Social Items

Kepala BNNK Kota Tarakan Dr.Hj.Agus Surya Dewi,.M.Pd


SUARAKALTARA.COM - TARAKAN - Melihat maraknya pengguna narkoba yang ada di Tarakan, tentunya Perlu adanya Sebuah Klinik rehabilitas bagi pecandu narkoba sehingga bukan hanya sebatas rawat jalan.
Kepala BNNK Tarakan Telah Merencanakan akan mendirikan sebuah Klinik Rehabilitasi bagi Pecandu narkoba.
Dalam Hal ini masih ada Beberapa kendala salah satunya dalam Hal penerbitan izin operasional klinik Rehabilitasi yang di ajukan oleh kepala BNNK Tarakan Agus surya dewi kepada Dinas Kesehatan  Kota Tarakan provinsi kalimantan Utara Ir.H.Subono.,M.T.
Dinas Kesehatan Kota Tarakan akhirnya menolak menerbitkan izin operasional klinik rehabilitasi bagi pencandu narkoba yang diajukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan Subono, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Perlu Adanya Road map atau perencanaan hal ini adalah salah satu persyaratan yang harus dilakukan oleh BNNK Tarakan.Minggu (25/2/2018).
"Penolakan Penertiban izin operasional Klinik rehabilitasi ini,Karna BNNK Tarakan tidak memenuhi Persyaratan,yakni tidak membuat road map atau perencanaan",Ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan Subono.
"Kami sebenarnya sudah memberikan waktu sampai awal Februari untuk membuat road map. Namun sampai batas waktu yang ditentukan BNNK Tarakan tidak membuat road map, sehingga izin operasional klinik rehabilitasi kami tolak," ucapnya, 
Menanggapi hal ini Kepala BNNK Tarakan Agus Surya Dewi mengungkapkan, "Kita ini sebenarnya sudah membuat road mapnya, tapi karena sudah telanjur mendapat surat penolakan, yah akhirnya kita harus mulai dari awal lagi. Yah tidak apa-apa ini kita lakukan untuk membantu para pencandu narkoba di Tarakan," ujarnya.
Diakui Dewi, pihaknya agak kecewa dengan penolakan izin operasional klinik rehabilitas ini. Pasalnya ia melihat BNNK Nunukan, izin operasional tersebut dengan mudah didapatkan.
"Kita berharap adanya kemudahan untuk memperoleh izin operasional klinik rehabilitasi. Sebab Nunukan yang baru memiliki BNNK saja sudah terbit izin operasionalnya. Masa kita sampai saat ini belum ada izinnya, padahal ini kita mau menolong pecandu narkoba. Apalagi ini bukan klinik umum, melainkan klinik rehabilitasi pecandu narkoba," tegasnya. (TK/JN/SY)

Penolakan Penerbitan Izin Operasi Klinik Rehabilitasi BNNK Tarakan

SUARA KALTARA
Kepala BNNK Kota Tarakan Dr.Hj.Agus Surya Dewi,.M.Pd


SUARAKALTARA.COM - TARAKAN - Melihat maraknya pengguna narkoba yang ada di Tarakan, tentunya Perlu adanya Sebuah Klinik rehabilitas bagi pecandu narkoba sehingga bukan hanya sebatas rawat jalan.
Kepala BNNK Tarakan Telah Merencanakan akan mendirikan sebuah Klinik Rehabilitasi bagi Pecandu narkoba.
Dalam Hal ini masih ada Beberapa kendala salah satunya dalam Hal penerbitan izin operasional klinik Rehabilitasi yang di ajukan oleh kepala BNNK Tarakan Agus surya dewi kepada Dinas Kesehatan  Kota Tarakan provinsi kalimantan Utara Ir.H.Subono.,M.T.
Dinas Kesehatan Kota Tarakan akhirnya menolak menerbitkan izin operasional klinik rehabilitasi bagi pencandu narkoba yang diajukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan Subono, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Perlu Adanya Road map atau perencanaan hal ini adalah salah satu persyaratan yang harus dilakukan oleh BNNK Tarakan.Minggu (25/2/2018).
"Penolakan Penertiban izin operasional Klinik rehabilitasi ini,Karna BNNK Tarakan tidak memenuhi Persyaratan,yakni tidak membuat road map atau perencanaan",Ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan Subono.
"Kami sebenarnya sudah memberikan waktu sampai awal Februari untuk membuat road map. Namun sampai batas waktu yang ditentukan BNNK Tarakan tidak membuat road map, sehingga izin operasional klinik rehabilitasi kami tolak," ucapnya, 
Menanggapi hal ini Kepala BNNK Tarakan Agus Surya Dewi mengungkapkan, "Kita ini sebenarnya sudah membuat road mapnya, tapi karena sudah telanjur mendapat surat penolakan, yah akhirnya kita harus mulai dari awal lagi. Yah tidak apa-apa ini kita lakukan untuk membantu para pencandu narkoba di Tarakan," ujarnya.
Diakui Dewi, pihaknya agak kecewa dengan penolakan izin operasional klinik rehabilitas ini. Pasalnya ia melihat BNNK Nunukan, izin operasional tersebut dengan mudah didapatkan.
"Kita berharap adanya kemudahan untuk memperoleh izin operasional klinik rehabilitasi. Sebab Nunukan yang baru memiliki BNNK saja sudah terbit izin operasionalnya. Masa kita sampai saat ini belum ada izinnya, padahal ini kita mau menolong pecandu narkoba. Apalagi ini bukan klinik umum, melainkan klinik rehabilitasi pecandu narkoba," tegasnya. (TK/JN/SY)

No comments