Social Items

 Foto :Proyek pembangunan drainase di kelurahan Sebengkok

SUARAKALTARA.COM - TARAKAN - Proyek pembangunan drainase di beberapa titik yang selalu menjadi langganan banjir di Kota Tarakan Seperti Kelurahan Selumit dan kelurahan Karang Anyar serta sebengkok.
Pengerjaan proyek pembangunan drainase  saat ini  berjalan di wilayah sebengkok,namun beberapa minggu ini proyek pembangunan drainase Dikelurahan sebengkok di berhentikan.
Hal ini Menjadi Keluhan Beberapa masyarakat yang berada di kelurahan sebengkok,di karenakan jalan akibat proyek pembangunan drainase ini masih rusak dan berdebu hingga terjadi banjir.(26/2/2018)
Ketua Rw 6 Nurdin mengatakan,“Beberapa warga melapor kepada saya. Mereka mengeluhkan katanya proyek pembangunan drainse berhenti dan alat berat telah diangkut oleh kontraktor. Akibatnya kalau cuaca panas kondisinya berdebu. Kalau pas hujan terjadi banjir, karena banyak parit-parit yang tertutup,” .

“Jika proyek pembangunan drainase ini di berhentikan terlalu lama, tentunya akan  berdampak kepada warga".ujarnya

Nurdin menambahkan "Tapi kami bersyukur, setelah anggota DPRD Kota Tarakan turun langsung ke lapangan, ternyata proyek pembangunan drainase ini hanya dihentikan sementara dan nantinya akan dilanjutkan,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi III DPR Kota Tarakan Yulius Dinandus membenarkan,apabila pihaknya sudah turun langsung ke lapangan dan melihat proyek pembangunan drainase telah dihentikan sementara ini.
Untuk itu pihaknya langsung memanggil Pihak Pemkot Tarakan dan PT Wika selaku kontraktor pembangunan proyek drainse untuk membahas dan menyampaikan keluhan masyarakat tersebut.
“Kami sudah memanggil Pemkot Tarakan dan PT Wika untuk menanyakan langsung mengapa proyek ini dihentikan dan ternyata Wika tidak memiliki dana operasional, untuk meneruskan pekerjaan ini apalagi pemerintah pusat tidak lagi mengucurkan anggaran operasional untuk pembangunan ini,” ucapnya.

Yulius mengatakan, pihaknya telah diberitahukan oleh PT.Wika, bahwa proyek pembangunan drainase ini telah mencapai 71 persen dengan anggaran sebesar Rp 105 miliar. Namun ternyata baru Rp 43 miliar yang dibayarkan, sehingga masih kurang sekitar Rp 62 miliar.
“Untuk melanjutkan proyek pembangunan ini PT.Wika tidak memiliki dana opersional. Oleh karena itu, menyelesaikan permasalahan ini kami dalam waktu dekat ini akan memanggil Pemkot dan PT Wika duduk bersama agar mendapatkan titik temu langkah apa yang akan dilakukan agar pembangunan proyek drainase tidak berlarut-larut,”ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan, anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan, Herman Hamid. Ia mengatakan, warga gelisah melihat alat berat tidak ada lokasi dan proyek pembangunan drainase dihentikan. Namun nantinya proyek ini akan dilanjutkan kembali.

“Kami sudah tanya dengan Wika, katanya insallah akan dilanjutkan lagi proyek pembangunan drainase ini, karena ini proyek multiyears hingga tahun 2019. Apalagi anggarannya sudah ada, hanya saja belum dibayarkan,” katanya. (TK/Jn/Sy)





Tarakan : Proyek Drainase Banjir Di Berhentikan Sementara

SUARA KALTARA
 Foto :Proyek pembangunan drainase di kelurahan Sebengkok

SUARAKALTARA.COM - TARAKAN - Proyek pembangunan drainase di beberapa titik yang selalu menjadi langganan banjir di Kota Tarakan Seperti Kelurahan Selumit dan kelurahan Karang Anyar serta sebengkok.
Pengerjaan proyek pembangunan drainase  saat ini  berjalan di wilayah sebengkok,namun beberapa minggu ini proyek pembangunan drainase Dikelurahan sebengkok di berhentikan.
Hal ini Menjadi Keluhan Beberapa masyarakat yang berada di kelurahan sebengkok,di karenakan jalan akibat proyek pembangunan drainase ini masih rusak dan berdebu hingga terjadi banjir.(26/2/2018)
Ketua Rw 6 Nurdin mengatakan,“Beberapa warga melapor kepada saya. Mereka mengeluhkan katanya proyek pembangunan drainse berhenti dan alat berat telah diangkut oleh kontraktor. Akibatnya kalau cuaca panas kondisinya berdebu. Kalau pas hujan terjadi banjir, karena banyak parit-parit yang tertutup,” .

“Jika proyek pembangunan drainase ini di berhentikan terlalu lama, tentunya akan  berdampak kepada warga".ujarnya

Nurdin menambahkan "Tapi kami bersyukur, setelah anggota DPRD Kota Tarakan turun langsung ke lapangan, ternyata proyek pembangunan drainase ini hanya dihentikan sementara dan nantinya akan dilanjutkan,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi III DPR Kota Tarakan Yulius Dinandus membenarkan,apabila pihaknya sudah turun langsung ke lapangan dan melihat proyek pembangunan drainase telah dihentikan sementara ini.
Untuk itu pihaknya langsung memanggil Pihak Pemkot Tarakan dan PT Wika selaku kontraktor pembangunan proyek drainse untuk membahas dan menyampaikan keluhan masyarakat tersebut.
“Kami sudah memanggil Pemkot Tarakan dan PT Wika untuk menanyakan langsung mengapa proyek ini dihentikan dan ternyata Wika tidak memiliki dana operasional, untuk meneruskan pekerjaan ini apalagi pemerintah pusat tidak lagi mengucurkan anggaran operasional untuk pembangunan ini,” ucapnya.

Yulius mengatakan, pihaknya telah diberitahukan oleh PT.Wika, bahwa proyek pembangunan drainase ini telah mencapai 71 persen dengan anggaran sebesar Rp 105 miliar. Namun ternyata baru Rp 43 miliar yang dibayarkan, sehingga masih kurang sekitar Rp 62 miliar.
“Untuk melanjutkan proyek pembangunan ini PT.Wika tidak memiliki dana opersional. Oleh karena itu, menyelesaikan permasalahan ini kami dalam waktu dekat ini akan memanggil Pemkot dan PT Wika duduk bersama agar mendapatkan titik temu langkah apa yang akan dilakukan agar pembangunan proyek drainase tidak berlarut-larut,”ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan, anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan, Herman Hamid. Ia mengatakan, warga gelisah melihat alat berat tidak ada lokasi dan proyek pembangunan drainase dihentikan. Namun nantinya proyek ini akan dilanjutkan kembali.

“Kami sudah tanya dengan Wika, katanya insallah akan dilanjutkan lagi proyek pembangunan drainase ini, karena ini proyek multiyears hingga tahun 2019. Apalagi anggarannya sudah ada, hanya saja belum dibayarkan,” katanya. (TK/Jn/Sy)





No comments