.mampu membuat terobosan untuk mengatasi problem ketersediaan bahan pokok di kabupaten nunukan nantinya.
Selama ini warga di Kabupaten Nunukan mengandalkan pasokan kebutuhan pokok dari Malaysia.
Dalam hal itu ada larangan mengangkut barang dengan kapal kayu dari Tawau, Negara Bagian Sabah Malaysia sehingga membuat pasokan bahan pokok yang ada di pasaran semakin menipis.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan, Irsan Humokor mengatakan, salah satu solusi yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan transportasi yang ada.
“Kita buat Pelni Mart sebagai pemasok kebutuhan pokok masyarakat perbatasan,” ujarnya.
Pelni Mart, membuka peluang bisnis bagi masyarakat terutama investor. Pemanfaatan kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) seperti KM Egon diharapkan menciptakan gairah perekonomian baru.ujarnya.
Dengan mengangkut barang-barang kebutuhan pokok termasuk tekstil dan hasil pertanian, tentu rute pelayaran Nunukan- Surabaya juga akan tetap berlanjut.
Kapal tol laut yang disediakan pemerintah juga diharapkan bisa dimaksimalkan untuk mengangkut material, kosmetik, ataupun barang barang elektronik.
"Kami maksimalkan jaringan Kadin seluruh Indonesia. Kami berusaha melobi sana sini, termasuk investor. Pengusaha siap saja, tinggal masalah harga nanti kami bicarakan," ujarnya.

Nawacita Jokowi adalah ide yang luar biasa. Salah satu poin membangun dari pingiran adalah dengan membangun insfratruktur untuk para petani di Perbatasan. Jika itu terealiasasi, pasti akan tercipta kemandirian dalam ekonomi yang dengan hal tersebut ketergantungan terhadap produk dari Malaysia pasti akan berhenti,” pungkasnya.(TK/ES/AL)



KADIN Berharap Tol Laut Mampu Mengatasi Problem Ketersediaan Bahan Pokok Di Perbatasan.

SUARA KALTARA
Foto : KM. EGON yang melayani rute Nunukan - Surabaya. 


SUARAKALTARA. COM - Nunukan - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Nunukan menyatakan keprihatinanya terhadap pola ketergantungan konsumsi sebagian warga perbatasan, terhadap produk-produk dari Malaysia. 
Menurut KADIN Nunukan, walaupun masuknya produk-produk Malaysia sudah lama terjadi, namun bukan berarti ketergantungan terhadap produk dari negeri Jiran tersebut tidak bisa di pangkas. 
Diharapkan kedepan dengan hadirnya KM Egon yang melayani rute Nunukan - Surabaya.mampu membuat terobosan untuk mengatasi problem ketersediaan bahan pokok di kabupaten nunukan nantinya.
Selama ini warga di Kabupaten Nunukan mengandalkan pasokan kebutuhan pokok dari Malaysia.
Dalam hal itu ada larangan mengangkut barang dengan kapal kayu dari Tawau, Negara Bagian Sabah Malaysia sehingga membuat pasokan bahan pokok yang ada di pasaran semakin menipis.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan, Irsan Humokor mengatakan, salah satu solusi yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan transportasi yang ada.
“Kita buat Pelni Mart sebagai pemasok kebutuhan pokok masyarakat perbatasan,” ujarnya.
Pelni Mart, membuka peluang bisnis bagi masyarakat terutama investor. Pemanfaatan kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) seperti KM Egon diharapkan menciptakan gairah perekonomian baru.ujarnya.
Dengan mengangkut barang-barang kebutuhan pokok termasuk tekstil dan hasil pertanian, tentu rute pelayaran Nunukan- Surabaya juga akan tetap berlanjut.
Kapal tol laut yang disediakan pemerintah juga diharapkan bisa dimaksimalkan untuk mengangkut material, kosmetik, ataupun barang barang elektronik.
"Kami maksimalkan jaringan Kadin seluruh Indonesia. Kami berusaha melobi sana sini, termasuk investor. Pengusaha siap saja, tinggal masalah harga nanti kami bicarakan," ujarnya.

Nawacita Jokowi adalah ide yang luar biasa. Salah satu poin membangun dari pingiran adalah dengan membangun insfratruktur untuk para petani di Perbatasan. Jika itu terealiasasi, pasti akan tercipta kemandirian dalam ekonomi yang dengan hal tersebut ketergantungan terhadap produk dari Malaysia pasti akan berhenti,” pungkasnya.(TK/ES/AL)



No comments