Social Items

Humas Provinsi Kaltara
Foto Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie membuka workshop UMKM dan Pelatihan Budidaya Merica Perdu Hibrida bagi Pondok Pesantren dan Lembaga Keagamaan Islam se Kaltara, Minggu (4/2).


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menegaskan, kunci utama sebuah keberhasilan adalah ketekunan, kerja keras, serta pola pikir atau mindset.

Gubernur pun, mencontohkan beberapa negara yang maju menjadi negara besar karena perubahan pola pikir masyarakatnya.

Demikian disampaikan Gubernur saat menghadiri sekaligus membuka Workshop Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Pelatihan Budidaya Merica Perdu Hibrida bagi Pondok Pesantren dan Lembaga Keagamaan Islam se Kalimantan Utara di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Bulungan, Minggu (4/2).

Gubernur menekankan, agar kita belajar dari sejarah negara lain yang sekarang maju. Salah satunya Tiongkok. Dulu, ungkapnya, Tiongkok adalah negara miskin. Tapi sekarang maju pesat.

“Setelah dipelajari, ternyata kuncinya ada pada mindset masyarakatnya. Rakyat Tiongkok yang dulunya malas, jorok, tidak disiplin berhasil diubah menjadi rajin, pekerja keras dan disiplin,” katanya.

Dengan pola pikir yang maju, masyarakat Tiongkok berhasil menciptakan wira usaha yang tangguh sehingga ekonomi kerakyatannya kuat. “Masyarakatnya kaya, negaranya pun kuat. Bahkan sekarang Tiongkok menjadi negara terkuat di dunia dari sisi ekonomi,” ujar Irianto.

Gubernur mengatakan, kemajuan suatu negara atau wilayah ditunjang oleh pemimpinnya komitmen. Dengan didukung masyarakat yang punya kedisiplinan dan optimisme untuk maju.

“Selain Tiongkok, juga ada Jepang. Sama dengan Tiongkok, ratusan tahun lalu, Jepang juga masih susah. Tapi sekarang sangat maju,” kata Irianto lagi.

Dari contoh-contoh itu, Gubernur pun mengaitkan dengan perkembangan wira usaha di Indonesia. Di mana, seperti diketahui 90 persen perekonomian di Indonesia saat ini dikuasai UMKM. Tapi aset yang dikuasai hanya 10-an persen. “Ini menjadi tantangan kita. Kenapa wira usaha di Indonesia tidak maju. Itu tadi, pola pikirnya yang perlu diubah,” ujarnya.

Gubernur pun menegaskan, kunci lain dari keberhasilan dalam berwirausaha adalah ketekunan, keuletan, kerja keras. Di samping juga berdoa. “Di samping itu, yang lebih penting lagi adalah pola pikir (mindset), komunikasi yang baik dan konektivitas yang harus kita bangun. Ini bertujuan untuk pemasaran,” imbuhnya.

Ditambahkan, umat muslim merupakan penduduk mayoritas di Indonesia. Termasuk di antaranya yang berada di pondok-pondok pesantren. Tak hanya menimba ilmu agama, para santri juga perlu membekali diri dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang lain. Termasuk dalam upaya meningkatkan perkonomian.



“Ini penting untuk bisa berperan bagi pembangunan dan ekonomi bangsa. Maka dari itu, melalui pelatihan dan workshop seperti ini memang cukup penting kita lakukan,” tutupnya.(humas)

Majukan Wira Usaha, Gubernur Tekankan Ubah Mindset.

SUARA KALTARA
Humas Provinsi Kaltara
Foto Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie membuka workshop UMKM dan Pelatihan Budidaya Merica Perdu Hibrida bagi Pondok Pesantren dan Lembaga Keagamaan Islam se Kaltara, Minggu (4/2).


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menegaskan, kunci utama sebuah keberhasilan adalah ketekunan, kerja keras, serta pola pikir atau mindset.

Gubernur pun, mencontohkan beberapa negara yang maju menjadi negara besar karena perubahan pola pikir masyarakatnya.

Demikian disampaikan Gubernur saat menghadiri sekaligus membuka Workshop Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Pelatihan Budidaya Merica Perdu Hibrida bagi Pondok Pesantren dan Lembaga Keagamaan Islam se Kalimantan Utara di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Bulungan, Minggu (4/2).

Gubernur menekankan, agar kita belajar dari sejarah negara lain yang sekarang maju. Salah satunya Tiongkok. Dulu, ungkapnya, Tiongkok adalah negara miskin. Tapi sekarang maju pesat.

“Setelah dipelajari, ternyata kuncinya ada pada mindset masyarakatnya. Rakyat Tiongkok yang dulunya malas, jorok, tidak disiplin berhasil diubah menjadi rajin, pekerja keras dan disiplin,” katanya.

Dengan pola pikir yang maju, masyarakat Tiongkok berhasil menciptakan wira usaha yang tangguh sehingga ekonomi kerakyatannya kuat. “Masyarakatnya kaya, negaranya pun kuat. Bahkan sekarang Tiongkok menjadi negara terkuat di dunia dari sisi ekonomi,” ujar Irianto.

Gubernur mengatakan, kemajuan suatu negara atau wilayah ditunjang oleh pemimpinnya komitmen. Dengan didukung masyarakat yang punya kedisiplinan dan optimisme untuk maju.

“Selain Tiongkok, juga ada Jepang. Sama dengan Tiongkok, ratusan tahun lalu, Jepang juga masih susah. Tapi sekarang sangat maju,” kata Irianto lagi.

Dari contoh-contoh itu, Gubernur pun mengaitkan dengan perkembangan wira usaha di Indonesia. Di mana, seperti diketahui 90 persen perekonomian di Indonesia saat ini dikuasai UMKM. Tapi aset yang dikuasai hanya 10-an persen. “Ini menjadi tantangan kita. Kenapa wira usaha di Indonesia tidak maju. Itu tadi, pola pikirnya yang perlu diubah,” ujarnya.

Gubernur pun menegaskan, kunci lain dari keberhasilan dalam berwirausaha adalah ketekunan, keuletan, kerja keras. Di samping juga berdoa. “Di samping itu, yang lebih penting lagi adalah pola pikir (mindset), komunikasi yang baik dan konektivitas yang harus kita bangun. Ini bertujuan untuk pemasaran,” imbuhnya.

Ditambahkan, umat muslim merupakan penduduk mayoritas di Indonesia. Termasuk di antaranya yang berada di pondok-pondok pesantren. Tak hanya menimba ilmu agama, para santri juga perlu membekali diri dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang lain. Termasuk dalam upaya meningkatkan perkonomian.



“Ini penting untuk bisa berperan bagi pembangunan dan ekonomi bangsa. Maka dari itu, melalui pelatihan dan workshop seperti ini memang cukup penting kita lakukan,” tutupnya.(humas)

No comments