Social Items

MEDIA RELEASE : Saat dilakukannya media release oleh pihak KNKT dan KSOP Tarakan, Di pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan. (8/2). 


SUARAKALTARA.COM - TARAKAN - Pasca kecelakaan laut yang dialami SB Rejeki Baru Kharisma di perairan Dermaga Tengkayu 1 pada tanggal 25 Juli 2017, Dan Anugerah Express yang terbaik pada Januari lalu, tepatnya 1Januari 2018, Di Perairan Sungai Kayan Tanjung Selor. Kamis (08/02/2018)

Terkait dengan musibah kecelakaan yang dialami kedua Speedboat reguler tersebut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara dan KSOP Tarakan, Menggelar acara Media Release dengan tema, "Mengungkap Terbaliknya Rejeki Baru Kharisma Diperairan Dermaga Tengkayu 1- 25 Juli 2017 & Anugerah Express Diperairan Sungai Kayan 1 Januari 3018", Dimana acara tersebut digelar di Terminal Penumpang Pelabuhan Tengkayu 1 Kota Tarakan.

Acara Media Release juga melibatkan Awak media, pemilik dan Para agen Speedboat Sekalimantan Utara, Dimana kegiatan ini bertujuan untuk mengungkap kronologis laka laut yang dialami Rejeki Baru Kharisma dan Anugerah Express, Juga menerangkan beberapa hal menyangkut keselamatan dalam pelayaran di Kaltara ini.

Ketua KNKT, Soerjanto Mengungkapkan bahwa, Penyebab terjadinya kecelakaan yang menewaskan, lebih dari 18 penumpang dalam dua tempat kejadian  yang  berbeda, Dimana disebabkan oleh kelalaian, struktur kapal dan barang bawaan penumpang yang berada di atap kapal tersebut," Dari hasil yang kami temukan, terkait terbaliknya Speedboat ini adalah, Nahkoda kapal secara tiba-tiba memutar haluan sehingga membuat barang penumpang yang ada diatasnya kapal, bergeser kesebelah kiri, dan mengakibatkan kemiringan hingga terbaliknya Speedboat ini," Kata Soerjanto.


Dalam sesi tanya jawab, diberikan kesempatan kepada beberapa peserta, termasuk jurnalis dan pemilik kapal, Dari awak media, mempertanyakan tentang aturan dan prosedur keselamatan selama dalam pelayaran, Dimana masih sering ditemukan barang penumpang melebihi kapasitas yang ditentukan oleh pihak Kesyahbandaran.

Menjawab pertanyaan dari peserta, Soerjanto dari menguraikan bahwa, Perlu adanya penerapan aturan tentang barang penumpang yang berada di atas kapal, " Barang diatas itu tidak dibenarkan terlalu berat, karena akan mempengaruhi keseimbangan kapal, Kalau cuma berupa kardus, Seperti Indomie ataupun barang yang tidak melebihi dari kapasitas yang ditentukan," Urainya.

Ditempat yang sama, Wahyu , Dari Kementerian Perhubungan yang hadir menjadi narasumber pada Media Release yang digelar pagi tadi diterminal Tengkayu 1 ini menjelaskan, Pihaknya akan terus melakukan penerapan terkait struktur badan kapal, " Ada beberapa hal yang menjadi catatan kami, Pertama, Kurangnya sosialisasi dari nahkoda ataupun ABK, Mestinya, sebelum kapal diberangkatkan, terlebih dahulu ada penjelasan, dimana pintu darurat, bagaimana cara memakai left jaket atau pelampung, termasuk bagaimana bersikap ketika kapal mengalami goncangan akibat ombak dan bilamana mengalami kecelakaan, inikan jarang dilakukan, Speedboat mesti mencontoh seperti di pesawat terbang, ada peragaan dari pramugari sebelum terbang," Kata Wahyu.

Sementara itu, Kepala KSOP Tarakan Letnan Kolonel Abd Rahman mengatakan didepan wartawan,Bahwa, Pihak Kesyahbandaran akan terus melakukan pengawasan yang ketat terhadap keberangkatan kapal ini," Kami tidak henti-hentinya memberikan arahan maupun peringatan kepada agen dan pemilik kapal, agar selalu mentaati aturan keselamatan pelayaran, mulai dari keberangkatan, anggota dilapangan selalu mengecek jumlah penumpang disesuaikan dengan tiket dan manifesnya," Kata Kepala KSOP Tarakan ini.

" KSOP juga meminta kepada awak media, untuk selalu bekerja sama dalam hal menyebar luaskan informasi yang berkaitan dengan keselamatan ataupun pelayanan dilapangan, Hal ini penting untuk mewujudkan trasnportasi yang aman dan nyaman," Terang Perwira Marinir berpangkat dua melati ini. 

Dalam acara Media Release, yang dihadiri ratusan peserta tersebut, Ketua KNKT Soerjanto memberikan cendera mata kepada Kepala KSOP Tarakan Abdul Rahman dan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara.( Ansol )

Perlu Ada Aturan Standarisasi Pembuatan Speedboat Di Kaltara

SUARA KALTARA
MEDIA RELEASE : Saat dilakukannya media release oleh pihak KNKT dan KSOP Tarakan, Di pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan. (8/2). 


SUARAKALTARA.COM - TARAKAN - Pasca kecelakaan laut yang dialami SB Rejeki Baru Kharisma di perairan Dermaga Tengkayu 1 pada tanggal 25 Juli 2017, Dan Anugerah Express yang terbaik pada Januari lalu, tepatnya 1Januari 2018, Di Perairan Sungai Kayan Tanjung Selor. Kamis (08/02/2018)

Terkait dengan musibah kecelakaan yang dialami kedua Speedboat reguler tersebut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara dan KSOP Tarakan, Menggelar acara Media Release dengan tema, "Mengungkap Terbaliknya Rejeki Baru Kharisma Diperairan Dermaga Tengkayu 1- 25 Juli 2017 & Anugerah Express Diperairan Sungai Kayan 1 Januari 3018", Dimana acara tersebut digelar di Terminal Penumpang Pelabuhan Tengkayu 1 Kota Tarakan.

Acara Media Release juga melibatkan Awak media, pemilik dan Para agen Speedboat Sekalimantan Utara, Dimana kegiatan ini bertujuan untuk mengungkap kronologis laka laut yang dialami Rejeki Baru Kharisma dan Anugerah Express, Juga menerangkan beberapa hal menyangkut keselamatan dalam pelayaran di Kaltara ini.

Ketua KNKT, Soerjanto Mengungkapkan bahwa, Penyebab terjadinya kecelakaan yang menewaskan, lebih dari 18 penumpang dalam dua tempat kejadian  yang  berbeda, Dimana disebabkan oleh kelalaian, struktur kapal dan barang bawaan penumpang yang berada di atap kapal tersebut," Dari hasil yang kami temukan, terkait terbaliknya Speedboat ini adalah, Nahkoda kapal secara tiba-tiba memutar haluan sehingga membuat barang penumpang yang ada diatasnya kapal, bergeser kesebelah kiri, dan mengakibatkan kemiringan hingga terbaliknya Speedboat ini," Kata Soerjanto.


Dalam sesi tanya jawab, diberikan kesempatan kepada beberapa peserta, termasuk jurnalis dan pemilik kapal, Dari awak media, mempertanyakan tentang aturan dan prosedur keselamatan selama dalam pelayaran, Dimana masih sering ditemukan barang penumpang melebihi kapasitas yang ditentukan oleh pihak Kesyahbandaran.

Menjawab pertanyaan dari peserta, Soerjanto dari menguraikan bahwa, Perlu adanya penerapan aturan tentang barang penumpang yang berada di atas kapal, " Barang diatas itu tidak dibenarkan terlalu berat, karena akan mempengaruhi keseimbangan kapal, Kalau cuma berupa kardus, Seperti Indomie ataupun barang yang tidak melebihi dari kapasitas yang ditentukan," Urainya.

Ditempat yang sama, Wahyu , Dari Kementerian Perhubungan yang hadir menjadi narasumber pada Media Release yang digelar pagi tadi diterminal Tengkayu 1 ini menjelaskan, Pihaknya akan terus melakukan penerapan terkait struktur badan kapal, " Ada beberapa hal yang menjadi catatan kami, Pertama, Kurangnya sosialisasi dari nahkoda ataupun ABK, Mestinya, sebelum kapal diberangkatkan, terlebih dahulu ada penjelasan, dimana pintu darurat, bagaimana cara memakai left jaket atau pelampung, termasuk bagaimana bersikap ketika kapal mengalami goncangan akibat ombak dan bilamana mengalami kecelakaan, inikan jarang dilakukan, Speedboat mesti mencontoh seperti di pesawat terbang, ada peragaan dari pramugari sebelum terbang," Kata Wahyu.

Sementara itu, Kepala KSOP Tarakan Letnan Kolonel Abd Rahman mengatakan didepan wartawan,Bahwa, Pihak Kesyahbandaran akan terus melakukan pengawasan yang ketat terhadap keberangkatan kapal ini," Kami tidak henti-hentinya memberikan arahan maupun peringatan kepada agen dan pemilik kapal, agar selalu mentaati aturan keselamatan pelayaran, mulai dari keberangkatan, anggota dilapangan selalu mengecek jumlah penumpang disesuaikan dengan tiket dan manifesnya," Kata Kepala KSOP Tarakan ini.

" KSOP juga meminta kepada awak media, untuk selalu bekerja sama dalam hal menyebar luaskan informasi yang berkaitan dengan keselamatan ataupun pelayanan dilapangan, Hal ini penting untuk mewujudkan trasnportasi yang aman dan nyaman," Terang Perwira Marinir berpangkat dua melati ini. 

Dalam acara Media Release, yang dihadiri ratusan peserta tersebut, Ketua KNKT Soerjanto memberikan cendera mata kepada Kepala KSOP Tarakan Abdul Rahman dan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara.( Ansol )

No comments