Social Items


foto : Gebernur Kaltara Ir.H.Irianto lambrie menyempatkan diri Mengunjung beberapa stan pameran produk UMKM yang di kelola oleh kaum ibu yang tergabung dari beberapa mejelis taklim di kaltara.


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Di sela menghadiri pelantikan pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyempatkan diri mengunjungi beberapa stan pameran produk UMKM yang dikelola oleh kaum ibu, anggota dari sejumlah majelis taklim di Kaltara, utamanya di Bulungan.


Dalam kesempatan itu, Gubernur sekaligus berinteraksi dengan para ibu yang ada di stand tersebut.

“Saya tanya mereka, dari mana produk-produk itu dihasilkan.Menurut jawaban ibu-ibu itu,rata-rata produk yang ditawarkan dalam pameran tersebut adalah merupakan produk sendiri,” ujar Gubernur.


Dari situ, Gubernur berpikir bahwa keberadaan perempuan memiliki potensi besar dalam turut serta memajukan perekonomian.

Termasuk melalui majelis taklim yang berada namun juga bisa berperan membina para anggota untuk menjadi wirausaha yang di bawah binaan BKMT.

“Jadi seharusnya BKMT tidak hanya berupa majelis taklim,namun juga bisa berperan membina para anggota untuk menjadi wirausaha yang tangguh,” jelasnya.

Gubernur mengatakan, Pemerintah Daerah, utamanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) ada banyak program pemberian bantuan pinjaman modal kepada para pelaku UMKM.

Melalui program-program tersebut, menurutnya, bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat.

”Melalui BKMT bisa memotori para untuk anggotanya untuk bisa melakukan usaha. Mengenai permodalan bisa dibantu. nanti syarat-syarat teknis bisa dikomunikasikan dengan  OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkaitnya,” kata Gubernur.

Gubernur sedikit menceritakan, kisah seorang tokoh bernama Mohammad Yunus asal Bangladesh.

Tokoh yang merupakan pendiri Grameen Bank ini, melayani kaum miskin dalam bentuk bantuan modal usaha di Bangladesh.

Upaya pendirian bank ini, kisahnya, bermula saat Mohammad Yunus kerap melihat ibu-ibu miskin di Bangladesh yang kerja banting tulang membantu suami. Dari pengalaman itu,kemudian berpikir ,bagaimna bisa membantu dengan memberikan modal usaha. Namun dengan bunga yang sangat kecil, sehingga tidak membenani.

“Usahanya ini terus berkembang hingga di puluhan ribu desa di Bangladesh. Ratusan ribu masyarakat miskin terbantu. Mohammad Yunus pun mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian pada 2006,”ujarnya


“Ada yang menarik dari pernyataan Mohammad Yunus. Kenapa beliau mengutamakan kaum perempuan untuk mendapatkan bantuan kredit mikro ini. Dari hasil penelitiannya, ternyata kaum perempuan itu lebih dipercaya daripada kaum laki-laki,” kata Irianto

Tak hanya itu, masih menurut Mohammad Yunus, kaum perempuan bertanggung jawab terhadap keluarga.


Dari pengalaman Mohammad Yunus, ada hal positif yang patut dipetik.

Yaitu bagaimana kita berupaya meningkatkan ekonomi keluarga tidak hanya bergantung pada suami atau kepala keluarga.Namun juga perlu adanya peran dari para ibu atau kaum perempuan.

“Melalui peran para ibu (perempuan), ekonomi keluarga bisa kuat. atau kepala keluarga. Namun juga perlu adanya peran dari para ibu atau kaum Saya yakin melalui BKMT ini bisa diberdayakannya,” tambah Gubernur.(humas)



Tingkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Peran Perempuan

SUARA KALTARA
foto : Gebernur Kaltara Ir.H.Irianto lambrie menyempatkan diri Mengunjung beberapa stan pameran produk UMKM yang di kelola oleh kaum ibu yang tergabung dari beberapa mejelis taklim di kaltara.


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Di sela menghadiri pelantikan pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyempatkan diri mengunjungi beberapa stan pameran produk UMKM yang dikelola oleh kaum ibu, anggota dari sejumlah majelis taklim di Kaltara, utamanya di Bulungan.


Dalam kesempatan itu, Gubernur sekaligus berinteraksi dengan para ibu yang ada di stand tersebut.

“Saya tanya mereka, dari mana produk-produk itu dihasilkan.Menurut jawaban ibu-ibu itu,rata-rata produk yang ditawarkan dalam pameran tersebut adalah merupakan produk sendiri,” ujar Gubernur.


Dari situ, Gubernur berpikir bahwa keberadaan perempuan memiliki potensi besar dalam turut serta memajukan perekonomian.

Termasuk melalui majelis taklim yang berada namun juga bisa berperan membina para anggota untuk menjadi wirausaha yang di bawah binaan BKMT.

“Jadi seharusnya BKMT tidak hanya berupa majelis taklim,namun juga bisa berperan membina para anggota untuk menjadi wirausaha yang tangguh,” jelasnya.

Gubernur mengatakan, Pemerintah Daerah, utamanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) ada banyak program pemberian bantuan pinjaman modal kepada para pelaku UMKM.

Melalui program-program tersebut, menurutnya, bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat.

”Melalui BKMT bisa memotori para untuk anggotanya untuk bisa melakukan usaha. Mengenai permodalan bisa dibantu. nanti syarat-syarat teknis bisa dikomunikasikan dengan  OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkaitnya,” kata Gubernur.

Gubernur sedikit menceritakan, kisah seorang tokoh bernama Mohammad Yunus asal Bangladesh.

Tokoh yang merupakan pendiri Grameen Bank ini, melayani kaum miskin dalam bentuk bantuan modal usaha di Bangladesh.

Upaya pendirian bank ini, kisahnya, bermula saat Mohammad Yunus kerap melihat ibu-ibu miskin di Bangladesh yang kerja banting tulang membantu suami. Dari pengalaman itu,kemudian berpikir ,bagaimna bisa membantu dengan memberikan modal usaha. Namun dengan bunga yang sangat kecil, sehingga tidak membenani.

“Usahanya ini terus berkembang hingga di puluhan ribu desa di Bangladesh. Ratusan ribu masyarakat miskin terbantu. Mohammad Yunus pun mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian pada 2006,”ujarnya


“Ada yang menarik dari pernyataan Mohammad Yunus. Kenapa beliau mengutamakan kaum perempuan untuk mendapatkan bantuan kredit mikro ini. Dari hasil penelitiannya, ternyata kaum perempuan itu lebih dipercaya daripada kaum laki-laki,” kata Irianto

Tak hanya itu, masih menurut Mohammad Yunus, kaum perempuan bertanggung jawab terhadap keluarga.


Dari pengalaman Mohammad Yunus, ada hal positif yang patut dipetik.

Yaitu bagaimana kita berupaya meningkatkan ekonomi keluarga tidak hanya bergantung pada suami atau kepala keluarga.Namun juga perlu adanya peran dari para ibu atau kaum perempuan.

“Melalui peran para ibu (perempuan), ekonomi keluarga bisa kuat. atau kepala keluarga. Namun juga perlu adanya peran dari para ibu atau kaum Saya yakin melalui BKMT ini bisa diberdayakannya,” tambah Gubernur.(humas)



No comments